Improbiotm: Inovasi Pengembangan Kompos Sawit

PT Pinago Utama sukses menghasilkan pupuk bio-organik dari limbah tandan kosong sawit. Dengan pabrik modern, pupuk  bermanfaat kepada daya tahan tanaman dan peningkatan  unsur hara tanah.

Limbah padat kelapa sawit seperti tandan kosong semakin banyak dicari orang karena manfaat yang diberikannya. Kalau dulu, tandan kosong dibuang atau dijadikan bahan bakar tetapi sekarang sudah dapat diolah menjadi pupuk kompos atau bio-organik. Temuan para ahli menyebutkan kandungan serat di dalam tandan kosong kelapa sawit cukup tinggi. Adapula  kandungan unsur berupa selulosa dan lignin yang sangat bermanfaat dipakai sebagai pupuk organik.  

PT Pinago Utama, perusahaan perkebunan kelapa sawit dan karet, mulai 2008 mengembangkan teknologi pembuatan pupuk bio-organik dari tandan kosong yang diaplikasikan pula di kebun sendiri dan plasmanya. Wilson Sutantio, Direktur Utama PT Pinago Utama, menjelaskan langkah ini sejalan dengan prinsip go green dan zero waste perusahaan melalui pengolahan limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) yang  berasal dari perkebunan sendiri menjadi pupuk bio-organik.

Penggunaan pupuk bio-organik ini sangatlah dibutuhkan untuk memberdayakan  lahan secara terus menerus akibat pemakaian pupuk kimia sehingga berdampak kepada penurunan produktivitas lahan, kandungan bahan organik dalam tanah serta tingkat kesuburan tanah. 

Menurut Wilson Sutantio, tujuan PT Pinago Utama memproduksi kompos ImproBioTM untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus juga membantu memperbaiki sifat fisik, kimia maupun biologi tanah guna mengembalikan kesuburan dan produktivitas lahan.

Bagi PT Pinago Utama, kebutuhan limbah padat tandan kosong kelapa sawit  dapat dipenuhi dari pabrik kelapa sawitnya yang berkapasitas 120 ton per jam. Produksi limbah dari pabrik tersebut dapat mencapai 528 ton per hari yang kemudian diolah menjadi produk bio-organik ImproBioTM sebanyak 200 ton per hari atau 6.000 ton per bulan. 

Sekarang ini, pabrik pengomposan berdiri di atas lahan seluas lima hektare untuk menampung 10.800 ton fiber. Jumlah Fiber sebesar itu terbagi dalam 27 jalur. Panjang jalur 197 meter, lebar 4 meter-5,5 meter, dan tinggi 1,5 meter-2 meter. Kapasitas setiap jalur dapat memuat 400 ton. Bangunan memiliki konstruksi lantai cor beton, besi baja dan atap seng yang berguna untuk menjaga kualitas kompos. Proses pengomposan berlangsung selama 45 hari.  

ImproBioTM sekarang ini diproduksi dalam bentuk curah yang akan diubah menjadi bentuk granule pada akhir tahun 2013. Dalam pengujian kualitas ImproBioTM , perusahaan bekerjasama dengan Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia Bogor dan Laboratorium Tanah di Balai Penelitian Tanah Departemen Pertanian.

Yang membuat ImproBioTM  istimewa dan lebih unggul karena mengandung kelengkapan unsur hara makro dan mikro. Apalagi, pupuk kompos ini telah ditambahkan kandungan bakteri Acticomp yaitu 4 jenis mikrobia yang bermanfaat bagi tanah dan tanaman. Manfaat itu antara lain adalah meningkatkan nilai Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah sehingga memudahkan tanaman untuk menyerap unsur hara dan tanah menjadi lebih gembur. Manfaat lain, peningkatan aktivitas biologi tanah, menyediakan hormon dan vitamin bagi pertumbuhan tanaman serta menekan perkembangan dan serangan penyakit tanaman. 

