Pt Sahabat Agro Sejati (Sas) Memberikan Keuntungan Kompetitif

PT Sahabat Agro Sejati (SAS) didirikan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober 2011, oleh beberapa orang yang memiliki keahlian dan pengalaman di perkebunan kelapa sawit, seperti agronomi, pabrik, keuangan dan sistem. Para pendiri Perusahaan adalah tenaga ahli profesional yang pernah mengabdi di Sinar Mas Group dan Salim Group, dengan masa kerja 15 – 20 tahun.

Pada tahun 2008, tim kami direkrut sebagai Operator oleh Group Saratoga untuk membangun kebun kelapa sawit di kabupaten Sanggau propinsi Kalimantan Barat. Sampai dengan 2011, luas kebun ditanam sudah mencapai 15.000 ha dengan 1 PKS kapasitas 45 ton per jam. Produksi tanaman dengan status TM 1 – 2 berhasil mencapai 8 – 15 ton/ha dengan ekstraksi 24 – 26%.

Dengan perpaduan antara keahlian dan pengalaman di berbagai bidang, PT. SAS dapat menyediakan jasa  secara komprehensif dan terpadu yang memberikan solusi secara unik sesuai kebutuhan klien. Jasa yang dapat dikontribusikan antara lain :

 

  1. Konsultasi dan pengawasan agronomi, termasuk pengoperasian kebun sesuai standar KPI yang ditentukan 
  2. Manajemen pembangunan PKS, baik sebagai konsultan maupun kontraktor, termasuk setting awal dan pengoperasiannya sesuai standar KPI yang ditentukan
  3. Penyusunan sistem informasi (operasi dan keuangan), budget, monitoring, dan laporan keuangan
  4. Penyusunan Feasibility Study dan pencarian pendanaan ke Bank, termasuk hingga evaluasi/negosiasi penawaran Bank
  5. Pengadaan tenaga kerja yang kompeten dan terampil, baik tenaga rawat/panen di lapangan maupun staff mulai dari asisten hingga manager
  6. In house dan on the job training untuk operasional kebun dan pabrik
  7. Penyusunan perjanjian Plasma dengan masyarakat sesuai konsep Revitalisasi Perkebunan, pemberdayaan petani plasma/Koperasi

 

KONSULTASI DAN PENGAWASAN AGRONOMI

1. Survey Kesesuaian Lahan

Saat ini banyak investor ingin membangun kebun kelapa sawit di Indonesia, meskipun demikian ketersediaan lahan yang layak secara agronomis dan sosial/perijinan sudah semakin langka. Oleh karena itu diperlukan kemampuan khusus untuk mengolah lahan marjinal secara agronomis dengan melakukan identifikasi pendahuluan melalui survey kesesuaian lahan : jenis tanah, kontur, hidrologi, cuaca, dan kondisi fisik lingkungan lainnya.

Aspek perijinan dan sosial pun perlu diperhatikan secara khusus. Lokasi lahan perlu dicek ke rencana tata ruang propinsi setempat apakah masuk dalam kawasan yang diperbolehkan untuk membangun kebun sawit (APL – Areal Penggunaan Lain) dan bukan masuk dalam kawasan kehutanan, tumpang tindih dengan perijinan lainnya (misal pertambangan). Faktor kondisi masyarakat pun perlu ditelusuri lebih lanjut seperti keterbukaan masyarakat terhadap investasi sawit, penguasaan lahan secara perorangan/adat, kegiatan ekonomi, kebudayaan setempat. 

Hasil survey kesesuaian lahan secara agronomis, perijinan, dan sosial, kemudian dituangkan dalam Plantation Lay-Out Design. Selanjutnya Plantation Lay-Out Design digabungkan dengan Water Management System dituangkan dalam Perencanaan Kebun Terpadu, yang terdiri dari : divisi/blok kebun, pabrik, lokasi bibitan, perkantoran dan perumahan, sistem drainase, sarana dan prasarana penunjang lainnya. Perencanaan Kebun secara terpadu memberikan keuntungan-keuntungan sebagai berikut :

 

  • Mengetahui dan mengantisipasi permasalahan yang akan timbul karena faktor-faktor pembatas
  • Mengetahui potensi area yang bisa dikembangkan untuk perkebunan sawit
  • Sebagai dasar data dan informasi untuk perencanaan pembangunan kebun baik secara fisik maupun biaya

 

Khususnya mengenai kesesuaian lahan, tim ahli kami sudah berpengalaman menangani berbagai lahan marjinal seperti lahan berpasir, lahan dengan kandungan pirit tinggi, kondisi cuaca ekstrim (musim hujan/kering yang lama), kontur ekstrim (dominan bukit/rendahan).

