Astra Agro Terapkan Pengelolaan OPT Yang Berkelanjutan

Penulis: Ir. Henny Hendarjanti (Bagian Pertama)

 Pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)  yang dilakukan  di PT Astra Agro Lestari Tbk berbasis ramah lingkungan untuk mendukung kehidupan berkelanjutan, dengan menerapkan pedoman teknis budidaya dan pengolahan kelapa sawit dengan baik dan mengutamakan keseimbangan ekosistem dalam lanskap kelapa sawit.

Langkah yang dilakukan dalam pengambilan keputusan tindakan pengendalian lebih mempertimbangkan kelestarian flora dan fauna yang bukan merupakan target  OPT. Dalam melakukan hal tersebut, prioritas utama dalam praktek PHT adalah dengan melakukan monitoring (deteksi dini) kondisi OPT terlebih dahulu. Oleh karenanya diperlukan pengetahuan dari siklus hidup OPT yang merupakan titik kritis sebagai dasar pengambilan keputusan pengendalian . Beberapa jenis OPT bersifat spesifik lokasi yang perlu juga diketahui

Baca Juga :   2 Fasilitas Produksi Clariant Bersertifikat RSPO Mass Balance

Pengenalan terhadap beberapa agensia hayati berupa serangga predator , serangga parasitoid, hewan predator dan patogen yang bersifat sebagai musuh alami seperti cendawan , bakteri dan virus yang menjadi agensia hayati dalam pengendalian biologi  mutlak diperlukan

Teknologi Digital Dalam Sistem Peringatan Dini OPT

Tindakan dalam mendeteksi keberadaan suatu OPT  secara dini menjadi prioritas mutlak yang  dilaksanakan  dengan rotasi 1 bulan sekali (dalam kondisi normal) yang dilakukan oleh petugas pengamat OPT (petugas Early Warning System)  sececara otomasi (tecnical digital) dengan cara menginput hasil pengamatan  menggunakan dawai (gadget), kemudian data langsung bisa diexport ke sistem networking PT. AAL Tbk pada hari itu juga. Melalui sistem networking, hasil pengamatan langsung terinformasi dalam alamat web yang bisa dibaca oleh karyawan yang memiliki akses. Pada kondisi hasil deteksi OPT dalam kategori serangan SEDANG dan BERAT maka sistem akan langsung melakukan informasi aktif dengan notifikasi melalui mobile phone kepada petugas/ karyawan yang sudah didaftarkan sebelumnya. Hal ini agar respon terhadap tindakan pengendalian lebih cepat dilakukan.

Baca Juga :   6 Lembaga Sepakat Membangun Techno Park Sawit di Pelalawan

Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ledakan hama yang terjadi, PT. AAL Tbk, meningkatkan metode-metode dalam sistem peringatan dini secara digital yang sudah ada dengan penambahan fitur-fitur statistik didalamnya berupa  program untuk dapat memprediksi/ meramalkan kemungkinan peledakan hama, dan juga mengetahui lokasi dan distribusi pola sebaran hama yang terjadi didalam areal hal ini untuk lebih memudahkan dalam pengaturan dan tindakan pengendalian.

Dalam pelaksanaan deteksi dini, tidak saja OPT yang diamati tetapi juga komponen layanan ekosistim. Informasi fluktuasi antara populasi OPT dan kelimpahan populasi musuh alami seperti serangga parasitoid dan predator, patogen yang menyebabkan penyakit pada serangga hama , area penutupan tanaman bermanfaat seperti : Turnera subulata, Turnera ulmifolia, Antigonon leptopus  yang berfungsi menyediakan pollen dan nektar bagi perkembangan serangga parasitoid dan predator dan burung hantu sebagai predator menjadi dasar untuk mengetahui kelimpahan dan dominansi suatu  OPT dan musuh alami serta aktivitas dan kemampuan daya parasitasi dan predasi serangga parasitoid dan predator, demikian juga halnya dengan  indeks keragaman, kemeratan dan dominansi serangga bermanfaat sebagai musuh alami menjadi informasi penting dalam mengelola OPT dan layanan ekosistem agar tercipta keseimbangan sehingga kehadiran OPT dapat ditekan.

Baca Juga :   Membangun Pelembagaan Koperasi Petani

 

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like