ANJ Dampingi Pemberdayaa Ekonomi Masyarakat Papua

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Dalam kegiatan operasinya, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) berkomitmen bahwa perusahaan dapat mencapai kemakmuran dan tumbuh sebagai bisnis ketika masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasi mendapatkan manfaat dari kehadiran perusahaan tumbuh dan berkembang bersama.

Sejak 2018, ANJ telah memulai inisiatif Program Pengembangan Bertanggung Jawab (Responsible Development/RD) untuk seluruh karyawan dengan tujuan mendorong karyawan dalam meningkatkan kontribusinya pada visi perusahaan, yaitu meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan alam.

Arianto Wibowo, Head of Community Involvement and Development (CID), ANJ, mengatakan bahwa menurut Badan Pusat Statistik, Papua Barat adalah salah satu daerah yang memiliki Indeks Pembangunan Manusia terendah di Indonesia, oleh karena itu beberapa proyek RD dilakukan untuk pembangunan ekonomi. masyarakat setempat yang tinggal di sekitar perusahaan Papua Barat (PMP, PPM, ANJ, dan ANJAP).

“Kami memiliki berbagai inisiatif melalui proyek RD dan program pelibatan dan pengembangan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat setempat dan mendapatkan manfaat dari transformasi menuju ke ekonomi yang lebih modern. Salah satu contoh proyek RD kami adalah pembentukan dan pembinaan koperasi, dimana saat ini kami sudah melakukan pembinaan kepada lebih dari 40 koperasi di semua wilayah operasi kami di seluruh penjuru Indonesia,” tambah Arianto dalam rilis yang diterima, Selasa (13/07/2021).

Setiap tanggal 12 Juli diperingati sebagai Hari Koperasi Nasional.dan sebagai bukti lebih lanjut dari proyek-proyek Pengembangan Bertanggung Jawab di Papua Barat salah satunya adalah Koperasi Simpan. Latar belakang terbentuknya Koperasi Simpan adalah dikarenakan fasilitas perbankan berada jauh dan sulit diakses oleh masyarakat setempat di dekat perkebunan PMP dan PPM, dimana bank terdekat berjarak lebih dari 90 km dengan kondisi jalan yang buruk dan biaya transportasi bisa mencapai Rp2,5 juta untuk sekali jalan. Untuk menghindari biaya tinggi, masyarakat cenderung menggunakan jasa perantara untuk membawa uangnya ke bank. Hal ini tentunya berisiko karena telah terjadi kasus pencurian oleh perantara.

Melihat permasalahan yang cukup signifikan tersebut, ANJ mencetuskan gagasan untuk mendirikan Koperasi Simpan. Koperasi ini menyediakan akses ke layanan perbankan yang aman, murah, dan cepat yang melayani karyawan dan masyarakat setempat. Pada tahun 2018, didirikanlah Koperasi Papua Sejahtera Mandiri di PPM dan Koperasi Mandiri Tunas Karya di PMP sebagai proyek Pengembangan Bertanggung Jawab.

Selama setahun terakhir, Koperasi Simpan ini tumbuh secara eksponensial, dan layanan transfer meningkat lebih dari tiga kali lipat dalam satu tahun dengan total dana transfer tahunan lebih dari Rp27 miliar.

Pada tahun 2020, koperasi berhasil mengumpulkan modal yang memadai untuk membuka toko serba ada yang menyediakan barang-barang dengan harga terjangkau. Toserba ini mulai beroperasi pada bulan Mei di PPM, dan di bulan September di PMP. Koperasi Simpan ini bukan hanya menyediakan layanan keuangan yang diperlukan, tetapi juga menyediakan barang-barang rumah tangga dengan harga terjangkau bagi karyawan, masyarakat, dan kontraktor.

Nunik Maharani, Group Head Sustainability and Corporate Communications ANJ, mengatakan, “Kami meyakini pertumbuhan berkelanjutan untuk kemakmuran berarti membangun kemitraan dan peluang dengan masyarakat setempat. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan dampak positif dari kegiatan ekonomi kami, memastikan bahwa masyarakat setempat tidak terpinggirkan dari manfaat pertumbuhan dan peluang ekonomi.”

Kisah sukses lain di Papua Barat adalah Koperasi Transportasi, pengangkut TBS, yang telah menghasilkan pendapatan yang cukup untuk menopang biaya sekolah dan beasiswa bagi pelajar, sehingga semakin menunjukkan nilai koperasi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian.

Koperasi Transportasi dibentuk pada tahun 2019 untuk tiga komunitas di PPM dan PMP di Papua Barat. Koperasi Transportasi dimulai dengan lima truk untuk mengangkut tandan buah segar, pupuk, dan bahan bangunan dengan tujuan memberikan layanan transportasi kepada Perusahaan serta menjadi peluang mata pencaharian baru bagi masyarakat sekitar. Koperasi ini dibangun dengan prinsip memberdayakan masyarakat dengan pengetahuan, kapasitas, dan keterampilan untuk mengelola usaha sendiri.

42 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like