Chandra Wijaya, Direktur PT. Anam Koto : Sukses Jalani Bisnis Dari Nol

Chandra Wijaya adalah sosok pengusaha tangguh yang membangun bisnisnya dari bawah. Berduet dengan saudaranya, mereka mengelola bisnis sawit dan perusahaan supplier barang pabrik kelapa sawit serta industri lain.  Dua puluh tahun lalu, bisnis kakak beradik ini diawali  menjual beragam barang mulai dari suku cadang pabrik hingga peralatan olahraga. Istilah Chandra bergerak sebagai agen dunia akhirat istilahnya aduhai. 

Peluang besar di bisnis barang pabrik kelapa sawit dan masih jarangnya pemain kala itu. Merupakan pertimbangan untuk  fokus menjual  valve, boiler, turbin dan unit instrumen pabrik. Di perusahaan , Chandra Wijaya bertugas lobi dan marketing. Kemampuan ini sudah terasah selepas dia lulus SMA. Awal mula bekerja, sempat menjadi sales regulator kompor gas sampai genteng rumah.

Lulusan D-3 ini mempunyai resep dalam menjalankan bisnis yaitu bekerja keras dan menjaga kepercayaan. Modal inilah yang membuat PT Technindo Contromatra dapat bertahan selama 24 tahun. Kepiawaian Chandra melobi orang patut diacungi jempol. Pernah, salah satu petinggi perusahaan swasta membatalkan janji bertemu sehari sebelum waktu yang ditentukan. Padahal, Chandra Wijaya ingin presentasi  mesin cetak alumunium ditemani perwakilan principal mesin tersebut dari Jerman.  “Malam harinya saya susah tidur karena kalau batal saya malu dengan mereka,” ujar pria kelahiran 1 Mei 1969. 

Jam 5 pagi, Chandra nekad mendatangi  rumah petinggi perusahaan tersebut. Saya bilang, “Pak, saya datangkan teknologi baru dan pakar dari Jerman, tidak perlu bayar. Bapak tak beli barang ya tidak apa-apa tetapi kasih kesempatan untuk presentasi, saya sudah cukup berterimakasih. Kalau bapak minta saya bersujud pun akan saya lakukan”. Akhirnya kesempatan presentasi diberikan hari itu juga. Bahkan, perusahaanya mendapatkan order senilai Rp 50 miliar dari proyek tersebut.  

Saat ini, Chandra Wijaya membangun bisnis kelapa sawit dibawah bendera PT Anam Koto. Tanpa berlatarbelakang pendidikan pertanian, Chandra Wijaya berani mengembangkan lahan kelapa sawit seluas 6 ribu hektare dan lima unit pabrik kelapa sawit. “Resepnya itu saya mau belajar karena tidak punya pengalaman kelola kebun. Maka, disewalah orang konsultan untuk mengajarkan pola penanaman baik, pemupukan serta perawatannya,” ujarnya. Dalam lima tahun mendatang, perusahaan ditargetkan masuk bursa saham. 

Di tengah kesibukannya, Chandra Wijaya sedang mencoba bermain di  properti. Alasannya sederhana, banyak orang bilang bisnis properti  itu menguntungkan. “Nah, saya mau tahu seperti apa keuntungan dari properti itu,” kata penggemar olahraga golf ini.  Chandra Wijaya meluangkan waktu untuk diwawancarai tim redaksi SAWIT INDONESIA di kantornya yang berlokasi di Kawasan Industri Medan. Berikut ini petikan wawancaranya:

Bisa diceritakan perjalanan bapak membangun perusahaan supplier barang pabrik kelapa sawit bersama saudara Bapak? Apa yang mendorong bapak untuk bangun bisnis ini?

Jadi begini, kami terlahir dari keluarga kurang mampu. Ayah saya bekerja sebagai tukang jam yang pendapatannya untuk satu hari makan, hari berikutnya belum tentu makan. Karena badan saya kecil, orangtua meminta saya untuk belajar memperbaiki jam. Khawatirnya, sewaktu saya dewasa tidak sanggup bekerja berat. Tapi, cita-cita dari kecil itu saya ingin  jadi kontraktor karena ingin bangun rumah.

