Palmex Indonesia 2013 : Menjadi Event Berskala Internasional

Memasuki tahun ke-5, Palmex 2013 tetap diikuti kalangan supporting industri sawit penuh antusias. Menampilkan produk terkini yang berkaitan dengan teknologi di pabrik kelapa sawit dan refineri. 

PT Fireworks Indonesia membawa 90 peserta pameran dari tujuh negara di ajang Palmex Indonesia 2013 di Medan. Susan Tricia, Direktur Utama PT Fireworks Indonesia sebagai penyelenggara Palmex Indonesia 2013, menjelaskan peserta pameran ini berasal dari industri hulu serta hilir sawit, dan industri pendukung lainnya.  Dengan memilih tempat berada di  Medan yang menjadi sentra perkebunan sawit di Indonesia akan membantu pelaku industri untuk mengetahui perkembangan terbaru.

Palmex Indonesia 2013 diselenggarakan mulai 2-3 Oktober 2013. Peserta pameran yang datang membawa berbagai produk pilihan teknologi dan solusi terbaru yang dibutuhkan dalam pengolahan industri kelapa sawit. Teknologi ini akan mendorong peningkatan efektifitas dan efisiensi kerja pabrik kelapa sawit dan membantun untuk mengetahui produk instrumen industri sawit yang ramah lingkungan.

Susan Trician menjelaskan partisipasi industri kelapa sawit untuk menghadiri pameran ini semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini dapat terlihat dari kian banyaknya perusahaan  berpartisipasi di pameran ini dan kenaikan jumlah pengunjung setiap tahunn.

Dengan kehadiran Palmex Indonesia 2013 akan membantu pekerja perusahaan kelapa sawit khususnya divisi purchaser dan engineer apabila ingin meng-update teknologi mesin lama dengan yang baru. Selain itu, akan membantu performa pabrik dan membangun  hubungan bisnis antar pelaku industri sawit. 

Selain pameran terdapat pula “Indonesia International Palm Oil Conference (IIPOC) 2013”, yang digelar bersamaan dengan pameran Palmex Indonesia 2013. Konferensi bertemakan “Revealing the new chapter in the world”s largest palm oil industry” yang menampilkan pembicara dari dalam dan luar negeri yang berkompeten dibidangnya. Industri kelapa sawit Indonesia akan membahas penerapan sertifikasi ISPO sebagai standarisasi dan meningkatkan daya saing produk kelapa sawit dari hulu hingga hilir. .

Salah satu pembicara yang hadir adalah Rosediana Suharto, Ketua Harian Komisi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) sebagai salah satu pembicara IIPOC 2013, mengatakan industri kelapa sawit Indonesia memasuki babak baru dengan penerapan sertifikasi standarisasi ISPO.

ISPO ini bersifat mandatori yang akan  meningkatkan daya saing produk sawit Indonesia dari hulu hingga hilir. Aturan ini diluncurkan pada Maret 2011 di mana, komisi ISPO telah membuat lebih banyak mekanisme berbasis regulasi dan Tim Kerja Teknis ISPO telah selesai menjadikan ISPO sebagai salah satu sistem sertifikasi menyeluruh.

Hingga tahun ini,  Komisi ISPO telah memberikan sertifikat kepada 19 perusahaan perkebunan dan menyetujui 9 lembaga sertifikasi. Ditargetkan hingga akhir tahun 2013 akan ada lebih dari 50 perusahaan telah disertifikasi

Sertifikasi ISPO menjadi tantangan bagi industri sawit nasional. ISPO merupakan kewajiban perusahaan atau plasma untuk menerapkan praktik-praktik pertanian yang baik dan berkelanjutan. Sertifikasi ISPO sekaligus menepis tudingan bahwa industri kelapa sawit Indonesia tidak ramah lingkungan.

Sebelum ada ISPO, Indonesia mengacu ke Rountable Sustainable Palm Oil (RSPO) sebagai standar sawit berkelanjutan. Hanya selama itu juga ternyata RSPO tidak memberikan sesuatu yang positif bagi kepentingan Indonesia.

Meski berjalan lancar, beberapa peserta pameran mengeluhkan jumlah peserta kurang banyak dibandingkan tahun kemarin. Salah satu peserta yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan penurunan jumlah peserta bisa juga disebabkan penyelenggara kurang berpromosi kepada perusahan perkebunan sawit di sekitar Sumatera Utara. Faktor lain adalah lesunya industri kelapa sawit sebagai dampak penurunan harga CPO.  

Namun, Indrakiki, Direktur PT Suryanata Cipta Mandiri, mengatakan sebagai peserta pameran dirinya cukup terbantu dengan Palmex Indonesia 2013 untuk menampilkan produknya yang berupa tanki penyimpanan. Sebab, produk ini sedang dikembangkan untuk digunakan di industri kelapa sawit.(Qayuum)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.