Anak Usaha Sinarmas Agri Perluas Program DMPA di Riau

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – PT Bumipalma Lestaripersada, anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food memperluas jangkauan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) ke sembilan desa di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Langkah ini diambil perusahaan untuk meminimalisir potensi dan dampak kebakaran lahan dan hutan (KARLAHUT).

“Saya mengajak seluruh pihak untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan dan penanganannya. Tindakan pencegahan dan penanganan KARLAHUT perlu dilakukan melalui sinergi yang melibatkan para pemangku kepentingan seperti pemerintah, masyarakat dan perusahaan,” jelas Franciscus Costan, CEO Sinar Mas Agribusiness and Food Riau dalam keterangan resmi

Franciscus Costan menjelaskan bahwa sejak awal 2019, sudah melihat titik panas dalam jumlah yang cukup banyak dan tersebar di Provinsi Riau. Program DMPA di Riau mendapatkan apresiasi dan dukungan dari unsur pimpinan kecamatan (UPIKA) tiga wilayah yaitu Kecamantan Enok, Kecamatan Keritang, Kecamatan Kempas yang melingkupi sembilan desa.

Baca Juga :   Selama IPOC, Socfindo Tampilkan Kerajinan Tangan Dari Limbah

Desa-desa yang tergabung dalam program DMPA sampai dengan saat ini adalah Desa Suhada, Desa Sunga Rukam, Desa Nusantara Jaya, Desa Lintas Utara, Desa Karya Tani, Desa Bagan Jaya, Desa Pabenan, Desa Pengalihan dan Desa Sebrang Sangar.

Pelaksanaan program DMPA di Indragiri Hilir akan berlangsung dari 2018 sampai dengan 2020. Pada tahun pertama, pendampingan akan berfokus pada pembentukan dan penguatan lembaga Masyarakat Siaga Api (MSA). Pada tahap ini, masyarakat akan melakukan berbagai rangkaian kegiatan seperti pembuatan peta indikatif batas desa dan area rawan kebakaran secara partisipatif, peningkatan kapasitas MSA melalui penyuluhan, sistem patroli, deteksi dini dan tindakan pemadaman awal, serta sosialisasi pencegahan dan pengendalian KARLAHUT kepada siswa sekolah dan masyaraka

Masyarakat, pemerintah daerah setempat bersama perusahaan memberikan komitmen untuk bekerja sama dalam menanggulangi potensi dan bahaya KARLAHUT. Komitmen tersebut tertuang dalam sebuah kesepakatan bersama yang telah ditandatangi oleh para pemangku kepentingan pada Rabu, 30 April 2019.

Program DMPA menggabungkan tiga elemen penting yaitu penguatan kelembagaan masyarakat dalam pengendalian KARLAHUT, peningkatan ketahanan pangan masyarakat serta konservasi sumber daya alam.

Baca Juga :   Elektrifikasi Pedesaan Berbasis Biomas Kebun Sawit dan Dana Ketahanan Energi (Bagian II)

Pada 2018, perusahaan telah menggandeng lima desa di Indragiri Hilir untuk ikut berpartisipasi dalam program pencegahan dan penanganan kebakaran tersebut. Pada tahap kedua, perusahaan kembali menggandeng empat desa lainnya untuk secara partisipatif mengambil peran aktif dalam mencegah bahaya KARLAHUT sekaligus memberdayakan masyarakat untuk dapat melakukan teknik budidaya pertanian yang ramah lingkungan (tanpa membakar).

Pada tahun kedua dan ketiga, program DMPA selain melanjutkan penguatan kelembagaan MSA desa, program dilanjutkan dengan membentuk kelompok tani dan pengembangan pusat kegiatan belajar masyarakat untuk melaksanakan sistem Pertanian Ekologis Terpadu yang ramah lingkungan.

“Masyarakat Siaga Api (MSA) memiliki peran penting dalam keberhasilan program DMPA. MSA adalah garda terdepan dalam upaya pencegahan dan penanganan awal kebakaran. Oleh karena itu, kegiatan seperti penyuluhan, sosialisasi, patroli, deteksi dini, maupun penanganan pemadaman awal apabila terjadi kebakaran sangat penting untuk diperhatikan. Selain itu, para relawan MSA wajib dibekali dengan pembinaan dan pelatihan yang baik serta peralatan penanganan kebakaran yang memadai,” jelas Franciscus.

Baca Juga :   Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CCXCVII)

Selain memberikan pendampingan dalam penguatan kelembagaan masyarakat untuk pencegahan dan pengendalian KARLAHUT di desa-desa binaan, secara terpisah perusahaan juga menjalankan sistem pengendalian kebakaran hutan dan lahan secara terpadu (Integrated Fire Management System, IFMS). Saat ini, PT BPLP memiliki 45 personil terlatih yang dinamakan Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (KTD). Perusahaan juga telah membangun infrastruktur sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang memadai, melengkapi sarana dan prasarana pemadam kebakaran sesuai regulasi Permentan No. 5 Tahun 2018, serta mengembangkan metode peringatan dan deteksi dini kebakaran hutan dan lahan.

2 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like