 Selepas SMA, saya melamar bekerja di perusahaan kontraktor. Pernah juga masuk kebun sawit untuk bangun perumahan karyawan. Tapi saya mikir kalau seumur hidup kerja seperti ini, bertemu tukang semen, dan tukang batu lalu kapan saya bisa maju? Tak berapa lama, saya pindah ke Medan. Di setiap koran, saya mencari lowongan kerja sales begitu ada langsung melamar tanpa menanyakan berapa gajinya. Lalu, saya diterima sebagai sales regulator kompor gas. Waktu mengambil pekerjaan ini,banyak yang mencemooh karena pekerjaan ini tidak punya masa depan. Namun saya tak peduli dan tetap bekerja.   

Supaya dapat menjual regulator kompor, saya belajar servis kompor gas dan water heater. Waktu itu saya berpikir, kalau jual dari pintu ke pintu kesulitannya tidak tahu kapan pemilik rumah berada di tempat. Dengan menawarkan servisi kompor, saya bisa sekalian jual regulator. Jadi, setelah dikasi uang servis ditambah lagi jual regulator sebesar Rp 20 ribu. Pernah dalam satu hari memperoleh 150 ribu, itu sekitar tahun 1991. Lewat pekerjaan ini, saya berkeliling beberapa kota di Sumatera Utara seperti Binjai, Tebing, Tanjung Balai, bahkan  Padang. Tapi yang menyedihkan ketika orang tua meninggal baru dapat kabar dua minggu berikutnya. Kala itu, alat komunikasi seperti handphone belum ada. 

Pekerjaan lain yang sempat dijalani sebagai agen genteng rumah. Setelah  empat bulan jualan, belum ada satupun genteng yang laku. Putus asa, saya ajukan mundur  kepada bosnya. Lalu ditanya, kenapa berhenti padahal saya yakin kamu bisa. Memang kemana genteng itu dijual? Saya bilang dibawa ke kota. Bos saya lalu katakan, mana ada orang kota beli genteng. Disitu saya berpikir genteng mestinya dijual ke desa. Usaha ini akhirnya berhasil. Setiap genteng yang dijual akan memperoleh komisi sebesar Rp 25 per genteng. Setiap bulan, pendapatan yang diterima bisa  jutaan rupiah karena satu rumah itu butuh berapa banyak genteng, belum termasuk tegel. 

Di saat  jual genteng itulah, saya diajak keluarga membangun bisnis sendiri. Tawaran itupun diterima tetapi waktu kerjanya dibagi. Pagi hari digunakan urus bisnis sedangkan siangnya jualan genteng. Setelah beberapa tahun, perjalanan bisnis kami cukup bagus. 

Modal pertama kami sebesar Rp 3 juta. Duit ini digunakan untuk kegiatan operasional. Kantor pinjam rumah teman. Omset pertama seingat saya itu Rp 100 ribu kemudian pernah naik hingga Rp 1 juta. Karena minim modal, semua pekerjaan kami dilakukan sendiri seperti antar barang dan pembukuan sendiri. 

Bagaimana awal mula pemasaran  barang Technindo Contromatra?

Waktu Technindo mulai dibangun, saya masih jualan genteng dan berkesempatan masuk pabrik. Di situ, belajar namanya valve, boiler, dan pintu rebusan. Ketika ada orang minta boiler kepada Technindo saya sudah tahu jenis barang yang diminta. Ya, orang pun senang bekerjasama dengan kami. 

Tahun 90-an, internet belum ada dan media tidak sebanyak sekarang. Orang mau cari barang juga susah. Maka, setiap pabrik kami masuki untuk pasarkan barang. Di awal lebih banyak ke perusahaan sawit swasta seperti PT London Sumatera, Tidar Kerinci Agung dan beberapa perusahaan lain. Lucunya, ketika Purchasing Order (PO) sudah keluar malahan kami bingung cari uang untuk modal beli barang. Karena, minimnya modal perusahaan. Beruntung ada teman yang pintar cari pinjaman  untuk modal.

Sukses menembus swasta, kami bidik perusahaan pemerintah. Pertimbangannya, kalau swasta yang persyaratannya ketat dapat kami peroleh proyeknya pasti tidak sulit masuk perusahaan negara. Beberapa klien kami yaitu  Pertamina, PLN, dan  PTPN termasuk swasta. 

Apakah punya pengalaman buruk sewaktu memasarkan barang dan dalam bisnis?