2. Manajemen Bebas Lahan dan Pembukaan Lahan

Saat ini pembebasan dan pembukaan lahan tidak semata-mata tergantung kepada kemampuan internal perusahaan, akan tetapi faktor eksternal seperti kondisi lahan, sosial/masyarakat sangat berpengaruh. Kami berpengalaman untuk melakukan sosialisasi dan negosiasi dengan masyarakat, mempersiapkan perjanjian-perjanjian untuk pembelian/penyerahan lahan. Kami juga berpengalaman mengatasi masalah-masalah dalam pembukaan lahan, antara lain : pembukaan lahan rendahan dan berbukit termasuk pembuatan jalan aksesnya. 

3.Manajemen bibitan

Pemilihan bibit tidak sekedar berdasarkan potensi yield/ha ataupun harga saja semata-mata, tapi juga harus disesuaikan dengan jenis tanah dan kondisi iklim. Selain itu komposisi jenis bibit yang ditanam pun berpengaruh terhadap produktifitas kebun secara keseluruhan. Melalui pengamatan dan pengalaman di lapangan, kami dapat menentukan jenis maupun komposisi bibit yang cocok dan unik untuk masing-masing tipe lahan. Manajemen transportasi bibit ke lapangan pun merupakan faktor krusial dalam pencapaian target penanaman.

4.Manajemen perawatan tanaman

Untuk melakukan perawatan tanaman secara efektif dan efisien, perlu dilakukan perencanaan dan pelaksanaan yang sistematis terutama untuk mensiasati kendala tenaga kerja, kondisi lahan, dan cuaca. Sebagai contoh yang kami terapkan di lapangan untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja untuk perawatan adalah dengan menggunakan mesin potong rumput. 

5.Manajemen pupuk dan strategi pemupukan

Pupuk merupakan komponen biaya terbesar dan faktor utama penentu kualitas buah, oleh karena itu efektifitas dan efisiensi pemupukan sangat krusial untuk mencapai standar yield dan ekstraksi yang ditetapkan. Faktor pembatas seperti ketersediaan tenaga kerja, kondisi lahan, dan iklim perlu diperhatikan dalam menyusun rekomendasi pemupukan dan pelaksanaan di lapangan, agar pupuk dapat terserap secara optimal.

6.Manajemen panen dan transport

Penentuan kriteria buah matang dan rotasi panen harus mempertimbangkan juga kondisi aktual di lapangan, seperti ketersediaan tenaga kerja, jarak ke pabrik, utilitas pabrik. Selain itu transport juga harus dikelola secara taktis sesuai dengan kondisi di lapangan seperti kondisi fisik buah, topografi, jalan akses, jarak ke pabrik. Dengan strategi yang tepat dalam manajemen panen dan transport, selama ini ekstraksi minyak sawit dapat dicapai minimal 24%.

Kami sangat berpengalaman dalam setting tingkat kematangan panen untuk mencapai OER maksimum, FFA minimum dengan DOBI maksimum yang sangat berpengaruh pada kualitas dan harga jual produk.

7.Manajemen tenaga kerja

Salah satu kendala utama pembangunan kebun saat ini adalah ketersediaan tenaga kerja (worker) lapangan. Kami berpengalaman dalam pengadaan tenaga kerja rawat dan panen di lapangan, dikarenakan kami memiliki kantong-kantong tenaga kerja yang produktif dan mudah diatur. Selain itu kami juga dapat membantu dalam dalam pengadaan staff kebun mulai dari staff lapangan hingga level GM/Area Manager.

