PT Bakti Tani Nusantara (Bagian 2) Pemeliharaan Bibit Sawit

A. Pemeliharaan Pembibitan Awal (Pre Nursery)

  1. Penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore hari dengan 0,1 – 0,25 liter/polibeg/ penyiraman.
  2. Gulma dalam polibeg dikendalikan secara manual dengan rotasi 2 minggu sekali. Lakukan penambahan tanah ke dalam polibeg (konsolidasi) 3 hari sekali. Penyiangan gulma di luar media tanam (antar-bedengan) dilakukan secara manual.
  3. Pemupukan dilakukan pada saat daun kedua sudah mulai keras dengan pupuk Bayfolan  secara foliar (aplikasi daun), rotasi dua minggu sekali dengan dosis 1 ml/ltr pada aplikasi I dan II, dan aplikasi selanjutnya 2 ml/liter air sampai bibit berumur 3 bulan. 
  4. Pengendalian hama dan penyakit berupa tindakan pencegahan dengan menciptakan kondisi tidak terlalu lembab dan menghilangkan kemungkinan sumber infeksi.
  5. Penggunaan bahan kimia untuk pengendalian hama penyakit sedapat mungkin dihindari. Jika dibutuhkan, aplikasi dilakukan dengan hati-hati.
  6. Bibit terserang penyakit dengan kriteria berat segera dimusnahkan, sedangkan dengan kriteria ringan-sedang dirawat ditempat khusus (pengisolasian).

B. Seleksi Bibit di Pembibitan Awal (Pre Nursery)

  1. Seleksi bibit pre nursery dilaksanakan ketika pindah tanam ke pembibitan utama (main nursery) dengan kriteria sebagai berikut (Gambar 7)
  2. Seleksi dilakukan secara berurutan pada tiap persilangan/bedengan dengan memberi ajir bambu sebagai penciri afkirnya polibeg tersebut.
  3. Bibit yang tergolong afkir dipisahkan dari bibit normal dan segera dimusnahkan.

C. Pemindahan Bibit Pre Nursery ke Main Nursery

  1. Pemindahan bibit dilakukan saat bibit PN berusia 3 bulan (3-4 helai daun)
  2. Polibeg pembibitan utama (main nursery, MN) disiapkan 7-10 hari sebelum pindah tanam. Setiap hari menjelang pindah tanam dari PN ke MN dilakukan, media dalam polibeg disiram tiap hari untuk meningkatkan konsistensi media tanam.
  3. Sebelum pemindahan tanaman, media tanam pada polibeg MN diberi lubang seukuran dengan polibeg di PN sebagai tempat tanam bibit. Pembuatan lubang dapat dilakukan dengan menggunakan pipa, tugal atau sekop kecil (Gambar 8).
  4. Pada tiap lubang MN diberi pupuk Rock Phospate (RP) 50 gr/polybag
  5. Pemisahan bibit poliembrioni dilakukan saat bibit akan pindah tanam ke MN dengan cara memotong tanah dan polibegnya. 
  6. Bibit poliembrioni yang telah dipisahkan, ditempatkan di bawah naungan selama satu bulan sebelum dipindahkan ke pembibitan utama. 
  7. Penyiraman dilakukan segera setelah pindah tanam.

D. Persiapan Pembibitan Utama (Main Nursery, MN)

 

  1. Media tanam polibeg MN adalah tanah lapisan atas (top soil). Jika tanah kurang gembur, maka dicampur dengan perbandingan tanah : pasir : kompos = 3 : 1 : 1.
  2. Tanah dengan kandungan bahan organik sangat tinggi harus dicampur dengan tanah mineral.
  3. Sebelum dimasukkan dalam polibeg, campuran tanah diayak untuk membebaskan media tanam dari sisa-sisa kayu, batu dan material lain.
  4. Pengisian tanah harus cukup padat dengan mengguncang polibeg untuk menghilangkan rongga-rongga udara dengan ketinggian 2 – 5 cm dari tepi polibeg.
  5. Susun polibeg di MN dengan sistem segitiga sama sisi berjarak minimal 90 cm.
  6. Pada setiap pinggir blok pembibitan dibangun parit keliling untuk membuang air yang berlebih di areal pembibitan.

 

E. Pengendalian Gulma, Hama dan Penyakit di Main Nursery

 

  1. Pengendalian gulma di dalam polibeg MN dilakukan dengan cara mencabut, sedangkan di luar polibeg dengan cara menggaruk.
  2. Penggunaan herbisida untuk menggendalikan gulma di MN hendaknya dihindari untuk mencegah kerusakan tanaman.
  3. Pengendalian hama dan penyakit sedapat mungkin dilakukan dengan tindakan pencegahan (preventif) misalnya dengan sanitasi, sedangkan pengendalian menggunakan pestisida dilakukan jika serangan telah mengkhawatirkan dan dilakukan dengan hati-hati.

 

F. Penyiraman MN

  1. Frekuensi penyiraman di MN adalah satu atau dua kali sehari, tergantung kebutuhan (Tabel 09-1).
  2. Penyiraman dapat dilakukan dengan cara manual (selang berkepala gembor), tube system, atau overhead sprinkler tergantung pada periode pembibitan, jumlah bibit yang dipelihara, harga, kondisi dan luas lokasi, serta umur/tinggi bibitan
  3. Pengontrolan hasil penyiraman dilakukan untuk memastikan media tanah dalam polibeg cukup basah.
  4. Pengontrolan peralatan penyiraman dilakukan secara periodik terutama pada bagian yang rawan rusak antara lain sambungan pipa/selang dan pompa air.
  5. Konsolidasi bibit media tanam dengan menambahkan tanah.

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.