Akademisi: Label No Palm Oil Rugikan Industri Sawit

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Pencantuman label No Palm Oil tidak diperbolehkan karena melanggar regulasi pemerintah dalam UU Pangan dan Peraturan BPOM RI (Badan Pengawas Obat dan Makanan. Untuk itu, pemerintah harus menindak tegas produsen makanan yang mencantumkan label No Palm Oil di kemasannya. Pemakaian  label No Palm Oil merupakan bagian kampanye hitam yang bertujuan menekan daya saing sawit.

“Pencantuman label No Palm Oil jelas melanggar regulasi pemerintah seperti UU Pangan dan peraturan BPOM. Seharusnya, pemerintah melalui BPOM dapat menindak tegas perusahaan yang mencantumkan label No palm Oil,” jelas Posman dalam Dialog Webinar Majalah Sawit Indonesia bertemakan “Kontribusi Sawit Bagi Pemenuhan Gizi Indonesia dan Dunia”, Selasa (23 Februari 2021).

Dialog ini menghadirkan empat pembicara lainnya yaitu Prof. Purwiyatno Hariyadi, Guru Besar IPB University, Dr. Dhian Dipo, Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes RI, Prof. Sri Raharjo, Guru Besar UGM, Fajar Marhaendra, R&D Product Application Manager APICAL Group (PT Asianagro Agungjaya)

Posman menuturkan bahwa sawit ini merupakan minyak masa depan sebagai golden crop. Produktivitasnya sangat tinggi dibandingkan minyak nabati lain. “Produktivitas minyak sawit tiga sampai empat kali lebih tinggi daripada minyak kedelai dan bunga matahari,” ujar dia.

Dia menambahkan bahwa kampanye negatif terhadap sawit kian gencar karena harganya murah dan tidak sebagus dengan minyak nabati lain.” Akhirnya muncul isu minyak sawit penyebab penyakit jantung dan kegemukan, sehingga minyak sawit dilabeli tidak menyehatkan,” ujar Posman.

Isu ini dibesar-besarkan oleh masyarakat Uni Eropa untuk mendiskreditkan kelapa sawit. “(Kekurangan) kecil minyak sawit  itu dibesar-besarkan untuk menutupi kelemahan minyak nabati milik mereka (Eropa),” tegas dia.

Selain itu, kata dia, sawit menjadi backbone agro industri di Indonesia dan Malaysia. Hampir 30 juta orang menggantungkan hidupnya dari industri sawit dari hulu hingga hilir. “Industri ini berkontribusi terhadap lapangan kerja dalam negeri,” jelasnya.

 

4 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like