Sprinkler, Efektif Bantu Pembibitan Sawit

Kegiatan pembibitan sawit sangat penting untuk mendapatkan hasil produksi buah sawit yang optimal. Salah satu faktor penting, kegiatan penyiraman air selama proses pembibitan berlangsung.  Dengan sprinkler, pekebun dapat menyemprotkan air sesuai kadar volume air yang dibutuhkan bibit.

PT Daya Santosa Rekayasa merupakan perusahaan khusus bergerak di bidang irigasi. Salah satu layanannya, penyediaan perlengkapan irigasi, suku cadang beserta kelengkapannya dan konsultasi pengembangan sistem irigasi.

Poerwantono General Manager PT Daya Santosa Rekayasa  (DSR) menjelaskan kegiatan penyiraman bibit sawit dapat menggunakan selang tetapi sulit dilakukan untuk areal yang sangat luas terutama perusahaan perkebunan kelapa sawit. Umumnya, perusahaan kelapa sawit yang memiliki luas 2.500 hektare akan menyediakan lahan seluas 25 hektare bagi areal pembibitan sawit. 

Dia mengatakan kegiatan pembibitan sawit biasa dilakukan sebelum pembukaan lahan baru, setidaknya butuh waktu setahun sebelum bibit dipindahkan ke lokasi kebun. Dalam kegiatan pembibitan inilah, biasanya bibit sawit yang berada di polybag akan disiram secara rutin. Alat siram ini bernama sprinkler. 

Sebagai informasi, sprinkler merupakan alat yang dapat menyemprotkan air untuk volume dan radius penyiraman pada tekanan tertentu. Sprinkler ini dapat berputar dan  tetap karena nozzle maupun pipa yang berputar.

Beberapa tahun lalu, pelaku perkebunan kelapa sawit memakai selang bocor untuk menyirami air ke bibit sawit. Tetapi, pemakaian selang bocor ini memiliki kelemahan karena  tidak bisa digunakan di lahan yang bergelombang dan hanya cocok di lahan yang datar. 

Poerwantono memaparkan terdapat beberapa keunggulan dari sprinkler ini. Pertama, perawatan yang lebih mudah karena diameter nozzle yang agak besar jarang terjadi penyumbatan dan mudah dibersihkan dengan melepas atau memasangnya kembali. Kedua, apabila terjadi keterlambatan land clearing sprinkler masih bisa mengatasinya. Ketiga, radius penyiraman mencapai 14 mete sehingga total kebutuhan per hektare sebesar 35 sprinkler, sehingga pipa lateral lebih sedikit. Keempat, penyiraman dengan sprinkler dapat dilakukan 3 hektare sekaligus.

Tipe sprinkler

Berdasarkan tekanan kerja sprinkler terbagi tiga. Sprinkler tekanan rendah, tekanan sedang dan sprinkler tekanan tinggi. Tinggi rendahnya tekanan akan mempengaruhi dekatnya radius atau pancaran airnya. 

Untuk penyiraman di pembibitan sawit biasanya menggunakan tipe sprinkler dengan tekanan kerja sedang, yakni plastic impact sprinkler ¾ inci male (5035), double nozzle dengan kapasitas 1650 liter per  jam pada tekanan 3 Kg per cm2 dengan radius 14 meter dengan jarak antar sprinkler 15 meter.

Sementara untuk mengatasi tinggi bibit tanaman, maka dibuat riser dengan tinggi 1,3 meter sebagai tiang sprinkler diatas lateral dan untuk menahan getaran pada saat sprinkler beroperasi  dipasang kayu sebagai penahannya.

Sumber air

Poerwantono mengatakan syarat utama kegiatan pembibita sawit mesti mendapatkan lahan yang dekat dengan sumber air. Pasalnya, air memegang peranan vital supaya sistem sprinkler berjalan efektif. Suatu ketika, dia pernah mendapatkan pengalaman terdapat resapan air  yang ketika digunakan sebagai sumber air sprinkler telah habis dalam waktu setengah jam

Dalam mencari sumber air, kendalanya apabila air terlalu asam tidak baik untuk pertumbuhan bibit sawit terutama di lahan gambut. Air yang berasal dari lahan gambut dapat  mempengaruhi mesin karena cepat korosi.

Selain penjualan produk, perusahaan juga memberikan  konsultasi dan desain secara gratis. Pengalaman dan desain bisa lebih murah daripada sistem lain seperti sistem selang bocor. “ pemakaian sprinkler dilihat dari  rata penyiraman dan hasilnya, tinggi tanaman bisa sama,” kata Poerwantono.

Pendapatan Menjanjikan

 PT Daya Santosa Rekayasa  adalah perusahaan yang awalnya bergerak pada irigasi tetes pertanian untuk tanaman hortikultura dan green house. Pada 1994, perusahaan pertama kalinya  kali terjun ke sistem irigasi sprinkler dengan pengerjaan proyek PT Astra Agro Niaga. Perusahaan tersebut menargetkan luas lahan 15 ribu hektare selama satu tahun, dengan luas lahan pembibitan sawit 150 hektare.”Kendati, perkebunannya masih areal  tapi bisa selesai selama lima bulan,” ujarnya kepada Sawit Indonesia di kantornya.

Dia memproyeksikan  perkembangan industri sawit secara tidak langsung akan meningkatkan permintaan sprinkler tiap tahun. Produk sprinkler PT Daya Santosa Rekayasa telah digunakan beberapa perusahaan kelapa sawit antara lain  PT Wahana Hamparan Hijau, PT Anugerah Energitama, PT Wanasawit, PT Bina Sawit Anadai Pratama, PT Supin Jaya, PT Dian Kumala Persada, PTPN X, PTPN XII dan Medco Group.

Saat ini, lanjut Poerwantono, perusahaan sedang mengerjakan proyek sprinkler di perkebunan Tabung Haji Grup, Borneo Plantations, Julong Group. “Faktor kepercayaan menjadi faktor utama,” ujar Poerwantono.

Perusahaan memiliki omset pendapatan sekitar Rp 17 miliar-Rp  20 miliar setahun. Tahun depan pendapatan diperkirakan dapat  naik 10% dengan fokus pasar lokal. Harga alat sprinkler murah hanya Rp 95.000 per unit ditambah mesin dan pipa.  (88)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.