Anggota DPR Minta Pemerintah Menyisir Potensi Pengembangan Komoditas Pertanian Berbasis Pedesaan

Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin mengatakan, potensi pertanian berbasis pedesaan masih sangat besar untuk dikembangkan baik secara produk maupun wisatanya. Menurutnya, potensi-potensi yang muncul berbagai inovasi baru di bidang pertanian yang kemudian menjadi pusat perhatian masyarakat saat ini kebanyakan secara alamiah. Mestinya ini bisa dibentuk dengan inisiasi intensif pemerintah di kementerian teknis, untuk menemukan inovasi yang menghasilkan komoditas unggul.

“Keragaman hayati negeri ini sangat besar sekali jumlahnya. Dan dari segi kualitasnya, sudah banyak sekali masyarakat dunia mengakui terutama buah eksotis dari Indonesia,” kata Akmal dalam siaran persnya kepada Parlementaria, Minggu (15/8/2021). Meski demikian, Akmal memberi apresiasi terhadap tindakan pemerintah yang berbenah diri untuk mempersiapkan sarana industri porang di Madiun, Jawa Timur, bahkan menteri hingga presiden memberikan perhatian kepada potensi porang.

Namun potensi porang ini bukanlah inisiasi pemerintah ketika komoditas ini ternyata memiliki potensi luar biasa dengan nilai ekspor porang pada 2020 sebesar Rp923,6 miliar, ke beberapa negara tujuan mencakup China, Thailand, Taiwan, Vietnam, Myanmar, dan Jepang. Akmal berharap, adanya temuan-temuan baru yang menjadikan komoditas unggulan negeri ini muncul berbagai jenis dan potensi itu ada karena di pedesaan negeri ini sangat banyak sekali harta kekayaan hayati yang belum dieksplorasi.

“Saat ini telah muncul beberapa desa wisata yang menyajikan keindahan alamnya yang dipadu dengan komoditas pertanian lokal terutama komoditas hortikulturanya seperti kebun bunga, buah atau sayur mayur. Untuk desa wisata berbasis tanaman pangan, tegalan sawah juga menjadi track bagi pecinta jogging dan pesepeda juga telah muncul. Peran pemerintah daerah di sini sangat penting, tetapi sinergi dengan pemerintah pusat terutama di kementerian masih perlu terus dikuatkan,” ucap Akmal.

Politisi Partai Keadilan Sosial (PKS) ini menyarankan, di bagian litbang pertanian, selain fokus menemukan bibit unggul berbagai persilangan, ada juga unit khusus untuk meneliti berbagai jenis komoditas pertanian yang memiliki potensi besar menjadi produk unggulan. Salah satu contoh, porang ini kan sudah ada puluhan tahun lalu. Akan tetapi namanya begitu baik karena ada potensi besar ternyata komoditas ini memiliki berbagai keunggulan yang sangat diminati masyarakat luar negeri.

“Negeri ini kekayaannya tidak terbayangkan besarnya. Saya berharap, ada efektifitas kinerja pemerintah dengan dukungan anggaran yang ada, di masa depan ada lompatan-lompatan di bidang pertanian berbasis pengembangan pedesaan, menemukan komoditas unggulan baru, sehingga negara ini dapat maju terpandang di dunia internasional yang ditumpu dari sektor pertaniannya,” tutup legislator asal Sulawesi Selatan II ini. 

Sumber: dpr.go.id

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like