Penetrasi United Tractors di Sektor Perkebunan

Melesunya industri tambang sangat berdampak kepada penurunan kebutuhan alat bera. Supaya tetap bertahan, United Tractors mengalihkan fokusnya kepada penjualan di segmen perkebunan. Menargetkan kontribusi sektor agro 20-25 persen bagi total penjualan.

Sejak 2011, penurunan kinerja industri seperti batubara memukul penjualan alat berat. Sebab hampir 60 persen total penjualan alat berat diserap oleh bisnis tambang. Yoga Purnomo, General Manager PT United Tractors Tbk, menyebutkan imbas dari anjloknya industri tambang kali ini cukup besar kali ini, tak sedikit para pemain alat berat dari skala menengah dan kecil yang harus menutup usahanya.

“Sekarang ini kita memang kena imbas penurunan yang sangat tajam terutama di sektor mining, karena memang komoditinya turun, dan langsung drastis turun komoditasnya.kalau dulu penurunan market sangat tajam di tambang, tapi tidak terlalu lama kemudian naik lagi. Tapi kalau sekarang ini kan berbeda puasanya agak lama,” jelas Yoga.

Harga komoditas tambang yang diprediksi akan masih rendah dalam beberapa tahun mendatang pun membuat bisnis tambang tak lagi jadi pasar yang optimum bagi penjualannya. Menurut Yoga, kini para perusahaan alat berat yang tersisa hanya mengandalkan penggantian alat berat di industri tambang yang tersisa, karena industri tambang yang tak lagi ekspansif.

United Tractors bersiasat untuk menyasar pasar industri lain salah satunya yaitu sektor perkebunan khususnya industri sawit. Meski kebutuhan alat berat di sektor perkebunan tak sebesar tambang tetapi proses kegiatan di industri sawit butuh alat berat.

“Kalau dilihat pekerjaan yang ada di kebun yang paling membutuhkan alat berat ini berada pada proses land clearing. Kalau kebutuhan di pabrik itu sendiri tidak terlalu banyak dan pemanfaatan alatnya itu lebih banyak di land clearing. Selain land clearing, alat berat dibutuhkan dalam kegiatan perawatan jalan,” jelas Yoga.

Kebutuhan alat berat pada proses land clearing berkisar 70 persen. Sedangkan sisanya kegiatan perawatan jalan sekitar 25 persen, dan di pabrik 5 persen. Yoga juga menambahkan bahwa karakter industri yang berbeda antara sawit dan tambang   menuntut United Tractors untuk menyediakan varian produk untuk memenuhi kebutuhan industri sawit secara spesifik.

Industri sawit, menurut Yoga lebih membutuhkan alat berat yang efisien konsumsi bahan bakarnya tanpa mengurangi produktivitas yang ditargetkan namun dengan tenaga yang tak terlalu besar. Oleh karenanya sejak tahun lalu United Tractor telah memperkenalkan produk hydraulics excavator Kobelco PC-160 untuk memenuhi kebutuhan land clearing di kebun sawit.

“Karena di agro kita melihat kebutuhan tenaganya tidak diperlukan yang besar, namun untuk pekerjaan tertentu yang masih membutuhkan HP yang besar PC-160 masih bisa menggarapnya. Karena selisih HP PC 160 dengan excavator kelas 20 ton dari merek lain sangat sedikit bahkan setara,” kata Yoga.

Selain untuk proses land clearing, United Tractors juga turut menyediakan beragam produk pilihan dari mulai proses maintenence jalan hingga panen. Untuk proses maintenence jalan United Tractors memiliki Bomag yang bermanfaat dalam proses maintenence jalan di kebun baik jalan utama, jalan panen,maupun pasar pikul.

 

(Lebih lengkap baca Majalah  SAWIT INDONESIA Edisi Juni-Juli 2015)

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.