Hendryx Wahyudi, Ehs Coordinator PT Salim Ivomas Pratama Tbk: Safety, Investasi Masa Depan Perusahaan

Bagi Grup Indofood Plantation, seberapa penting keselamatan kerja diterapkan oleh perusahaan? 

Keselamatan dan kesehatan pekerja menjadi prioritas bagi Grup Indofood Plantation karena perusahaan memandang karyawan merupakan mitra kerja perusahaan sekaligus aset berharga yang dimiliki oleh perusahan. Perusahaan telah melihat bahwa implementasi safety dalam operasional bukanlah merupakan Biaya seperti yang umumnya dahulu dipahami, melainkan safety merupakan bagian dari investasi masa depan bagi perusahaan. 

Perusahaan yang berhasil menerapkan sistim manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dengan baik serta berhasil menurunkan tingkat kecelakaan kerja, sejatinya perusahaan mampu menurunkan biaya operasional perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya dengan tidak ada karyawan yang mengalami kecelakaan kerja maka perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya ekstra akibat kecelakaan tersebut antara lain mencegah terproduksinya produk yang cacat karena ditangani oleh karyawan pengganti yang tidak kompeten. Ada keluhan dari pelanggan karena produk tidak sesuai dengan spesifikasi, kewajiban membayar upah pekerja pengganti, membayar lembur, biaya perawatan di rumah sakit, Biaya dan waktu untuk memberikan pelatihan kepada karyawan pengganti, dll). Selain itu, keberhasilan perusahaan dalam implementasi sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja juga akan dapat  mencegah kehilangan karyawan yang potensial yang dimiliki oleh perusahaan akibat kecelakaan, sehingga Good safety is Good Bussiness.

Langkah apa yang dilakukan perusahaan untuk mencegah insiden/kecelakaan kerja?

Untuk mencegah dan meminimalisir resiko akibat kecelakaan/insiden yang mungkin timbul dalam operasional perusahaan, maka perusahaan berinisiatif untuk menerapkan sistim keselamatan dan kesehatan kerja dengan mengadopsi pada Ocupational Health and Safety Management System (OHSAS 18001:2007). Dengan diterapkannya sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja ini maka perusahaan memiliki alat untuk mengukur, mengevaluasi dan mengendalikan setiap bahaya dan resiko yang ada dalam kegiatan operasional perusahaan. Sehingga perusahaan memiliki pijakan dan metode yang tepat dalam melakukan langkah-langkah yang diperlukan dalam mengantisipasi munculnya potensi insiden/kecelakaan menjadi kecelakaan kerja.

Seperti apa prioritas pengendalian bahaya yang dijalankan perusahaan?

Dalam melakukan pengendalian bahaya dan resiko, perusahaan mengikuti kaidah/hirarki pengendalian di dalam model urutan, dengan prioritas pengendalian dimulai dari langkah pengendalian dalam urutan pertama kemudian menuju ke prioritas dibawahnya jika opsi pertama tidak memungkinkan untuk diterapkan. Adapun urutan prioritas pengendalian bahaya dan resiko adalah sebagai berikut :

  • Eliminasi (Elimination) : Penghilangan bahaya atau sumber bahaya
  • Substitusi (Substitution) : Penggantian alat atau bahan yang berbahaya dengan bahan yang lebih aman
  • Rekayasa Enjinering (Engineering Control) : melakukan modifikasi alat atau proses kerja untuk meningkatkan keamanan kehandalan dan keamanan. 
  • Pengendalian Administrasi (Administrative Control) : Menerapkan sistim kerja bergantian/mengurangi durasi kerja karyawan untuk menurunkan durasi/lama paparan sumber bahaya yang tinggi terhadap keryawan.
  • Alat Pelindung Diri (Personal Protective Equipment) : Melengkapi karyawan dengan alat pelindung diri yang baik dan memadai untuk menurunkan tingkat resiko yang dihadapi oleh karyawan jika opsi pengendalian lainnya tidak mungkin dilakukan atau opsi pengendalian lainnya tidak bekerja maksimal untuk menurunkan resiko ke ambang yang dapat diterima (accaptable risk)

Kapan perusahaan perkebunan atau pabrik sawit Grup Indofood Plantation mendapatkan penghargaan untuk keselamatan kerja?

Sudah, Penghargaan zero accident telah pernah didapatkan oleh beberapa Pabrik kelapa sawit Grup Indofood Plantation, diantaranya yaitu :

  • Pabrik Kelapa Sawit Kayangan – PT Salim Ivomas Pratama berhasil mencapai 1.508.577 Jam Kerja karyawan tanpa Kecelakaan pada tahun 2005.
  • Pabrik Kelapa Sawit Balam – PT Salim Ivomas Pratama berhasil mencapai 1.254.626 Jam Kerja karyawan tanpa Kecelakaan pada tahun 2005
  • Pabrik Kelapa Sawit Sungai Dua – PT Salim Ivomas Pratama berhasil mencapai 1.110.847 Jam Kerja karyawan tanpa Kecelakaan pada tahun 2005
  • Pabrik Kelapa Sawit Sungai Bangko – PT Gunung Mas Raya berhasil mencapai 1.198.647 Jam Kerja karyawan tanpa Kecelakaan pada tahun 2005

Seperti apa persyaratan dari perusahaan dalam pemilihan alat pelindung diri?

Dalam memilih alat pelindung diri, perusahaan mengacu kepada Peraturan Menteri Tenaga Kerja  Nomor PER.08/MEN/VII/2010 Tentang Alat Pelindung Diri. Bahwa Alat Pelindung Diri yang diberikan kepada tenaga kerja wajib berstandar Nasional Indonesia (SNI). Selain itu, perusahaan juga memilih produk berstandar internasional seperti Standar ANSI Z89.1 dan EN : 397:395 untuk Safety Helmet, atau ANSI  Z87.1 untuk Safety Googles.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.