Yanmar Indonesia Bidik Pasar Traktor Sawit

Telah berpengalaman memproduksi mesin pertanian seperti traktor tangan, mesin penggilingan padi.  PT Yanmar Diesel Indonesia menawarkan Four Wheel Drive Tractor seri EF393T dan EF 494T untuk perkebunan sawit. Membuat strategi pemasaran  lewat sistem 3S yaitu servis, suku cadang, dan sales.

Industri sawit yang kian berkembang dari tahun ke tahun perlu ditopang produk industri pendukung yang berkualitas tinggi. Traktor merupakan produk pendukung yang dibutuhkan kalangan pelaku sawit untuk menjalankan kegiatan pembukaan lahan, pengangkutan bibit sawit sampai kepada alat transportasi Tandan Buah Segar (TBS) dari kebun ke pabrik pengolahan. Mengingat banyaknya fungsi dan manfaat dari traktor sehingga alat berat ini menempati posisi penting dan dibutuhkan perusahaan perkebunan sawit.

Peluang ini yang mendorong PT Yanmar Diesel Indonesia melebarkan penjualan produknya ke perkebunan sawit di Indonesia. PT Yanmar Diesel Indonesia, afiliasi Yanmar Co Ltd yang merupakan produsen mesin diesel industri pendukung pertanian, kelautan, dan konstruksi asal Jepang yang telah berpengalaman lebih dari 100 tahun.
Widyatmoko, Deputy Manager Marketing Division PT Yanmar Diesel Indonesia berujar Yanmar Indonesia sebelumnya masih berkonsentrasi pada sektor pertanian tanaman pangan mulai tahun 2014 dikembangkan pemasaran kepada industri sawit.

PT Yanmar Diesel Indonesia telah memasarkan produk traktor sawit di kelas ringan yaitu seri EF393T (39 HP) dan seri EF494T daya 49 HP. Traktor jenis ini cocok digunakan menjadi alat transportasi TBS dan membantu kegiatan pengolahan tanah. Traktor ini cukup handal mengangkut TBS karena dapat membawa beban sebanyak 3 ton.
Seri EF393T memiliki bobot 1 ton dan bermesin 4 tak Yanmar 3TNV88 dengan 3 silinder. Seri EF393T memiliki 8 tingkat kecepatan maju & 8 kecepatan mundur.
Sementaraitu, bobot berat seri EF494T mencapai 1,5 ton dengan mesin 4TNV88 XKYR2 4 silinder. Seri ini memiliki 9 tingkat kecepatan maju & 9 kecepatan mundur.

Melalui sistem transmisi pintar ini, ujar Widyatmoko, kedua seri traktor Yanmar memberikan banyak pilihan ketika dioperasikan dengan kecepatan tenaga yang optimal. Selain itu, sistem transmisi pintar ini mampu meminimalkan adanya kesalahan dalam tingkat kecepatan yang akan berakibat kepada sulitnya traktor bekerja dan kerusakan rumah transmisi. Tuas gear transmisi yang berada di posisi yang mudah dijangkau akan memudahkan operator untuk mengoperasikan traktor.

Traktor Yanmar memiliki keunggulan sistem injeksi bahan bakar dengan teknologi sistem mono plunger injection pump. Melalui sistem pompa bahan bakar tekanan tinggi plunger tunggal ini akan mengoptimalkan tekanan solar dan memaksimalkan semua nozel. Sehingga mesin akan berjalan mulus tanpa suara berlebihan, dan bahan bakar akan terbakar sempurna tanpa asap hitam.

“Dengan mono plunger injection pump satu plunger mampu menyuplai bahan bakar ke empat nozel, melalui teknologi ini juga akan dihasilkan pembakaran yang sempurna. Karena sekarang ini terdapat peraturan Euro 3 yang menuntut penekanan tingkat emisi dan dengan teknologi ini bahan bakar mampu dihemat 20 persen,” kata Widyatmoko.
Kapasitas tanki bahan bakar seri EF393T mencapai 38 liter dengan konsumsi sebanyak 3 liter per jam, sedangkan EF494T berkapasitas 40 liter dengan pemakaian 4 liter per jam. Kedua traktor ini mempunyai sistem pendingin mesin yang lebih besar dan filter udara lapis ganda sehingga traktor mampu dioperasikan seharian tanpa panas berlebihan.

Dari segi performa, traktor Yanmar dirancang dengan pengaturan jarak antar roda belakang yang mampu diatur supaya mudah dioperasikan sewaktu melewati belokan yang sempit. Sementara itu, kedua traktor Yanmar memiliki radius putar minimum 2,4 meter-2,7 meter dengan kombinasi rem.

Pada bagian ban, seri EF393T memiliki 4 lapisan (plies) karet pada roda depan dan 6 lapis pada roda belakang, sementara seri EF494T memliki 6 lapis di roda depan, dan 8 lapis di roda belakang. Lapisan yang lebih banyak ini mampu mendukung pekerjaan di medan berat dan lebih tahan lama.

Untuk aplikasi olah tanah, PT Yanmar Diesel Indonesia melengkapi tiga jenis perlengkapan kerja dalam paket pembeliannya yakni tipe Rotary, Disc Plow, dan Disc Harrow. “Sementara ini kita baru produksi jenis Rotary sedangkan yang lain masih diproduksi perusahaan lain. Tapi tidak lama lagi kita akan diproduksi sendiri semua perlengkapan kerjanya,” katanya.

Demi meningkatkan kualitas dan pelayanan, PT Yanmar Diesel Indonesia juga memiliki garansi 500 jam atau satu tahun bagi pembeli traktornya dan Training bagi pembeli untuk pengoperasian. “Bila sebelum 500 jam terjadi kerusakan pada suku cadang karena kesalahan pabrik, kita akan pinjami suku cadang sementara agar tidak menganggu pekerjaan, sedangkan yang rusak akan kami perbaiki dengan gratis,” imbuh Widyatmoko. Traktor Yanmar sendiri tergolong handal dengan usia pakai mencapai lebih 5 tahun.
Widyatmoko menambahkan, keunggulan lain yang dimiliki Yanmar adalah PT Yanmar Diesel Indonesia memproduksi sendiri traktornya. “Berbeda dengan Yanmar Malaysia malah tidak punya pabrik, sedangkan kita di sini punya lima pabrik walaupun masing-masing pabrik menghasilkan produk berbeda-beda. Jadi, ada pabrik khusus produksi engine dan adapula yang menciptakan mesin pertanian ringan,” katanya.

Selain pabrik milik sendiri, PT Yanmar Diesel Indonesia juga memiliki kantor cabang di lima kota yakni Medan, Jombang, Indramayu, Klaten, dan Makassar dan pada tahun ini akan didirikan kantor cabang baru di Palembang. Layanan purna jual yang dimiliki juga didukung (19) dealer besar yang tersebar di kota besar.

“Intinya, kita sangat menerapkan 3S sales yaitu service, spare part, untuk suku cadang pun pasti tersedia di seluruh dealer dan kita punya jaminan untuk sampai di tempat dalam waktu 1 jam,” papar Widyatmoko.

Walaupun baru menjajaki pasar traktor di industri sawit, Widyatmoko cukup optimis traktor Yanmar mampu bersaing dengan mengandalkan keunggulan irit bahan bakar dan bobot ringan yang mampu bekerja optimal. Untuk itu, pada tahun pertama ini PT Yanmar Diesel Indonesia memiliki target 200 unit dapat diterima pelaku bisnis di Indonesia. (Anggar Septiadi)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.