PT Bakti Tani Nusantara: Pemeliharaan Bibit Sawit (SELESAI)

Seleksi bibit di Pembibitan Utama

  • Bibit abnormal dapat disebabkan kesalahan perlakuan (penanaman, penyiraman, pemupukan atau aplikasi herbisida) maupun genetik.
  • Pengafkiran bibit abnormal akibat kesalahan perlakuan tergantung pada tingkat kerusakan bibit. Kerusakan yang parah (tidak dapat disembuhkan) hendaknya diafkir, sedangkan bibit dengan kerusakan yang masih dapat diperbaiki melalui tindakan budidaya hendaknya mendapat perawatan khusus.
  • Bibit yang abnormal akibat genetik tidak dapat disembuhkan, karenanya harus diafkir.
  • Seleksi di MN dilakukan saat bibit berumur 6, 9 dan 12 bulan (menjelang pindah tanam ke lapangan) dengan jumlah bibit afkir berkisar 20 – 25% tergantung tingkat pemeliharaan.
  • Bibit abnormal yang telah diseleksi sebaiknya dikumpulkan dan dimusnahkan.
  • Kriteria bibit afkir di MN adalah sebagai berikut:
  1. Bibit yang tumbuh meninggi dan kaku (erected). Abnormal akibat pengaruh genetik
  2. Pelepah tajuk rata akibat pelepah muda tumbuh lebih pendek dari pelepah tua
  3. Bibit dengan anak daun tidak membelah (juvenile form)
  4. Bibit yang terserang dengan penyakit tajuk (crown disease)
  5. Bibit dengan anak daun sempit (narrow pinnate)
  6. Bibit kerdil (runt)
  7. Prosedur Pemupukkan di Pre/Main Nursery

Bahan  : 

1. Pupuk Daun : Bayfolan

2. Pupuk Majemuk: 15 : 15 : 6 : 4 dan

12 : 12 : 17 : 2 + B

Dolomit

 Rock Phospate

Penanangan Bibit Pre Nursery Lewat Umur

 

  • Penyiraman tetap dilakukan secara rutin 2 kali / hari dan tidak dilaksanakan pada hari dengan curah hujan > 10 mm / hari
  • Perawatan berkelanjutan khususnya penyemprotan insektisida dan fungisida
  • Polibeg main nursery diisi dengan media yang telah ditambah 25 gram RP per polibeg dan disiram selama 1-2 minggu agar tanah isian kompak.
  • Bibit yang berumur lebih dari 6 bulan dipangkas 1/3 bagian daun seminggu sebelum dipindah tanam ke main nursery untuk mengurangi stagnasi.
  • Lakukan seleksi bibit secara ketat sebelum penanaman dilakukan.
  • Jika bibit menunjukkan gejala defisiensi N dan B, aplikasikan penambahan ekstra pupuk N (2 – 5 gram / bibit) atau 2 gram HGF Borate / liter air / 10 bibit.

 

Penanganan Dan Pindah Tanam Bibit Main Nursery Lewat Umur 

 

  • Potong akar yang masuk ke dalam tanah seminggu sebelum penanaman di lapangan 
  • Sebelum bibit diangkut ke dalam truk, sebaiknya bibit disiram dengan air sebanyak-banyaknya untuk menghindari kemungkinan kekeringan.
  • Potong pelepah hingga bibit setinggi ± 150 cm, terutama untuk bibit yang berumur lebih dari 16 bulan.
  • Buat lubang tanam yang cukup besar. Minimal 70x70x70 cm3 untuk antisipasi ukuran bonggol.
  • Penanaman harus dilakukan pada kondisi curah hujan cukup minimal 100 mm / bulan. Untuk menentukan waktu ini dapat dilihat dari pola curah hujan selama beberapa tahun terakhir.
  • Aplikasikan bahan organik seperti TKS di piringan pohon atau pada lubang tanam untuk menjaga kelembaban tanah.
  • Untuk mengurangi robohnya tanaman, pelepah dapat diikat dengan rumput yang akan putus dengan sendirinya setelah 2 minggu.

