VATIKAN, SAWIT INDONESIA – Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan bertemu Kardinal Peter Turkson, Direktur Lembaga Kepausan untuk Keadilan dan Perdamaian untuk meminta dukungan supaya sawit tidak dilarang masuk Uni Eropa.

Menko Luhut menyampaikan dalam pertemuan tersebut Kardinal Turkson sangat peduli dengan nasib petani sawit dan jutaan orang yang kehidupannya bergantung pada industri sawit ini.

“Beliau secara khusus menyatakan apa yang akan terjadi jika mereka ini yang sebagian besar Muslim tidak mempunyai penghasilan lagi. Karena itu, Kardinal Turkson menggagas untuk mengadakan seminar yang membicarakan hal ini di Universitas Kepausan di Vatican bulan depan, ” ujar Menko Luhut usai pertemuan, Rabu (25 April 2018).

Pertemuan yang berlangsung hampir dua jam itu membahas upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah jangan sampai jumlah orang yang dikategorikan miskin bertambah.

Menko Luhut mengatakan akan ada seminar yang mengundang unsur-unsur dari Uni Eropa, perusahaan multi-nasional pengguna produk kelapa sawit, petani rakyat khususnya dari Malaysia dan Indonesia serta lenbaga-lembaga keagamaan.

Diusulkan pula supaya organisasi keagamaan terbesar seperti NU dan Muhammadiyah juga hadir dalam seminar tersebut. “Sebab Indonesia, yang dikhawatirkannya adalah tumbuhnya paham-paham radikal sebagai dampak dari kemiskinan,”tambah Luhut.

Kardinal Turkson mengapresiasi usaha-usaha pemerintah dalam mengatasi berbagai masalah lingkungan termasuk pencurian ikan dan kebakaran hutan.

Sementara itu, Rino Afrino Wasekjen Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) menyebutka sawit mempunyai dampak yang besar bagi masyarakat Indonesia, khususnya petani kelapa sawit. Iklim tropis dan curah hujan yang cukup di Indonesia sangat cocok untuk sawit.

Selanjutnya, kata Rino, produksi kelapa sawit Indonesia meningkat tajam. Dari hanya 720 ribu ton Crude Palm Oil (CPO) di tahun 1980-an, meningkat tajam menjadi 32 juta ton pada 2016.

Peningkatan produksi ini diiringi bertambahnya jumlah luasan lahan. Dan ini sangat berdampak terhadap tiga indikator terjadinya pertumbuhan ekonomi, makin meluasnya pembangunan di pedesaan, serta penurunan angka kemiskinan.

Saat ini, kata Rino, tingkat ekonomi dan kesejahteraan petani meningkat karena kelapa sawit. Bahkan banyak petani kelapa sawit yang sudah mendapatkan income lebih dari cukup.

“Untuk itu menurut saya, tepat bila dikatakan sawit merupakan anugerah Tuhan untuk bangsa Indonesia, bahkan dunia. Sebab kebutuhan minyak nabati dunia juga meningkat tajam,” katanya.

Pengurus APKASINDO yang diwakili Rino Afrino (Wasekjen) dan Kasriwandi ( Ketua Bidang Hukum dan Kelembagaan) mengikuti kunjungan tim negosiasi sawit yang dipimpin Menko Maritim Luhut B.Pandjaitan. Tim ini telah bertemu dengan perwakilan Komisi Uni Eropa di Brussel dan mengunjungi beberapa negara seperti Italia dan Jerman untuk meng-counter resolusi sawit oleh Parlemen Eropa

Share.