Ada, waktu itu saya masuk ke pabrik sawit swasta di Medan. Tiba-tiba saja, manajer pabrik mengusir,“Kamu masuk pabrik tanpa permisi”. Lalu, saya minta maaf ke dia,” saya ini marketing pak dan maaf kalau sebelumya belum izin ke bapak”.  Pengalaman ini sering saya bagi kepada anak buah saya, ya mereka terkejut. Saya katakan,itulah susahnya orang cari makan. 

Pernah juga kami terbebani utang sampai Rp 7 miliar. Ceritanya, ada orang dari Kanada menawarkan mesin kepada kami. Selanjutnya, mesin itu dibeli Inalum ternyata tidak bisa beroperasi. Sudah kami dibohongi orang tadi dan punya utang. Saya minta Inalum supaya kami dikasih  kesempatan mencicil. Tapi saya yakin Tuhan tidak menutup mata ternyata benar proyek besar diperoleh sehingga dapat  menutup utang tadi. 

Sebagai orang yang bertugas di pemasaran produk, bagaimana cara merebut hati pembeli?

Jadi waktu muda saya ini, orangnya agresif sekali dalam memasarkan barang. Hampir tidak ada kata libur, Sabtu Minggu jalan terus. Pernah saya dekati calon pembeli yang kalau ketemu saya awalnya diam saja. Tiap hari saya ke kantornya untuk menyapa. Akhirnya setelah beberapa lama, dia kasih kesempatan untuk presentasi produk Technindo. Ternyata, sekarang dia menjadi customer utama kami dan ibaratnya seperti teman akrab.  Makanya 6-7 tahun lalu, perusahaan sudah dapat omset Rp 50 miliar, lalu angka Rp 150 miliar juga kami peroleh. 

Bapak ini orangnya pantang menyerah juga ya?

Filosofi orang China itu tidak ada orang kasih makan kita  gratis, maka harus cari sendiri. Itu sebabnya harus turun tangan karena itu usaha kita sendiri. Jangan bergantung 100% kepada karyawan karena tidak semua karyawan memiliki loyalitas tinggi kepada perusahaan. 

Dalam memotivasi karyawan, hal atau pengalaman apa saja yang bapak sampaikan kepada mereka?

Saya sering bilang kepada sales saya,  jangan pikir kamu gak ada kerja lalu duduk sana duduk sini. Kerja kamu masih banyak dan jangan pikir  mau jadi orang kaya dengan cepat. Kamu gak tau orang yang dulu kaya itu hidupnya pernah naik jatuh kemudian naik lalu  jatuh kembali. Tapi kita tahu ketika dia sudah berada di atas

Saya bilang orang mana percaya sama kamu dan kasih tender.  Mereka harus kenal dekat dengan calon pembelinya. Caranya, datang dong ke rumah dia bawa  buah dan korbankan waktu akhir pekan. Makan bareng bersama keluarganya, kalau perlu cari tahu hobi anaknya. Tiap dua minggu sekali datang ajak jalan dan makan, kita bukan hanya mau bisnis tetapi hubungan batin itu. Bisa gak kamu bawa istrinya sama istri kamu karaoke bersama. Kalau bisa rangkul seperti itu baru bisa dibilang sales sejati. 

Atau kenali supir dia lalu dekati  supir itu kan tahu jam berapa bosnya pergi, lagi dimana. Nanti bisa tanya ke supir, apakah bapak lagi senang atau lagi senggang waktunya. Nah, kasihlah supirnya uang pulsa bulanan. Kalau usahanya sedemikian keras, akan terlihat marketing yang dalam waktu tiga tahun dapat menjadi bos dan marketing yang tetap jadi marketing selama 10 tahun. 

Berapa jumlah karyawan secara keseluruhan?

Jumlah karyawan secara keseluruhan diperkirakan mencapai 1.500 orang. Ini sudah termasuk karyawan kami di perkebunan dan pabrik kelapa sawit. 

Katanya, bapak senang membaca buku biografi orang terkenal. Pelajaran apa yang didapat?

Saya senang baca buku biografi orang seperti Mochtar Riady, Bill Gates, William Astra. Tujuannya supaya dapat inspirasi. Kemudian, kita bisa lihat bagaimana cara dia berbisnis, hidupnya, dan mengelola karyawan.  Kesuksesan mereka itu ujung-ujungnya adalah kepercayaan.