Penggunaan ImproBioTM tidak sebatas di tanaman kelapa sawit melainkan dapat pula diaplikasikan pada jenis tanaman lain yaitu hortikultura, palawija, tanaman buah, dan tanaman keras/tahunan/hutan. Bahkan, produk ini cocok digunakan untuk merehabilitasi tanah bekas kegiatan pertambangan untuk memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah. Seperti telah diketahui, kegiatan pertambangan mengakibatkan pencemaran, defisiensi unsur hara, rendahnya kandungan bahan organik, aktivitas mikroorganisme yang rendah. Sehingga membutuhkan perlakuan khusus yang berfungsi mengembalikan kondisi lahan (karakteristik fisik, kimia dan biologi) supaya dapat mendekati kondisi sebelum dilakukan penambangan

Wilson Sutantio menjelaskan fungsi bahan organik dalam kompos ImproBioTM dapat merehabilitasi sifat fisik dan kimia tanah sebagai faktor penentu kesuburan tanah. Bahan organik berperan sebagai pembenah tanah (soil conditioner). Senyawa bahan organik tanah dapat mengikat partikel utama pada agregat tanah sehingga meningkatkan stabilitas agregat dan menghambat pembongkarannya. Peranan bahan organik lain adalah sebagai penyedia unsur hara, sumber makanan dan energi bagi mikroorganisme tanah, dan mempertahankan kelembaban tanah.

Penjualan komersial ImproBioTM  resmi dilakukan mulai akhir 2012. Pemasaran produk ini baru menjangkau wilayah Sumatera Selatan. Tercatat, sudah ada beberapa perusahaan dan kebun plasma yang menjadi pengguna antara lain PT Pinago Utama, Kebun Karet, Kebun Inti 1,2,3 (Sereka), Kebun Plasma I-II, PT Sriwijaya Nusantara Sejahtera, PT Cipta Bumi Subur, PT Sri Andal Lestari, PT Buana Sriwijaya Sejahtera dan PT Bumi Sriwijaya Sejahtera.

“Selain pasar lokal, kami berencana melakukan penetrasi ke pasar ekspor. Dengan prinsip go green dan zero waste serta dengan beberapa keunggulan ImproBioTM , kami yakin produk ini akan disambut baik di pasar global,” ungkap Marliana, General Manager of Commerce PT Pinago Utama.

Marliana menuturkan, saat ini kami tengah melakukan proses brand building dan brand communication kepada target pasar. Penetrasi pasar yang dilakukan sejak akhir 2012 dengan volume produksi 2200 ton/bulan. Untuk tahun ini, perusahaan menargetkan volume produksi sebanyak 3.000 ton per bulan. ImproBioTM dijual dalam bentuk kemasan berbagai ukuran yaitu 5 kilogram, 10 kilogram, 20 kilogram, 25 kilogram, 40 kilogram dan 50 kilogram. 

Salah satu strategi, ujar Marliana, membangun pola kemitraan dengan para distributor sehingga tercipta hubungan baik. Untuk memasuki pasar global, perusahaan aktif berkomunikasi dengan para trader dan institusi terkait.

 “Kami memberlakukan prinsip go green dan zero waste dalam proses produksi. Penerapan kedua prinsip diharapkan dapat membantu menjaga kelestarian lingkungan serta bermanfaat baik dari segi sosial maupun ekonomi,” tambah Wilson Sutantio.

Raymon Wahab, GM Production and Controller PT Pinago Utama, menjelaskan sesuai dengan prinsip tersebut  perusahaan akan memproduksi biogas skala pilot dari limbah cair PMKS melalui teknik ADCL (Anaerobic Digestered Cover Lagoon) untuk mengganti bahan bakar minyak pada pengeringan kompos dan pembuatan briket arang.

PT Pinago Utama yang telah berdiri semenjak 1990 sukses membangun perkebunan kelapa sawit dan perkebunan karet yang memberdayakan masyarakat sekitar. Melalui kerjasama dengan petani, perusahaan dapat mengembangkan lahan plasma sekitar 12 ribu hektare.  Selain itu, perusahaan melayani petani lepas (independen/non-plasma) yang memproduksi dan menjual Tandan Buah Segar (TBS) kepada perusahaan. Pada 2014, perusahaan menargetkan untuk mendapatkan sertifikat ISPO. (Qayuum Amri)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.