8.Pola kemitraan satu atap Inti dan Plasma Revitalisasi Perkebunan

Program revitalisasi perkebunan untuk kebun plasma pada kenyataannya seringkali berbeda antara pelaksanaannya dengan kebijakan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu diperlukan tenaga ahli yang cukup kompetensi dan pengalamannya untuk menjembatani gap tersebut. Kami mempunyai keahlian dan pengalaman untuk memberikan masukan-masukan mulai dari  penyusunan teknis Perjanjian/Kontrak antara Inti dan Plasma, pembentukan Koperasi, penyusunan pembagian hasil usaha, tugas dan tanggung jawab, serta hal-hal yang harus diperhatikan pada pembangunan kebun plasma agar bisa lulus kriteria penilaian Revitalisasi Perkebunan. 

KONSULTAN, MANAJEMEN KONSTRUKSI, DAN OPERATOR PABRIK KELAPA SAWIT

Memberikan konsultasi mengenai penentuan jenis dan kapasitas PKS yg akan di bangun dengan mempertimbangkan berbagai aspek untung ruginya dari segi biaya investasi dan biaya operasional. 

1. Survey pendahuluan dan lanjutan untuk penentuan lokasi PKS, antara lain: kesesuaian tanah (soil test), ketersediaan dan kesesuaian kualitas air.

Survey pendahuluan dimaksudkan untuk mengumpulkan data untuk analisa kemungkinan pembangunan PKS dan untuk persiapan survey lanjutan jika dibutuhkan. Pengamatan pada tahap ini baru dilakukan dengan visual dan wawancara kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Jadi belum menggunakan peralatan survey dan test. 

Pada survey pendahuluan ini dilakukan pengumpulan data mengenai:

 

  • Keadaan kontur (perbedaan elevasi) pada lokasi rencana proyek.
  • Keadaan tanah permukaan pada lokasi rencana proyek.
  • Jalan di sekitar lokasi rencana proyek.
  • Sumber air di sekitar lokasi rencana proyek.

 

Berdasarkan data yang diperoleh, akan dilakukan analisa apakah lokasi tersebut sesuai untuk PKS dan juga hal-hal khusus tertentu yang harus di follow up pada survey lanjutan. 

Pada survey lanjutan ini dilakukan penelitian yang lebih mendalam untuk mendapatkan data antara lain sebagai berikut:

 

  • Peta kontur/topographi, yang mencakup keberadaan sungai, jalan, dan lain-lain yang diperlukan untuk perencanaan proyek.
  • Kondisi tanah (soil test) 
  • Data kualitas dan kuantitas sumber air 

 

Berdasarkan hasil survey lanjutan ini, akan disusun lay out/design sipil dan mekanikal PKS. Selain itu juga akan digunakan untuk menentukan spesifikasi material yang akan digunakan. 

2. Membuat gambar design civil, mechanical, dan elektrikal, dan menyusun anggaran volume material dan spesifikasinya 

  • Design PKS disusun berdasarkan kebutuhan kapasitas produksi pabrik, yang ditentukan berdasarkan potensi produksi TBS. Kami memberikan konsultasi desain perencanaan PKS lengkap dengan fasilitas pendukungnya seperti main process building, ancilliary building, water intake, waduk, dan kolam limbah.
  • Tahapan awal dimulai dari penentuan lay out lokasi pabrik, waduk dan kolam limbah. Selanjutnya desain detil lay out mesin dan kapasitas mesin, desain struktur bangunan, dan desain mekanikal dan elektrikal. 
  • Perencanaan arsitektural, sipil, mekanikal dan elektrikal dilakukan secara terpadu dan menyeluruh, dengan mempertimbangkan peraturan-peraturan teknis yang berlaku di Indonesia/lnternasional dan dengan memperhatikan kondisi lokasi proyek berdasarkan data-data survey yang telah dilakukan sebelumnya. Pertimbangan utama dalam perencanaan adalah kekuatan konstruksi dan keamanan, selain itu juga estetika, biaya, jadual pelaksanaan.

3. Menyusun dokumen tender untuk material yang akan dibeli, dan juga jadual pelaksanaan dan pengadaan material dan tenaga kerja

  • PT. SAS mempersiapkan seluruh dokumen tender yang dibutuhkan, antara lain: gambar tender, spesifikasi umum dan spesifikasi teknik/khusus, Bill of Item dan Bill of Quantity. 
  • Agar Kontraktor dapat memahami sepenuhnya mengenai dokumen tender tersebut diatas, PT. SAS akan memberikan penjelasan teknis dan memberikan jawaban atas pertanyaan Kontraktor Peserta Tender pada saat dilakukan Anwijzing kantor dan Anwijzing lapangan (site visit). Selanjutnya PT. SAS akan membuat Berita Acara Anwijzing dan memberikannya kepada Pemberi Tugas untuk didistribusikan kepada Kontraktor Peserta Tender. 

