ARTrac Permudah Panen Sawit

ARTrac dapat menjadi pilihan untuk membantu pengangkutan hasil panen. Menggunakan ban yang dirancang supaya lincah di segala medan dan cuaca.

Pada prinsipnya alat angkut digunakan di perkebunan terutama sawit yaitu untuk memudahkan pemindahan Tandan Buah Segar (TBS) darikebun kelokasi pelangsiran agar lebihefektif. Namun, alat yang beredar di pasaran belum tentu efektif dan efisien dioperasikan untuk menunjang kemudahan pelangsiran.

PT Aneka Ragam Teknik memproduksi ARTrac yang  didesain khusus untuk memudahkan kegiatan transportasi panen sawit dari kebun kelokasi pelangsiran diproduksi yang efektif dan efisien. ARTrac adalah singkatan dari “Articulated Tractor”

Direktur Pemasaran PT Aneka Ragam Teknik, Danny Koh mengatakan pihaknya menghadirkan alat pengangkut sawit dengan melihat kekurangan aspek yang ada pada alat-alat yang beredar dipasaran saat ini. Salah satu contoh adalah unit Dump Truk yang mengunakan system kemudi (steering system) Tie Rod System yang lebih cocok untuk jalan yang mulus sementara kondisi jalan di kebun belum tentu semuanya bagus dan mulus. “Kami mengisi kekurangan dengan alat yang di produksi. Alat kami untuk mengangkut TBS dari kebun ke Tempat Pengumpulan Hasil (TPH) dan dari TPH ke Dump Truck selanjutnya dibawa ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS),” ujarnya, saat ditemui di acara pameran akhir Agustus lalu, di Jakarta.

Baca Juga :   Memasuki Usia ke-52 Tahun, Hasnur Group Bersiap IPO

Menurut Danny, Indonesia merupakan tempat yang paling banyak kebun Sawit di dunia dan pada saat ini, industry ini mulai kesulitan mencari tenaga kerja untuk menunjang kegiatan lapangan. Maka sangat perlu untuk peralihan kesegi mekanisasi di industri kelapa sawit ini. Salah satuaspek program mekanisasi yang diolah adalah dari sisi pengangkutan TBS dari kebun sawit ke TPH dan ke Pabrik Kelapa sawit yang effisien.

Pengangkutan TBS sawit termasuk salah satu dari tiga mata rantai terpenting dalam budidaya kelapa sawit meliputi panen, angkut, dan olah. Untuk mendukung kelancaran rangkaian mata rantai semua proses harus berjalan dengan baik dan tersinkronisasi.

Dan, yang perlu dipahami TBS seger harus segera dikirim ke PKS dalam waktu tidak terlalu lama agar asam lemak bebas (FFA) tidak meningkat dan tidak menurunkan kualitas minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO). Itulah alasan utama mengapa TBS yang telah dipanen harus segera dikirim ke PKS untuk diolah lebih lanjut dalam waktu 24 jam. Semakin cepat buah diproses di PKS maka akan lebih baik pula tingkat produktivitas dan mutu CPO. (Minimal Oil Loss dan FFA)

Baca Juga :   Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 100 Tahun NKRI (Bagian CXLVI)

Untuk memudahkan pengangkutan TBS diperlukan alat yang tepatguna efektif dan efisien, salah satunya alat angkut, ART1500 yang diproduksi PT Aneka Ragam Teknik dan didistribusikan PT Kosan Niaga Makmur.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like