Mekanisasi Sawit Berbasis Industri Dalam Negeri

Indonesia boleh saja berbangga hati  menjadi produsen utama kelapa sawit di dunia, pada kenyataannya kebutuhan mesin untuk pabrik kelapa sawit masih harus diimpor. Dibutuhkan inovasi tinggi dan kerjasama antar dunia industri supaya kebutuhan mesin tadi dapat dihasilkan dari dalam negeri.

Kuliah umum yang digelar oleh Fakultas Teknik Industri Universitas Trisakti begitu ramai dipadati puluhan mahasiswa. Bertempat di aula auditorium Lantai 8, kegiatan ini menghadirkan Arlimda Arkeman selaku Managing Director PT Agrisarana Jaya Perkasa yang juga alummi Universitas Trisakti ini.

Dalam presentasinya, Arlimda Arkeman memaparkan kemampuan Indonesia untuk menjadi produsen nomor satu CPO dunia, ternyata belum mendorong perkembangan produksi mesin industri buatan dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan industri sawit. Sebagian besar mesin tadi masih dipasok dari manufaktur dari luar negeri seperti Eropa, Amerika, dan Cina.

Menurut Arlimda, kalangan manufaktur di dalam negeri idealnya dapat memproduksi mesin dan alat berat yang sesuai dengan kondisi maupun kebutuhan perkebunan di Indonesia. Sebagai contoh, lulusan Fakultas Teknik Industri  Universitas Trisakti ini menjelaskan kondisi lahan yang berada di luar negeri seperti di Eropa, Amerika, dan Cina jelas berbeda dengan situasi lahan perkebunan dalam negeri. Itu sebabnya, belum tentu mesin alat berat dari sana cocok digunakan bagi kebutuhan perkebunan di Indonesia. Artinya, proses mekanisasi yang berlangsung di perkebunan justru mengikuti mesin-mesin yang sesuai dengan kebutuhan di negara asalnya.

Andy Cahyaputra Arya, Wakil Dekan IV Fakultas Industri, menjelaskan  Indonesia memang menjadi negara yang potensial dalam mengembangkan mekanisasi di perkebunan. Apalagi, seiring dengan pertumbuhan industri perkebunan di Indonesia maka seharusnya diikuti perkembangan mekanisasi juga dalam perkebunan.  

“Ada masanya, kita harus memproduksi mesin-mesin mekanisasi sendiri yang sesuai dengan kebutuhan perkebunan di Indonesia secara bertahap. Yaitu alat yang lebih spesifik dan belum ada di pasaran. Tapi tentunya, itu butuh tahapan yang cukup lama,” Andy Cahyaputra.

Dari Trisakti untuk Indonesia

Jurusan Teknik Mesin Fakultas teknik Industri  Universitas Trisakti rencananya akan mengadakan kompetisi ide kreatif, inovatif dan kritis perihal mesin-mesin yang mendukung proses mekanisasi di perkebunan dan perusahaan kelapa sawit (PKS).

Rianti Dewi, Ketua Jurusan Teknik Mesin FTI Trisakti mengatakan, idealnya universitas memang harus menyumbang pengetahuan ke masyarakat dari riset kreatifnya. Dengan demikian, laboratorium pendidikan ini bisa menjadi fasilitator untuk membangun ekonomi suatu negara.

 “Jadi, universitas itu benar-benar menjadi laboratorium negara. Dan penelitian yang dilakukan itu memang harus sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Rianti ketika ditemui SAWIT INDONESIA di ruang kerjanya.

Rianti juga menambahkan, bahwa perkembangan mekanisasi nantinya juga jangan dijadikan suatu hal yang mesti ditakuti. Sebab, dengan adanya perkembangan mekanisasi dalam negeri berarti produk CPO juga akan bisa lebih berkualitas. (Hendro R)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.