Biodiesel Untuk Indonesia

Salam Sawit Indonesia,

Indonesia beruntung kelapa sawit. Berkah dari Tuhan ini memberikan banyak manfaat dari di bidang pangan, energi, dan kesehatan. Produk turunannya sangat berlimpah yang selama 24 jam digunakan masyarakat. Salah satunya adalah biodiesel. Produk energi baru terbarukan berbasis sawit ini menjadi andalan untuk menekan emisi karbon di sektor transportasi. Keunggulan ini baru dari aspek lingkungan.

Dari aspek ekonomi dan sosial, kemampuan biodiesel tidak perlu diragukan. Negara mampu menghemat devisa sampai Rp 38 triliun karena mengurangi impor solar. Penggunaan solar disubtitusi biodiesel. Pemanfaatan biodiesel untuk domestik mencapai 8,46 juta kL sepanjang 2020. Efek ganda program biodiesel dirasakan oleh petani. Sebagai contoh di Riau, harga TBS sempat menyentuh di atas Rp 2.000 per kilogram setelah B30 diresmikan. Kebijakan ini, dikatakan Rino, menjadi bukti negara hadir dan berkewajiban melindungi sumber pendapatan 20 juta petani dan keluarganya yang hidup dari kebun sawit.

Dari perspektif petani, ada lima keuntungan biodiesel. Pertama, petani menjadi percaya diri dan lebih bersemangat untuk berkebun dengan baik. Kedua, menjaga harga TBS supaya tetap stabil dan baik.

Ketiga, program ini akan berdampak positif bagi daerah mulai dari kesejahteraan masyarakat dan perputaran ekonomi.Keempat, manfaat B30 mampu mengurangi ketergantungan pasar ekspor ke luar negeri. Ketergantungan tersebut membuat Indonesia rentan terhadap rintangan yang muncul pada sektor CPO di luar negeri.Keuntungan terakhir dari aspek lingkungan. Rino menjelaskan pemakaian B30 menekan pengeluaran emisi dari bahan bakar fosil di kendaraan bermotor.

Rubrik Sajian Utama edisi Januari 2021 mengulas perspektif para pakar berkaitan masa depan biodiesel di Indonesia. Pakar ini dari berbagai aliran pemikiran seperti ekonomi, energi, lingkungan, dan biofuel. Ketua Ikatan Ahli Bioenergi Indonesia, Tatang Hernas Soerawidjaja mengungkapkan masa depan biodiesel Indonesia masih cerah dan berpeluang untuk ditingkatkan. Mengingat, dari segi kualitas tetap sawit terbaik sebagai bahan baku biodiesel. Begitupula seperti dikatakan Petrus Gunarso, Dewan Pakar Persaki, bahwa tidak tepat sawit yang menjadi bahan baku biodiesel dibebankan tuduhan deforestasi. Karena yang harus diselesaikan berkaitan tata ruang dan tata kelola kehutanan.

Pembaca, kami mengucapkan Selamat Tahun Baru 2021. Semoga di tahun ini, negara dan masyarakat kembali pulih dan kuat untuk menghadapi ujian pandemi Covid-19. Pandemi belum berakhir. Karena itu tetap waspada, jaga kesehatan. Terapkan protokol 3M (Mencuci tangan, memakai masker, dan menjauh dari kerumunan) demi kesehatan serta keselamatan diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

 

 

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like