PT Agro Jaya Perdana : Growing Market Through Sustainable Products

Semenjak 2014, PT Agro Jaya Perdana telah mengantungi sertifikat mass balance RSPO untuk produk CPKO dan RBDPKO. Melalui sertifikat ini, penjualan produknya lebih mudah diterima pasar global.

Perusahaan-perusahaan kelapa sawit kian gencar mengkampanyekan produk dan prosedur kerja yang ramah lingkungan. Mereka kemudian menjalani standarisasi ekologi dan etis yang jelas dalam produksi kelapa sawit. Yakni, melalui proses sertifikasi Roundtable on Suistainable Palm Oil (RSPO).

Felix So, Direktur Utama PT Agro Jaya Perdana, menjelaskan bahwa partisipasi perusahaan sebagai anggota RSPO bertujuan menunjukkan inisiatif untuk mengambil langkah mendukung pembaharuan lingkungan hidup. Mulai 2014, PT Agro Jaya Perdana telah mensertifikasi produk CPKO (Crude Palm Kernel Oil) dan RBDPKO (Refined, Bleached, Deodorized Palm Kernel Oil) melalui skema Mass Balance RSPO.

Kesadaran konsumen terhadap masalah lingkungan memberikan dampak positif kepada posisi  perusahaan dalam penjualan produknya. Menurut Felix, saat ini isu lingkungan hidup menjadi topik utama mengenai cara perusahaan menjalankan bisnis mereka dan upaya perusahaan berkontribusi terhadap kelangsungan lingkungan hidup. Langkah ini dimulai dari diri mereka sendiri kemudian mengedukasi customer  untuk peduli terhadap lingkungan hidup melalui produksi produk-produk bersertifikasi ramah lingkungan.

Dilanjutkan Felix, salah satunya sertifikasi RSPO untuk produk palmitic dan turunannya. Yang terjadi sekarang ini mengenai perubahan pola pikir pelanggan dari sekadar konsumsi, telah berkembang sampai ke tahap konsumsi mereka memberikan dampak positif terhadap lingkungan

Tujuan lain dari sertifikasi dapat mengedukasi customer/supplier dan memperkenalkan produk minyak inti sawit RSPO ini kepada pasar domestik dan global. “Kami dapat mempercepat pengembangan awareness terhadap isu lingkungan melalui produk bersertifikat RSPO,” jelas Felix dalam jawaban tertulis.  

Dengan adanya permintaan dari pelanggan telah mendorong perusahaan-perusahaan dalam rantai pasokan global mulai beralih ke proses ramah lingkungan. Pertimbangan inilah yang menjadi dasar PT Agro Jaya Perdana sebagai pabrik pengolahan.

Felix menyebutkan perusahaan sadar memiliki posisi strategis untuk mempercepat proses edukasi ini. Oleh karena itu, perusahaan mengawali inisiatif kami untuk mensertifikasi produk dan proses produksi kami sebagai suatu mekanisme yang sesuai dengan standar & kriteria operasional yang berwawasan lingkungan.

Dengan mendapatkan sertifikasi under RSPO Supply Chain Certification – Mass Balance, ini berarti, kata Felix, produk CPKO dan RBDPKO PT Agro Jaya Perdana diproduksi dengan bahan baku inti sawit bersertifikasi RSPO, sesuai yield produksi kebijakan RSPO.

 “Penjualan produk bersertifikat RSPO ini masih ditujukan ke pasar lokal. Salah satu klien  kami adalah PT Unilever Oleochemical Indonesia,” paparnya.

Felix memproyeksikan perusahaan bersertifikat RSPO akan kebanjiran permintaan di tiap tahun. Hal ini didasari permintaan minyak sawit dunia semakin meningkat pada tahun selanjutnya.  Selain itu, ia menemukan fakta bahwa sekitar 50% sertifikat suistainable palm oil di produksi secara global berasal dari Indonesia.

Berdasarkan situs RSPO, ada peningkatan perusahaan dan fasilitas berlisensi sertifikat ini dari rentang waktu 2004 hingga Juni 2015. Yakni, sekitar 20% minyak sawit dunia telah tersertifikasi RSPO dengan jumlah sertifikasi RSPO Supply Chain mencapai 1.333 perusahaan dan 2.314 fasilitas produksi dengan volume CSPO yang diproduksi sebanyak 12,65 juta metric ton. Angka tersebut meningkat sepanjang tahun oleh gerakan sustainable policy yang berkomitmen menghasilkan produk berlisensi RSPO.

Adapun produk berlisensi RSPO seperti The Body Shop, Marks & Spencer, Waitrose, L’ Occitane, Carrefour. Serta perusahaan raksasa seperti Unilever, Nestle dan perusahaan global lainnya. Keberadaan perusahaan ini menjadi pendorong agar konsumen terbiasa menggunakan produk ramah lingkungan.

(Lebih lengkap baca Majalah SAWIT INDONESIA Edisi 15 Maret-15 April 2016)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.