Trend Serangan Ganoderma Meningkat, Apa Yang Salah ??

Penulis: Heri DB (Bagian Pertama-bersambung)

Ancaman besar perkebunan kelapa sawit saat ini adalah jamur patogen yang disebut Ganoderma, tepatnya adalah Ganoderma boninense yaitu jamur yang menyerang batang tubuh sawit. Cendawan ini mengakibatkan penyakit Busuk Pangkal Batang (BPB) atau Basal Stem Rot yang sangat mematikan. Dalam stadium berat dapat menghancurkan populasi tanaman sampai 40%.

Gejala serangan ganoderma mulai dari  hanya layu seluruh daun atau daun tombak tidak membuka sempurna sebanyak 3 tombak atau daun tua sengkleh mengelilingi batang menyerupai rok wanita sampai terbentuknya tubuh buah jamur mulai sebesar kancing baju sampai sebesar piring. Gejala ini menunjukkan terjadinya serangan Ganoderma.

 Tanaman sawit akan mati dalam 6–12 bulan ke depan apabila gejala yang sudah diketahui tidak ada tindakan penanggulangan.  Banyak tanaman sakit tumbang sebelum badan buah jamur Ganoderma terbentuk terutama pada tanaman muda. Jaringan batang dan akar yang terinfeksi berwarwa kuning kecoklatan, selanjutnya menjadi rapuh dan pipih bila dipegang. Pada tanaman yang sudah terinfeksi dengan gejala diatas, maka sebelum mati atau tumbang tetap menghasilkan tandan buah tetapi jumlahnya sudah jauh berkurang dibandingkan tanaman masih sehat.

Pola sebaran penyakit tidak beraturan tetapi tanaman sehat cenderung berkelompok menjadi beberapa pohon, namun jika salah satu pohon terserang dalam kategori berat atau bahkan tumbang. Maka ada kecenderungan tanaman di sekelilingnya juga kena serangan yang pada akhirnya akan mati dan tumbang.

POTENSI KERUGIAN EKONOMI

Ganoderma adalah jamur patogen yang tidak bisa dilihat secara kasat mata tetapi daya rusaknya terhadap tanaman luar biasa. Oleh karena itu jamur patogen ini layak disebut jamur Perusak Populasi Tanaman (jamur PPT). Bagaimana tidak, kasus nyata didaerah endemik Ganoderma populasi awal tanaman 143 pokok/ha dan setelah tahun ke 15 populasi tinggal 80 pokok/hektare (tanaman mati hampir 45%) atau kematian rata-rata 3% per tahun, ini berarti umur ekonomis tanamanpun tinggal 50% dari seharusnya karena harus di-replanting atau tanam ulang.

Oleh karena itu, Ganoderma kalau tidak dikendalikan secara terprogram dan komprehensif akan menjadi bencana nasional perkebunan kelapa sawit Indonesia. Berikut kalkulasi sederhana resiko kerugian ekonomi dari setiap kematian pokok akibat serangan Ganoderma dalam satu estate seluas 10.000 ha :

  1. Potensi kerugian ekonomi per pokok (pk) tanaman per tahun (th) adalah 200 kg/pk/th x Rp 1500 /kg = Rp 300.000 /pokok/tahun (300 ribu rupiah)
  2. Berarti kematian rata-rata 10 pokok per hektar dalam satu estate 10.000 hektar adalah Rp 300.000/pk/th x 10 pokok/ha x 10.000 ha = Rp 30.000.000.000 (30 miliar)

Demikian juga kalau dilihat dari nilai investasi pokok tanaman dapat dihitung dengan sederhana sebagai berikut :

  1. Nilai setiap pokok adalah 200 kg/pk/th x 20 tahun x harga TBS Rp 1500/kg adalah sama dengan 6 juta per pokok.
  2. Artinya mati 10 pokok saja sudah sama nilainya dengan replanting 1 ha (biaya replanting saat ini  +/-  60juta per ha)

Gambaran diatas adalah kalkulasi nyata yang memberikan pesan bahwa penyakit ini akan memporakporandakan rencana jangka panjang perusahaan kalau tidak ditangani secara serius, oleh karena itu WAJIB bagi setiap planter atau pemilik kebun membuat program pengendalian yang nyata dengan memberi alokasi anggaran seperti layaknya pemupukan yang wajib bagi pertumbuhan dan kesehatan tanaman.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like