4.Melakukan evaluasi terhadap supplier material dan menyusun term and condition contract untuk pengadaan material

  • PT. SAS juga dapat membantu melakukan evaluasi atas penawaran Kontraktor yang masuk. Evaluasi dilakukan terutama terhadap volume pekerjaan dan harga penawaran yang diajukan oleh Kontraktor Peserta Tender. PT. SAS akan melaporkan hasil evaluasi penawaran tersebut kepada Pemberi Tugas. Selanjutnya, PT. SAS akan mengadakan klarifikasi teknis dengan Kontraktor Peserta Tender jika terjadi perbedaan volume/harga yang cukup besar antara BOQ PT. SAS dan BOQ Kontraktor Peserta Tender. Setelah melakukan klarikasi teknis, PT. SAS akan memberikan rekomendasi beberapa Kontraktor calon pemenang tender kepada Pemberi Tugas untuk kemudian dilanjutkan dalam tahapan negosiasi antara Pemberi Tugas dan Kontraktor. 
  • Kami juga dapat memberikan masukan terhadap supplier barang-barang mekanikal, pembuatan kontrak dengan supplier, hingga monitoring agar barang-barang tersebut sesuai dengan spesifikasi dan tepat waktu. 

5.Manajemen Konstruksi  untuk pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan PKS

  • PT. SAS melakukan Manajemen Konstruksi selama tahapan konstruksi/pelaksanaan. Manajemen Konstruksi adalah Wakil Pemberi Tugas di dalam pelaksanaan pembangunan di lokasi proyek.
  • Struktur organisasi Manajemen Konstruksi ditentukan oleh PT. SAS yang melibatkan tenaga ahli dalam bidang sipil, mekanikal, dan elektrikal yang telah mendapat persetujuan dari Pemberi Tugas.
  • Pada tahapan awal. PT. SAS bersama-sama dengan kontraktor akan merencanakan jadwal pelaksanaan untuk setiap item pekerjaan proyek, jadwal pengadaan material, dan menentukan metode pelaksanaan proyek yang paling baik dan sesuai dengan kondisi proyek. Selama tahapan konstruksi ini, PT. SAS akan melakukan pengawasan agar pekerjaan yang dilaksanakan Kontraktor sesuai dengan spesifikasi dan gambar. Kontraktor Pelaksana dapat berkonsultasi dengan PT. SAS untuk mengantisipasi permasalahan yang mungkin terjadi ataupun untuk mengatasi permasalahan yang sudah terjadi.
  • PT. SAS juga akan melakukan fungsi Quantity Surveyor untuk menghitung volume pekerjaan yang telah dilakukan Kontraktor di lapangan dan melaporkan laporan kemajuan proyek tersebut kepada Pemberi Tugas. 
  • PT. SAS akan memberikan laporan kepada Pemberi Tugas setiap bulannya mengenai kemajuan proyek, laporan permasalahan yang terjadi dan solusi penyelesaian yang akan dan telah di lakukan, dan hal-hal lain sesuai permintaan Pemberi Tugas.

 

6. Melakukan setting awal/commissioning dan mengoperasikan PKS dengan jaminan KPIs, antara lain : throughput 100% (sesuai design), oil losses max 1.5%, kernel losses max 0.35% 

 

  • PT. SAS akan membantu dan memberikan rekomendasi kepada Pemberi Tugas dalam proses seleksi penerimaan karyawan operasional mulai dari level Manager sampai level karyawan operator dan pembantu operator.
  • PT. SAS akan memberikan training (teori & Praktek) standar operasional Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit pada Level Staf/Asisten dan level karyawan operator.
  • PT. SAS akan membantu penyusunan sistem reporting operasional PKS sehingga memudahkan dan lebih fokus dalam monitoring operasional PKS.
  • PT. SAS akan memberikan dan membantu dalam modifikasi-modifikasi kunci keberhasilan Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit untuk mendapatkan ekstraksi CPO dan Kernel yang optimal.

 

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.