Redaksi Majalah Sawit Indonesia, Jl. Kelapa Dua Wetan Raya. Komp. PTB Blok. 1A No.11. Ciracas Jakarta Timur.

No. Telp 021-8770-6153

redaksi@sawitindonesia.com

Amran Sulaiman, Menteri Pertanian Yang Inovatif

Amran Sulaiman, Menteri Pertanian Yang Inovatif

JAKARTA, SAWITINDONESIA – Presiden RI Joko Widodo resmi melantik Amran Sulaiman sebagai Menteri Pertanian di Kabinet Kerja. Pria kelahiran Bone ini dikenal mempunyai bisnis di sektor perkebunan, agrokimia, distributor dan pertambangan di wilayah Sulawesi Selatan. Sebelum menjadi pengusaha, Amran Sulaiman pernah bekerja di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV.

Dalam pengumuman nama menteri pada 26 Oktober kemarin, Joko Widodo menyebut Amran Sulaiman adalah petani muda yang sukses membangun bisnisnya. “Beliau ini juga praktisi sekaligus pemikir,” kata Jokowi panggilan akrab Joko Widodo seperti dikutip dari laman detik.com.

Pernyataan Jokowi ini tidaklah berlebihan apabila melihat sepak terjang Amran Sulaiman dalam dunia bisnis.  Berdasarkan data yang dihimpun Majalah SAWIT INDONESIA, Amran Sulaiman menemukan produk dan alat pengendalian tikus.  Produk pengendali tikus ini bernama Tiran tikus 58PS. Nama Tiran singkatan dari Tikus Diracun Amran. Penelitian produk ini memakan waktu sekitar dua tahun antara tahun 1989-1992.

Tak hanya itu, lulusan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin ini juga membuat alat pembasmi tikus bernama Alpostran merupakan singkatan dari, Alat Empos Tikusnya Amran. Atas kerja kerasnya ini Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahi  Satyalencana dari pada Juli 2009.

Di dunia usaha, Amran Sulaiman piawai dalam berbisnis. Salah satunya adalah perkebunan sawit yang dikelola perusahaannya bernama PT Tiran Sulawesi. Perkebunan sawitnya berada di wilayah Morowali, dekat perbatasan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan.

Selain sawit, Tiran Grup sedang menjajaki pembangunan dua unit pabrik gula yang berlokasi di Konawe Selatan bernilai Rp 4 triliun. Kapasitas pabrik gula ini mencapai 200 ribu per tahun. Nantinya pabrik ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gula di kawasan Indonesia Timur yang rata-rata berjumlah 240 ribu ton per tahun.

Dibawah bendera Tiran Grup, dirinya memiliki 10 perusahaan antara lain  PT Tiran Sulawesi (perkebunan tebu dan sawit ), PT Tiran Indonesia (tambang emas), PT Tiran Makassar (distributor Unilever), PT Tiran Bombana (emas, timah hitam), PT Tiran Mineral (tambang nikel), PT Bahteramas (pabrik gula di Konawe Selatan), PT Amrul Nadin (SPBU percontohan Maros), CV Empos Tiran (produsen rodentisida), CV Profita Lestari (distributor pestisida), CV Empos (distributor Semen Tonasa).


 1529,    Berita Terbaru