Inovasi Terdepan Teknologi Pupuk Berbasis Organik&Bio

PT Satya Agrindo Perkasa  berhasil mengembangkan teknologi produk berbasis organik dan bio  untuk membenahi kesuburan tanah dan meningkatkan nutrisi tanaman. Menjadi solusi di saat tanah jenuh dengan pemakaian pupuk kimia.

 Di saat  pekebun dan  praktisi meragukan formulasi campuran pupuk organik, anorganik, dan mikroba,  PT Satya Agrindo Perkasa sudah mengembangkan teknologi ini dari tahun 2006 untuk membantu pembenahan kesuburan tanah. Ketelitian dan kerja keras tim riset PT Satya Agrindo Perkasa dapat menjawab keraguan tersebut dengan menghasilkan beragam produk berbasis organik dan bio.

“Awalnya, banyak yang  tidak percaya bahwa kami bisa blending pupuk kimia, organik, dan mikroba. Ada yang bilang ide kami gila. Semua ini menjadi tantangan bagi kami untuk menghasilkan yang terbaik,” kata Juswar Halim, Direktur Utama PT Satya Agrindo Perkasa di Jakarta.

Semenjak awal pengembangan teknologi NPK plus organik dan hayati, perusahaan sudah memprediksi penggunaan pupuk kimia akan berkurang secara bertahap. Pasalnya salah satu penyebab penurunan kesuburan tanah akibat pemakaian pupuk kimia dalam jangka waktu panjang. Juswar menyebutkan teknologi produknya menggunakan teknologi pupuk berbasis organik & bio.  Semua unsur makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman sudah lengkap di dalam produk  PT Satya Agrindo Perkasa.

Dalam setiap perbincangan dan pertemuan dengan partnernya, Juswar menganologikan kebutuhan pupuk bagi tanaman ibarat manusia yang butuh asupan nutrisi dari makanan. Jadi manusia tidak sebatas memerlukan gizi saja melainkan bisa memproses makanan secara baik. Sehingga kesehatan dan pertumbuhan tubuh tetap terjaga.

Perkembangan  tanaman yang baik tidak hanya dipengaruhi kecukupan nutrisi. Menurut Juswar Halim, mekanisme pengolahan makanan juga berpengaruh kepada pertumbuhan tanaman. Disinilah peranan mikroba yang ditambahkan ke dalam tanah untuk membantu proses penggemburan tanah dan mengubah zat serta materi organik menjadi bentuk yang mudah diserap oleh tanaman.

Sutisna Sintaatmadja, Direktur PT Kujang Agri Mulia, menyebutkan bahan organik mampu mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Selain itu,  bahan organik juga merupakan sumber energi bagi mikroba tanah, dengan berkurangnya bahan organik maka perkembangan mikroba tanah yang menguntungkan tanaman akan berkurang juga populasinya, tapi mikroba yang merugikan tanaman akan berkembang dengan cara menyerang tanaman inangnya.

Ditambahkan Sutisna, perbaikan kesuburan tanah pada dasarnya ditujukan untuk optimalisasi sifat-sifat tanah guna meningkatkan kapasitas dalam mendukung produktivitas tanaman. Dengan penyehatan zona perakaran menjadi target baru karena terbukti memberikan manfaat ganda terhadap tanah dan tanaman. Lebih lanjut lagi, menurutnya, pemakaian bahan organik dan pupuk hayati menjadi media kondusif bagi pertumbuhan akar.

“Kecukupan bahan organik akan membuat mikroba tanah berkembang dengan baik sehingga penggunaan pupuk kimia dapat dikurangi,” tambah Sutisna.

Atas dasar inilah, PT Satya Agrindo Perkasa bekerjasama dengan PT Kujang Agri Mulia menghasilkan pupuk dengan formula  berbasis bahan organik dan mikroba unggul. Juswar Halim mengklaim produknya memakai teknologi formulasi paling terdepan dibandingkan pupuk NPK dan pupuk berbasis organik lainnya. Kalau produk lain berupa bioenzim organik dan pestisida organik. “Produk Satya Agrindo bukan sekadar pupuk biasa melainkan semua kandungan lengkap dalam satu produk mulai dari anorganik, organik dan mikroba,”dijelaskan Juswar.

(Selengkapnya baca Majalah SAWIT INDONESIA Edisi 15 November-15 Desember 215)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.