Boiler Pabrik Kelapa Sawit: Perbandingan Udara, Bahan Bakar Dan Ruang Bakar Untuk Mengurangi Emisi Gas Buang

A. Apakah yang dimaksud dengan bahan bakar biomasa?

Bahan bakar biomassa adalah sumber energi terbarukan, material biologi dari lingkungan sekitar. Sebagai sumber energi, bahan bakar biomassa ini dapat digunakan langsung atau dikonversi menjadi produk energi lainnya.

Utamanya bahan bakar biomassa adalah bahan dari tumbuhan dan digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik melalui turbin uap dan degassifikasi atau produk panas lainnya. Bahan bakar biomassa dapat dogolongkan sebagai berikut:

B. Proses Pembakaran (Combustion Process)

Setiap jenis bahan bakar mempunyai karakteristik yang berbeda-beda dan berikut ini gambaran kebutuhan udara pembakaran dari 2 jenis bahan bakar padat berbeda:

Dari karakteristik kedua bahan bakar tersebut proses pembakaran batubara membutuhkan udara primer (primary air) sebesar 70%, sebaliknya bahan bakar biomassa membutuhkan udara sekunder (secondary air) sebesar 70%.

Jika proses pembakaran sempurna seperti segitiga pembakaran tersebut maka pembakaran akan menghasilkan energi yang maksimum dan akan menghasilkan sisa pembakaran yang sempurna pula.

C. Roster Berpendingin Udara (Air Cooled Grate)

Roster jenis ini terbuat dari besi cor kelabu dan proses pendinginannya menggunakan udara primer sejumlah 70% sekaligus menjadi pemasok udara pembakaran. Hal ini sangat bertolak belakang dengan karakter bahan bakar biomassa. Boiler dengan roster semacam ini adalah cocok untuk bahan bakar batubara. Dengan penjelasan ini maka pertanyaan mengapa kebanyakan boiler yang ada di pabrik kelapa sawit selalu mengeluarkan asap hitam terjawab sudah.

Dalam proses pembakaran bahan bakar di dalam dapur boiler reaksi yang terjadi adalah reaksi kimia yang disebut oksidasi yaitu reaksi antara bahan bakar (C mayotritas) dengan oksigen (O2). Reaksi kimia membutuhkan bobot yang setimbang, jika syarat tersebut tidak terpenuhi maka proses pembakaran akan menghasilkan energi yang tidak sesuai dan berujung pemborosan bahan bakar dan menhasilkan emisi gas yang berbahaya.

D. Roster Berpendingin Air (Water Cooled Grate)

Dengan mengganti roster menjadi berpendingin air maka dengan mudah kita dapat memindahkan udara primer yang tadinya masuk dari bawah roster ke bagian atas roster melalui nosel-nosel dinding dapur. Dengan demikian persyaratan pembakaran biomassa terpenuhi.

Roster berpendingin air ini sudah sangat lazim digunakan di boiler berbahan bakar biomassa. Konstruksi dapur tidak lagi menggunakan material refrakstori sebagai bahan isolasi dapur melainkan terdiri dari dinding pipa yang disisip oleh pelat sirip. Konstruksi dinding boiler seperti ini disebut membrane wall boiler. Keuntungan lainnya adalah efisiensi boiler naik, biaya perbaikan refraktori sama sekali hilang.

E. Kesimpulan Bahasan         

  1. Udara pembakaran harus 70% dimasukkan dari atas ruang bakar 
  2. Bahan bakar dimasukkan ke dalam boiler dengan merata dan tidak terjadi penumpukan di atas grate melainkan harus melayang dan diusahakan ada gerakan turbulen.
  3. Mengganti dinding batu dengan dinding pipa sehingga serapan panas meningkat akibat bertambahnya permukaan serap panas (heating surface)
  4. Dengan dinding pipa maka tidak terjadi klinker (melting ash)

F. Saran         

  1. Walaupun boiler yang ada masih konvensional dan tentunya pembakaran tidak bisa disempurnakan tetapi masih ada peluang untuk memperbaiki proses pembakaran dengan cara pengaturan udara yang baik. Kebanyakan boiler tidak pernah dikomisioning ulang setelah berjalan beberapa lama
  2. Ukur penggunaan bahan bakar, walaupun hal ini sulit dilaksanakan dan hampir tidak mungkin dilaksanakan pada boiler di pabrik kelapa sawit. Klaim bahwa boiler tertentu dapat mencapai efisiensi tertentu pula sampai saat ini belum pernah diukur (sependek pengetahuan penulis)
  3. Ubah pola pikir, bahan bakar bukanlah pemberian alam secara cuma-cuma, setiap satuan berat bahan bakar kita bakar akan menghasilkan gas emisi yang akan mengotori udara. Udara bukan milik kita tapi milik anak cucu kita yang kita pinjam dan harus dikembalikan dalam keadaan bersih.  Manusia tidak dapat membersihkan udara, kecuali alam itu sendiri, dan untuk pekerjaan ini alam mempunyai keterbatasan dan kita hanya bertugas mengurangi proses pengotoran saja.

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.