Bisa dikatakan kepercayaan ini menjadi kunci penting kesuksesan perusahaan?

Kami menjaga nama dan kepercayaan dari customer ataupun perbankan. Selama ini kami selalu dapatkan dukungan dari bank karena bisa menjaga kepercayaan mereka.  Mungkin itu sebabnya, beberapa bank menawarkan take over kebun atau pabrik sawit yang keuangannya bermasalah. 

Dapat dikatakan bapak telah berhasil di dalam hidup ini. Nasihat apa yang diberikan kepada anak-anak bapak?

Saya punya tiga anak, mereka selalu saya nasihat bahwa biarpun bapakmu kaya kamu harus tetap rendah hati. Kita kaya punya uang tetapi mati tidak bawa apa-apa. Namun yang dikenang adalah  kebaikan kita. Anak saya berikan sekolah tinggi supaya bisa kerja dan hidupi keluarga. Saya sering katakan mereka jangan harapkan harta dari orangtua tetapi sebaiknya harta yang diberikan berupa ilmu. 

Anak jangan dimanja supaya tahu hidup susah dan jangan kasih mobil. Habis kuliah mesti diberikan usaha, lalu dia disuruh kerja  supaya ada pengalaman. Orang kalau tidak melalui kerja tidak akan menjadi bos. Kalaupun jadi bos tingkatannya segini saja, tidak akan menjadi setinggi ini (sambil menaikkan tangan lebih tinggi). Kalau sudah dewasa, mereka akan saya berikan kesempatan untuk usaha.  Jika gagal tidak masalah yang penting mereka belajar. 

Apa hobi bapak?

Golf merupakan hobi saya sekaligus efektif dalam melobi orang.  Kebanyakan direksi itu suka main golf.  Olahraga ini untuk bagus untuk melawan diri kita sendiri. Kalau hati sedang kesal pukulan akan meleset tetapi kalau pikiran bagus maka pukulan bagus. Makanya, ada orang yang sangat maniak main golf ya jangan salahkan dia karena mau buat itu. 

Apa prinsip yang bapak pegang dalam bisnis dan hidup ini?

Prinsip saya harus fokus dan tekuni dengan benar. Kita harus pilih mau kemana, kesempatan itu pasti ada.Mungkin tidak tahun ini bisa tahun depan pasti ada kesempatan. Macam kita dulu main di alat mesin setelah ada orang jual pabrik kita tahu nilai mesin. Buat saya fokus dan kerja keras. Kadang orang mudah down tapi kita tidak justru belajar gembira dan hobi. Kerja itu enjoy jangan merasa beban. 

Kita harus rajin mana mungkin uang cari kita. Kalau tidur mana bisa dapat uang. Hukum karma itu cepat berlaku, bapak coba lakukan hal terjelek itu akan berakibat buruk kepada  diri bapak sendiri.

Karena saya pernah lihat beberapa orang yang pintar lalu sekolah dan kerjanya bagus  tapi tidak kaya. Setelah saya pelajari ternyata sifatnya kurang bagus ya suka menipu, maunya lebih banyak dan tidak mau ngalah. Akhirnya orang kesal, satu orang kesal itu akan sumpah bapak. Bagi saya, apa yang menjadi hak orang lain sebaiknya berikan. Kalau tidak mengikuti hal itu sulit bagi kita untuk berhasil. 

Masih punya obsesi lain diluar bisnis sekarang?

Saya sekarang masuk properti ya ini keinginan terpendam saya. Selain itu, saya penasaran berapa besar untung dari properti ini.  Sekarang saya lagi bangun rumah sebanyak 50 unit di daerah Marelan, Medan. Total luas tanah 5000 meter persegi. Untuk tahu bagaimana konsep bisnis ini, saya panggil konsultan ingin tahu jual rumah itu yang pengaruh lokasi rumah atau konsep desain rumahnya. Kalau diestimasi keuntungan dari properti ini bisa 40%. 

Tapi ini saya masih meraba dan tidak mau pecah fokus saya. Makanya, saya gandeng kontraktor untuk kerjasama. Dan sekarang ini, lagi banyak kumpulkan brosur properti untuk dipelajari. (Qayuum  Amri) 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.