Best Planter Indonesia Dan Kementerian Pertanian Kerjasama SDM Sawit

Best Planter Indonesia membantu penyediaan sumber daya tenaga kerja di perkebunan sawit. Caranya melatih alumni  

 Berbekal pengalaman bekerja di perusahaan sawit selama 25 tahun, Heri Dwi Basuki, pria kelahiran Jawa Timur memutuskan untuk berhenti bekerja. Kemudian, mendirikan Best Planter Indonesia (BPI) yaitu lembaga yang fokus mendidik dan melatih  tenaga kerja di sektor pertanian maupun perkebunan. BPI menjadi lembaga yang dipercaya Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDM) Kementrian Pertanian untuk mendidik dan melatih alumni Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) bekerja di perkebunan sawit pada tahun ini .

“Tahun ini, kami mendidik dan melatih tenaga kerja yang sudah lolos seleksi di perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk posisi asisten kebun,” ungkap Heri Dwi Basuki.

Baca Juga :   Mahasiswa Baru INSTIPER Diperkenalkan Kehidupan Kampus dan Kebun

Kerjasama antara Best Planter Indonesia dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDM) diwujudkan dengan penandatangan nota kesepahaman antara Heri Dwi Basuki Pendiri Best Planter Indonesia dengan Dr. Ir. Momon Rusmono, MS , Kepala BPPSDM Pertanian pada 12 Februari 2018 di Jakarta.

Heri Dwi Basuki Pendiri Best Planter Indonesia mengatakan pihaknya kerjasama dengan BPPSDM Pertanian untuk menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan terutama sumber daya manusia di sektor industri kelapa sawit. Menurutnya, kerjasama atau kemitraan yang dijalin sangat tepat, jika BPPSDM Pertanian ingin menyalurkan alumninya bekerja pada industri sawit.

Selanjutnya, kata Heri Dwi Basuki atau biasa disapa Heri DB, akan dijalankan pelatihan calon asisten kebun sesuai kebutuhan untuk SDM di perkebunan. Dengan pengalaman Heri DB bekerja di perusahaan sawit selama dua dekade  membuat dirinya lebih memahami karakter, mental, dan kompetensi dasar planter.

Baca Juga :   Tanah Harapan Elaeis (Bagian XXIX)

Pada gelombang pertama sejak 10  April 2018, ada 12 alumni STPP Medan dan 9 alumni STPP Bogor sebagai calon asisten kebun mendapatkan pendidikan dan pelatihan (diklat) selama 18 hari. Pendidikan pelatihan (Diklat) terbagi menjadi dua sesi yaitu 10 hari untuk Pendidikan karakter dan kedisplinan dilaksanakan di Magelang (Jawa Tengah). Adapun 8 hari digunakan  pelatihan kompetensi dasar  di Bogor, Jawa Barat. Berikutnya, BPI juga sudah mempersiapkan program serupa untuk alumni STPP Malang, STPP Yogyakarta, STPP Gowa dan STPP Papua. Program diklat ini bebas biaya.

Program diklat bagi alumni STPP sudah berjalan. Bahkan saat ini sudah 4 perusahaan perkebunan kelapa sawit yaitu Astra Agro, Bumitama Gunajaya Agro, Kencana Agri Limited dan Sriwijaya Plantation sudah memberikan kepercayaan pada BPI untuk menggembleng calon asisten kebun. “Kami juga terus sosialisasikan program diklat calon tenaga kerja di perkebunan pada perusahaan-perusahaan perkebunan sawit lainnya,” kata Heri DB saat ditemui di Kantor Kementan.

Baca Juga :   Pemerintah Diminta Perbaiki Regulasi Terkait Kebakaran Lahan

Heri menilai, kurikulum yang diterapkan STPP  sesuai dengan kebutuhan perkebunan antara lain budaya kerja, 75% praktek, pengalaman di lapangan (teknis) dan pembangunan karakter sudah dimulai dari semester satu yang menjadi bekal kerja di perkebunan.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like