Traktor Kubota : Semakin Mudah Dalam Perawatan Kebun

Mesin orisinil dari pabrikan Jepang membuat konsumen tertarik untuk menggunakan traktor Kubota. Efisien dalam pemakaian bahan bakar. Perawatan yang mudah dan user friendly.

Produk Kubota yang berasal dari Jepang sukses menembus posisi tiga besar untuk pasar traktor perkebunan di tahun ini. Prestasi ini tidak terlepas keunggulan Kubota sehingga dipercaya pelaku perkebunan dan pertanian. Di perkebunan sawit, traktor Kubota lazim digunakan.

Rakhmat Saleh, Business Consultant PT Bina Pertiwi, mengatakan bahwa traktor Kubota sangat familiar dan cocok digunakan di perkebunan sawit. Terlebih belakangan ini mekanisasi perkebunan semakin marak. Diantaranya untuk mekanisasi pemupukan, pembasmian hama, pengolahan tanah dan perawatan kebun lainnya serta mekanisasi pemanenan yang dikenal dengan Bin System.

“Bin system membantu efisiensi dan mempercepat kegiatan pemanenan buah sawit. Yaitu dengan penggunaan traktor yang dilengkapi dengan grabber, untuk melakukan pemanenan sampai masuk ke dalam blok. Yang selanjutnya dikumpulkan ke dalam Bin yang tersedia. Ini dapat menghemat biaya panen sekaligus mengurangi kebutuhan truk” papar Rakhmat.

Dibandingkan produk lain, Kubota memiliki keunggulan dari aspek produksi yang masih genuine dari pabrik Jepang, sehingga sampai di Indonesia dalam kondisi build up.
Alhasil, ujar Rakhmat Saleh, traktor Kubota ini mempunyai ketahanan mesin yang bagus sehingga sangat tangguh dalam membantu pekerjaan berat di kebun. Selain itu, bobot ringan yang dimiliki Kubota menjadi keunggulan tersendiri. Bobot Traktor Kubota mampu mengurangi dampak kerusakan tanah, karena ground pressure yang rendah.

“Pelaku kebun sawit tidak perlu khawatir bobot traktor akan merusak tanah dan unsur mineralnya. Karena Traktor Kubota memiliki bobot yang ringan di kelasnya. Traktor Kubota memang telah banyak dipakai di perkebunan sawit dan sudah cukup familiar, untuk range produk kita ada dari level yang kecil, menengah dan yang besar,” kata Rakhmat kepada SAWIT INDONESIA.

Traktor Kubota mempunyai beberapa tipe yaitu B series, L series, MX series dan M series yang menjadi andalan PT Bina Pertiwi. B series dan L series tergolong traktor kecil dengan kekuatan antara 24-38 HP yang diperuntukan pada proses infield collection, yaitu proses evakuasi buah di dalam blok kebun, mekanisasi pemupukan, pembasmian hama dan lainnya. Untuk B dan L series, Kubota memiliki beberapa tipe yaitu B2420, L3200, dan L3800. Pada Kubota B2420 ditopang mesin Kubota D1105-E2-D22T, L3200 ditopang oleh mesin Kubota D1503-M-E3 dan pada L3800 ditopang mesin Kubota D1803-M-E3.

Selanjutnya, MX series masuk kategori traktor medium, dengam kekuatan 52 HP. Tipe MX series yaitu MX5100, yang diperuntukan pada proses mekanisasi pemupukan, pengangkutan hasil panen, pengangkutan pupuk, pengangkutan bibit, front loader, pembasmian hama dan lainnya. Pada tipe Kubota MX5100 mempunyai mesin Kubota V2403-M

Sedangkan, M series memiliki tenaga mulai dari 95-108 HP. Dilengkapi dengan fitur turbocharge dan intercooler. M series memiliki tipe antara lain Kubota M9540 dan M108S. M9540 ditopang mesin Kubota V3800 DI-T dan M108S ditopang mesin Kubota V3800 DT-TI. Tipe M series diperuntukan pada proses pembuatan lubang tanah, pengangkutan bibit, pengangkutan pupuk, penyebaran pupuk, penyebaran tandan kosong atau compost, pengangkutan hasil panen, front loader, perawatan jalan dengan rear grader dan lainnya.

Konsumsi bahan bakar Kubota paling hemat disetiap kelasnya. Kapasitas tangki bahan bakar mencapai 175 liter (Type M108S). Penggunaan bahan bakar berkisar 2 liter per jam, tergantung tIpe & jenis pekerjaannya. Rakhmat melanjutkan bahwa efisiensi bahan bakar yang dimiliki Kubota juga dikarenakan kapasitas mesin (total displacement) yang kecil, namun menghasilkan keluaran tenaga sama besar dengan traktor sekelasnya. Contohnya pada type M9540, kapasitas mesin 3769 cc dapat menghasilkan tenaga (net power) sebesar 95 HP. “Walaupun itu bergantung tipe dan jenis, tetapi intinya kapasitas mesin lebih kecil namun dengan keluaran tenaga besar. Hal inilah membuat produk kami lebih hemat bahan bakar,” lanjutnya.

Dari segi performa, Kubota mampu menyelesaikan pekerjaan dengan mudah dan cepat. Terlebih dengan dengan dukungan sistem transmisi synchro shuttle yang memudahkan pengoperasian traktor dan implement. Sistem tersebut memungkinkan perpindahan transmisi dapat dilakukan tanpa menghentikan traktor, baik saat maju ataupun mundur.

Kubota dilengkapi sistem 3-range Shift untuk pengaturan kecepatan yang optimal. Sistem perpindahan gigi segaris ini memberikan kemudahan perpindahan gigi dari rendah ke menengah maupun tinggi. Sedangkan tuas perpindahan berada di sisi kiri dari kursi operator, sehingga cukup mudah untuk menjaga kecepatan tetap konstan. Menurut Rakhmat, kenyamanan operasi yang dihadirkan Kubota telah banyak diakui oleh operator yang menggunakan sebagai end user, bahkan bila digunakan di jalan yang tidak rata tetap nyaman dan mudah dikontrol.

Sistem kemudi Kubota membuat traktor lebih mudah dikemudikan dan lincah, dengan sistem power steering yang dilengkapi bevel gear pada roda depan. Sistem ini menghasillkan kemampuan handling yang baik, lebih ringan dikemudikan dan menjadikan radius putar menjadi lebih pendek. “Hal tersebut juga menjadi keunggulan Kubota dalam pengoperasian dan lebih lincah,” tutur Rakhmat setengah berpromosi.

Selain dukungan teknologi dan kemampuan traktor, PT Bina Pertiwi sudah berpengalaman dalam layanan purna jual. Jaminan garansi diberikan kepada konsumen untuk jangka waktu satu tahun. Selain itu, PT Bina Pertiwi juga memberikan perawatan (periodical service) gratis sebanyak dua kali dengan masa waktu satu tahun. Konsumen pun tidak perlu khawatir dalam pengoperasian Kubota traktor, karena setiap pembelian traktor Kubota akan diberikan training gratis, mencakup pengoperasian dan perawatan traktor Kubota.

Pelayanan purna jual diberikan pula lewat menempatkan mekanik yang terlatih dan teruji kemampuannya di beberapa kota antara lain Jakarta, Makasar, Palu, Manado, Surabaya, Tarakan, Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Sampit, Pangkalan Bun, Medan, Pekanbaru, Jambi, Pangkal Pinang, Lampung, dan lainnya. (Anggar Septiadi)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.