4 Negara Pembeli Sawit Terbesar di Bulan Juli

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Sepanjang bulan Juli, ekspor produk sawit dan turunannya menunjukkan tren positif yang meningkat menjadi 2,74 juta ton. Kenaikan ini ditopang sebagian besar ekspor produk olahan mencapai 2,11 juta ton. Tren ini terangkum dalam data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) yang diterima redaksi.

Mukti Sardjono, Direktur Eksekutif GAPKI, menyebutkan peningkatan ekspor sawit terjadi di empat negara tujuan utama ekspor yaitu India, Tiongkok, Pakistan, dan negara EU-27. Pembelian terbesar datang dari negara EU-27 yang naik menjadi 509,7 ribu ton (+139,2 ribu ton). Disusul Pakistan menjadi 277,2 ribu ton (+119,4 ribu ton), India menjadi 231,2 ribu ton (+122,5 ribu ton), dan China menjadi 522,2 ribu ton (+104,1 ribu ton).

“Ekspor minyak sawit bulan terbesar pada olahan CPO sebesar 548 ribu ton menjadi 2,11 juta ton, dan CPO yang naik 104 ribu ton menjadi 151 ribu ton,” ujar Mukti Sardjono.

Kendati demikian, secara YoY sampai dengan Juli, volume ekspor 2021 mengalami sedikit penurunan sebesar 0,6% lebih rendah dari tahun 2020. Nilai ekspor produk minyak sawit bulan Juli 2021 mencapai US$ 2.802 juta, naik US$ 684,5 juta dari bulan Juni 2021. Kondisi ini didukung oleh kenaikan harga rata-rata CPO dari US$ 1.054 pada bulan Juni menjadi US$ 1.124/ton cif Rotterdam pada bulan Juli 2021.

Di dalam negeri, konsumsi menjadi 1.444 ribu ton atau 13,1% lebih rendah dari bulan Juni. Penurunan terbesar pada konsumsi untuk biodiesel menjadi 556 ribu ton (-121 ribu ton) dan untuk pangan menjadi 708 ribu ton (-95 ribu ton) sedangkan untuk oleokimia hanya turun 2 ribu ton menjadi 180 ribu ton.

Secara YoY, konsumsi dalam negeri 2021 naik 6,9% lebih tinggi dari tahun 2020. Produksi CPO bulan Juli mencapai 4.056 ribu ton, turun 426 ribu ton dari produksi bulan Juni yang disebabkan faktor musiman. Produksi PKO bulan Juli juga turun menjadi 385 ribu ton dari 426 ribu ton pada bulan Juni.

Meskipun demikian, tren produksi selama tahun 2021 adalah naik dengan laju rata-rata 177 ribu ton per bulan. Secara YoY, produksi CPO sampai bulan Juli lebih tinggi 4,6% dari tahun 2020. Stok akhir bulan Juli naik 49 ribu ton menjadi sebesar 4,54 juta ton.

7 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like