Belajar dari Astra Agro Padukan Mekanisasi dan Digitalisasi

PT Astra Agro Lestari Tbk menjadi salah satu perusahaan yang paling terdepan dalam mekanisasi sawit. Program ini berjalan semenjak 2009 yang terus diimplementasikan hingga tahun ini. Kegiatan mekanisasi difokuskan kepada kegiatan pemupukan dan panen.

“Dampaknya positif bagi peningkatan produktivitas dan  kerja. Serta meningkatkan kualitas pekerjaan,” ujar Hadi Sugeng, Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk dalam jawaban tertulis.

Inovasi terus dijalankan emiten berkode AALI di bidang mekanisasi. Caranya memadukan mekanisasi dengan digitalisasi. “inovasi dan improvement selalu dijalankan di PT Astra Agro Lestari. Inovasi yang dijalankan antara lain adalah di bidang digitalisasi proses,” kata Hadi.

 Berikut ini jawaban tertulis yang kami terima dari Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk, Hadi Sugeng berkaitan perkembangan mekanisasi sawit di emiten berkode AALI ini:

Mohon dijelaskan seperti apa perkembangan Mekanisasi di PT Astra Agro Lestari.

PT Astra Agro Lestari Tbk melakukan intensifikasi dengan mengimplementasikan mekanisasi di proses operasional. Implementasi mekanisasi dilakukan mulai tahun 2009 dengan trial mekanisasi pemupukan an organic, kemudian dilanjutkan mekanisasi panen khususnya di bidang evakuasi TBS pada 2013 dan mulai masif pada 2015. Pada 2016 dilakukan juga mekanisasi pemupukan organic (aplikasi TKKS).

Sampai 2020 proses mekanisasi dilakukan di 2 bidang utama yaitu proses pemupukan (organic dan anorganic) dan panen. Dengan mekanisasi di 2 proses tersebut mampu meningkatkan produktivitas tenaga kerja, efisiensi jumlah tenaga kerja serta meningkatkan kualitas hasil pekerjaan.

Mohon dijelaskan latar belakang implementasi mekanisasi?

Tantangan industri perkebunan kelapa sawit adalah rendahnya produktivtas tenaga kerja, persaingan pasar tenaga kerja, semakin menurunnya minat generasi muda khususnya untuk terjun di sektor perkebunan kelapa sawit, serta peningkatan kualitas hasil kerja. Atas dasar itu maka PT Astra Agro Lestari berkomitmen untuk melakukan implementasi mekanisasi di proses operasional dalam rangka mengatasi permasalahan tersebut.

Seperti apa kegiatan mekanisasi pemupukan yang berjalan di Astra Agro Lestari?

Ada 2 program utama mekanisasi yang dijalankan di PT Astra Agro Lestari, yaitu mekanisasi pemupukan (anorganik/kimia dan organik) dan mekanisasi panen.

a.    Mekanisasi Pemupukan Anorganik/Kimia

Mekanisasi pemupukan dilakukan untuk meningkatkan kualitas hasil pemupukan, serta meningkatkan produktifitas tenaga kerja pada saat proses pemupukan. Sampai tahun 2020 luas mekanisasi pemupukan anorganik/kimia mencapai 103.450 Ha yang tersebar di 27 site. Alat yang digunakan adalah 48 unit spreader tractor dan 87 unit spreaderconycom.

b.   Mekanisasi Pemupukan Organik

Mekanisasi pemupukan organik fokus dilakukan pada aplikasi bahan organik (TKKS). Implementasi bahan organik yang membutuhkan tenaga kerja yang tinggi mendorong untuk dilakukan intensifikasi dengan mekanisasi. Sampai 2020, luasan mekanisasi pemupukan organik adalah 13.573 Ha yang tersebar di 21 site. Alat yang digunakan adalah 40 unit grabber dan 91 unit winkos.

c.    Mekanisasi Panen

Mekanisasi panen fokus dilakukan di proses evakuasi TBS dari dalam blok menuju ke TPH serta integrasi ke transport sesuai jenis unit yang digunakan. Untuk   areal mineral dan datar digunakan alat Kubota infield panen dipasangkan transport Amrol-truck, sedang areal mineral terjal atau areal rendahan/rawa digunakan alat wintor infield dipasangkan transport Crane-truk.

Pada 2020, luasan mekanisasi panen yang dijalankan seluas 64.659 Ha yang tersebar di 16 site. Alat yang digunakan 259 Unit Kubota, 249 unit wintor, 92 unit Amrol-truck, dan 146 unit Crane- truck.

Dapat dijelaskan tantangan mekanisasi yang berjalan di AALI?

Dalam implementasi mekanisasi tentunya memiliki tantangan yang besar diantaranya yaitu:

A. Infrastruktur Mekanisasi

Infrastruktur adalah tantangan terbesar dalam menjalankan program mekanisasi. Perlu infrastruktur dalam blok yang baik dan sesuai kriteria unit mekanisasi yang digunakan agar produktifitas unit mekanisasi sesuai dengan yang di harapkan. Selain itu perawatan infrastruktur juga perlu di jalankan agar program mekanisasi dapat dijalankan secara continue.

B. Topografi dan Jenis Lahan

Pemilihan unit mekanisasi perlu disesuaikan dengan topografi dan jenis lahan. Oleh karena itu, butuh mapping detil kondisi masing-masing blok agar unit mekanisasi yang di implementasikan dapat menghasilkan output yang di targetkan.

C. Umur Tanaman

Implementasi mekanisasi juga mempertimbangkan umur tanaman. Di PT Astra Agro Lestari, mekanisasi berjalan di tanaman umur > TM3 (umur 7 tahun). Ini mempertimbangkan kondisi ketinggian pelepah. Dengan tinggi TM3 ketinggian pelepah sudah di atas 1,5 meter.

D. Perawatan Unit Mekanisasi

Sistem perawatan unit mekanisasi juga faktor yang sangat penting. Sehingga life time unit dapat mencapai yang diharapkan. Disini diperlukan dedicated mekanik yang fokus terhadap perawatan unit.

E. Standarisasi Proses Bisnis Baru

Dalam implementasi mekanisasi tentunya ada beberapa proses yang akan terjadi perubahan. Dalam hal ini manajemen melakukan Redesign Proses Bussines mulai dari operasional, support sampai disistem remunerasi sehingga program mekanisasi dapat berjalan dengan baik.

(Selengkapnya dapat di baca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 109)

No tags for this post.

Related posts

You May Also Like