 

Faktor – faktor yang mempengaruhi pembibitan kelapa sawit

a.Pemilihan lokasi

Salah satu faktor penting dalam pembibitan adalah pemilihan lokasi. Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan lokasi yaitu :

 

  • Ketersediaan lahan yang berupa hamparan
  • Strategis (mobilisasi bibit dan akses transportasi)
  • Sumber air yang tersedia dan sesuai untuk penyiraman bibit
  • Tersedianya media tanam berupa tanah top soil di area pembibitan

 

b. Perlakuan pada kecambah

Untuk proses pengiriman benih kelapa sawit  varietas TN1 PT. Bakti Tani Nusantara turut melakukan pengawalan dalam proses distribusinya sampai ke lokasi konsumen hingga benih ditanam. Karena selama ini yang dialami terkadang adanya kesalahan – kesalahan sewaktu pengiriman benih dan penanganan awal benih kelapa sawit dilapangan.

Kesalahan yang sering terjadi pada perlakuan benih kelapa sawit yaitu :

 

  • Kendaraan yang digunakan untuk pengangkutan benih kelapa sawit hendaknya yang menggunakan air conditoiner (AC) guna menghindari dehidrasi pada kecambah.
  • Ruangan penyimpanan sementara hendaknya menggunakan pendingin ruangan atau suhu dalam ruangan sejuk.
  • Mempercepat proses penanaman, jangan terlalu lama menyimpan benih kelapa sawit.

 

c.  Persiapan Lokasi

Persiapan lokasi pembibitan yang tidak memperhatikan tofografi lapangan akan bermasalah dengan drainase. Sisitem drainase yang baik menjamin air mengalir dengan lancar dan tidak ada air tergenang ketika penyiraman dan hujan. Air tergenang menyebabkan kelembaban yang tinggi dan meningkatkan resiko terserang jamur Antracnose dan Curvularia baik pada fase pre nursery maupun main nursery.

d. Media Tanam

Polybag dengan media tanam yang baru disiapkan memiliki masalah ketika dilakukan dengan terburu – buru misalnya tanah masih memiliki rongga – rongga dan belum memadat, unsur P belum tersedia biasanya belum ideal untuk ditanami. Ada baiknya media tanam disi setidaknya 2 minggu sebelum ditanami kemudian dilakukan penyiraman dan pemupukkan unsur P karena unsur ini tidak mobile dan tidak tersedia. Media tanam yang belum memadat bila kecambah sudah ditanam maka tanah akan turun ketika dilakukan penyiraman. Media tanam yang turun sering menyebabkan kecambah muncul ke permukaan yang akan menimbulkan masalah bila dibiarkan . 

Selain itu, hal yang paling buruk yang akan terjadi dengan menggunakan media tanam sub soil adalah pertumbuhan bibit akan tertekan dan rentan serangan penyakit dan pembusukkan, hal ini dapat terjadi karena tanah sub soil bila digunakan akan mengeras ketika kering, dan menggenang cukup lama bila hujan atau disiram. Apabila tanah mengeras akar bibit akan sulit berkembang dan menembus tanah dan selanjutnya bibit tumbuh lebih kecil dibanding bibit normal. Disarankan agar mencampur media tanam sub soil dengan pasir dan perbandingan 3 : 1 :1 sebagai media tanam.

e. Penanaman kecambah

Kesalahan yang sering ditemukan pada penanaman kecambah yaitu penanaman yang terlalu dangkal sehingga apabila dilakukan penyiraman kecambah akan mencuat ke apermukaan tanah dan akar yang baru muncul akan terlihat sehingga akar cepat mengering kemudian dapat menyebabkan kematian pada kecambah dan hama dan penyakit tanaman akan lebih mudah menyerang kecambah.

f. Penggunaan Naungan

Sebagian pekebun kelapa sawit beranggapan menggunaan naungan pada pembibitan kelapa sawit tidak begitu penting dan merepotkan, apabila kita dapat memahami lebih lanjut naungan di pre nursery memiliki kelebihan untuk menjaga kelembaban lingkungan bibit pada tingkat yang baik, menghindari bibit terpapar secara langsung terhadap sinar matahari dan menjaga agar media tanam tidak terbongkar saat hujan dan penyiraman.

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.