Agro Jaya Perdana Konsisten Menjaga Kualitas

PT Agro Jaya Perdana mennjadi produsen produk sampingan minyak inti sawit dengan kualitas dan standar sesuai keinginan pasar global. Tahun ini, perusahaan mengembangkan inovasi palm kernel peletizing untuk kegunaan bahan bakar biomass.

Jony Zhang, Business Strategic Director PT Agro Jaya Perdana, mengatakan perusahaan sudah memiliki visi sebagai penghasil Crude Palm Kernel Oil (CPKO) dan produk turunan berkapasitas terbesar di Sumatera Utara. Produk turunan yang dihasilkan bervariasi untuk memenuhi kebutuhan industri pangan dan non pangan. Sebut saja, CPKO digunakan sebagai bahan baku di industri oleochemical, industri makanan, industri penghasil produk personal care, dan detergen.

Produk lainnya adalah RBD PKO (Refined Bleached Deodorized Palm Kernel Oil) adalah salah satu bahan baku untuk industri makanan, personal care, butter & margarine, confectionery, dan detergen. Sementara itu, PKFAD digunakan di industri oleokimia, pakan ternak, personal care, cosmetics, toiletries, dan detergen. Untuk produk, PKE/PKM (Palm Kernel Expeller/Palm Kernel Meal) digunakan pakan ternak dan bahan bakar biomassa.

Jony Zhang menceritakan perusahaan berdiri semenjak tahun 1987 sebagai pabrik penghasil minyak inti sawit dengan menggunakan mesin mechanical press. Seiring waktu, bisnis perusahaan terus berkembang lalu menambah fasilitas produksi dengan pembangunan Extraction Plant, yang mengekstrak Crude Palm Kernel Oil (CPKO) dari ampas (Palm Kernel Meal/Palm Kernel Expeller) sebagai by product pengepresan Palm Kernel.

Penjualan produk perusahaan ditujukan kepada pasar domestik dan ekspor dengan komposisi 50:50.Negara tujuan penjualan antara lain Brazil, Argentina, Belanda, German, Irlandia, Polandia,Finlandia, Turki, India, Pakistan, Thailand, Vietnam, Korea, Tiongkok dan Malaysia. Selain itu, PT Agro Jaya Perdana juga menjalin kerjasama dengan perusahaan lain seperti Unilever, Eco Green, Wilmar, Sinarmas, Asian Agri, dan VVF Agri Oils.

“Dengan semakin majunya industri oleokimia di Indonesia dan dunia, kami melihat peluang untuk berekspansi,” ujar Jony.

Saat ini, perusahaan telah memiliki fasilitas produksi Kernel Crushing Plant. Fasilitas ini ditopang mesin mechanical press dengan output produksi CPKO dan produk turunan
berupa Palm Kernel Meal/Palm Kernel Expeller. Kapasitas produksi Kernel Crushing Plant mencapai lebih dari 20 ribu metrik ton per bulan.

Perusahaan juga memiliki fasilitas produksi Refinery Plant dengan produk RBDPKO dan Palm Kernel Fatty Acid Distillate (PKFAD), yang berkapasitas di atas 20 ribu metrik ton per bulan.

Jony Zhang menuturkan pihaknya menyadari tantangan dunia bisnis tidak pernah lesu. Itu sebabnya, perusahaan terus berinovasi dan mengembangkan bisnis melalui suplai produk turunan inti sawit yang berkualitas untuk kebutuhan produksi pabrik oleokimia di Indonesia dan dunia.

Komitmen ini ditunjukkan melalui Sistem Manajemen Mutu sesuai standar ISO 9001:2008. Dari aspek lingkungan, kata Jony, perusahaan menjadi anggota RSPO SCC (Roundtable of Sustainable Palm Oil Supply Chain Certification) untuk mendukung terwujudnya produk berwawasan ramah lingkungan. Sertifikasi lain yang dimiliki perusahaan adalah Good Manufacturing Practice (GMP+ Feed Safety Certification). “Ini sebagai bagian komitmen kami untuk memasok bahan baku berkualitas kepada pelanggan kami di Eropa dan sekitarnya,” jelasnya.

Jony Zhang menambahkan bagi perusahaan prinsip kualitas produk menjadi prioritas dalam penjualan produk kepada pembeli. Strategi perusahaan menarik minat pembeli dengan membangun goodwill. Melalui komitmen membangun excellence yang ditunjukkan dengan keberhasilan
menjalankan berbagai sistem manajemen mutu dan sertifikasi produk, berupa ISO 9001:2008,
RSPO Supply Chain Certification, GMP+ Feed Safety Assurance, dan sertifikasi Halal.

“Suara pemasaran kami adalah mendengungkan prinsip kualitas adalah nomor satu,” ujarnya.

(Selengkapnya baca Majalah SAWIT INDONESIA Edisi 15 Januari 2016-15 Februari 2016)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.