Baja Ringan Solusi Kebutuhan Konstruksi

PT NS BlueScope Lysaght Indonesia menawarkan kemudahan bagi pengusaha sawit yang ingin mendirikan bangunan di kebunnya. Solusi ini ini bernama RANBUILD® (bangunan standar) & SMARTLITE® (bangunan desain khusus)  yang berupa baja ringan tetapi memiliki kekuatan untuk dijadikan kerangka gudang, pabrik, dan rumah.

Pembangunan fasilitas rumah ataupun tempat tinggal layak bagi pekerja sudah menjadi kewajiban dalam bisnis kelapa sawit, karena sifatnya jangka panjang dan berkelanjutan. Hal ini penting dilakukan supaya karyawan fokus dalam bekerja yang secara langsung berpengaruh kepada pertumbuhan perusahaan. Dalam satu afdeling atau wilayah kebun dengan luas antara 3.000-4.000 hektare, kebutuhan rumah dapat mencapai lebih dari 40 rumah. Ini berarti, kebutuhan rumah tidak dapat dilepaskan dari perkembangan kebun.

PT NS BlueScope Lysaght Indonesia baru dua tahun lalu mengenalkan sistem RANBUILD®&SMARTLITE®. sistem ini adalah one stop solution yang menyediakan solusi kebutuhan konstruksi diperkebunan mulai dari Rangka struktur, penutup atap dan penutup dinding, sampai kepada aksesoris bangunan seperti pintu, translucent sheet, dan talang. Material RANBUILD®&SMARTLITE® terbuat dari baja ringan yang berasal dari teknologi Australia. Baja RANBUILD® ini bertipe high tensile dengan ketebalan 1,5mm-3 mm sehingga lebih kuat dibandingkan baja konvensional.

Martha Aswini, Marketing Manager PT NS BlueScope Lysaght Indonesia menjelaskan bahwa baja ringan sangat cocok digunakan untuk perkebunan sawit , karena kontur tanahnya di perkebunan tidak stabil dan semudah dibandingkan wilayah perkotaan. Dengan baja ringan pondasi yang dibutuhkan tidak perlu sebesar dan sedalam ke tanah pondasi pada umumnya karena ringan.

Kendati ringan, RANBUILD® mempunyai daya kuat tarik sebesar 450 MPa (Mega Pascal). Angka ini lebih tinggi daripada baja ringan pada umumnya hanya 245 MPa. Sehingga, kekuatan dan ketahanan RANBUILD® tidak perlu diragukan karena awet sampai 25 tahun lamanya kecuali di lahan yang tinggi keasamannya.
Untuk solusi rangka atap saja, PT NS BlueScope Lysaght Indonesia mempunyai SMARTRUSS terbuat dari bahan bahan zinc dan alumunium. Dengan daya kuat tarik baja sebesar G550. Untuk kebutuhan atap, perusahaan memiliki produk penutup atap metal, SPANDEK®, TRIMDEK®, KLIP-LOK®, dan rangka atap baja ringan, SMARTRUSS.

Dalam pemasarannya, semua produk diatas dapat dijual dalam satu paket. Tapi, bisa juga dijual secara terpisah. “Misalkan, pembeli tertarik dengan penggunaan atap tapi dinding memakai bata atau kayu sehingga dapat dijual terpisah. Contohnya saja, ada perusahaan sawit awalnya membeli atap untuk pengganti asbes, selanjutnya langsung membeli sekalian satu solusi RANBUILD®,”ujar Martha.

Dalam pemasangannya, pembangunan tahap berikutnya yang menyambungkan antar komponen tanpa dilas. Semua komponen RANBUILD® dilapisi calvanis sehingga tahan korosi termasuk pada baut penyambung. RANBUILD®&SMARTLITE® menggunakan sistem baut dan cleat system knock down.

“RANBUILD® ini seperti permainan susun lego dari pabrik itu masih berbentuk komponen yang sudah dilubangi. Kemudian, setibanya di lokasi tinggal dirakit dengan gambar kerja yang disediakan. Imbasnya, biaya lebih irit dan mampu menjangkau wilayah sampai ke pedalaman karena sifatnya ringan,” jelas Wini, sapaan akrab Martha.
Kegiatan pemasangan RANBUILD® terbilang hemat pekerja dan lebih cepat dalam pemasangannya. Menurut Martha Aswini, salah satu pelanggannya membangun arena olahraga yang dapat dipindah tempatnya karena menggunakan komponen RANBUILD® yang sama.

Di industri sawit, penggunaan RANBUILD® dapat dipakai untuk menjadi fasilitas gudang, tempat penyimpanan untuk pupuk dan hasil panen dan perumahan pegawai perkebunan. PT NS BlueScope Lysaght Indonesia menyediakan RANBUILD® dalam tiga model yaitu Big G, Cover Master, dan School Master. Sedangkan, sistem SMARTLITE® menyediakan bangunan perumahan karyawan dari bentuk kopel hingga asrama.

Umumnya, pelaku sawit menggunakan tipe Cover Master yang memiliki bentangan maksimum antar kolom sepanjang 35 meter, ketinggian 8,4 meter, dan jarak antar portal mencapai 10 meter.

Produksi komponen RANBUILD® menggunakan software khusus RDS berupa perangkat lunak dengan sistem komputerisasi. RDS ini mempunyai akurasi perhitungan tinggi dan sesuai standar perhitungan pembebanan baja ringan internasional.

Adi Gunadi, General Manager RANBUILD®, mengungkapkan sistem komputerisasi yang digunakan BlueScope Lysaght sangatlah membantu dalam memberikan penawaran harga kepada pembeli dalam waktu lima menit. Semisal, gudang berukuran 15×30 meter akan diketahui nilai harganya termasuk proposal drawing. Kemudian, ujar Adi Gunadi, diperlukan waktu dua hari untuk engineering drawing dan ditambah jangka waktu dua hari bagi pembuatan detail dan merumuskan proses instalasi.

Adi melanjutkan RANBUILD® telah diperhitungkan presisi dengan tepat dan instalasi tidak boleh dilakukan sembarangan. Untuk itu setiap pemasangan harus mengikuti pedoman perakitan dan installasi/erection sesuai dari arahan pihak kami selaku manufakturing.. “Dalam pembuatan konstruksi bangunan, ada tiga aspek utama yaitu kualitas produk, desain struktur, dan pekerja pemasangannya,” kata Adi.

Untuk menjamin kualitas konstruksi, PT NS BlueScope Lysaght Indonesia berkomitmen untuk memberikan pelatihan kepada operator instalasi. Menurut Adi Gunadi, pelatihan ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan supaya operator tidak asal pasang produk kami.

Proses instalasi menjadi prioritas BlueScope Lysaght sehingga bukan hanya pelatihan kepada operator, tetapi dilengkapi dengan konsultan pemasangan.“Pembeli yang tertarik dapat memanfaatkan satu paket layanan produk kami mulai dari engineering, produksi, suplai material, dan referensi pemasangan menggunakan jasa konsultan lapangan,” tambah Adi. Pada umumnya, pengguna RANBUILD® ini memanfaatkan jasa kontraktor dalam pemasangan.

Tidak dapat dipungkiri, kualitas baja ringan PT NS BlueScope Lysaght Indonesia sulit disaingi produk lainnya. Menurut Adi Gunadi, belum adanya standar acuan Indonesia khusus perhitungan baja ringan , mengakibatkan banyak produk struktur baja ringan yang tidak mengikuti standar, bahkan cenderung pada harga yang semakin murah dengan kualitas yang buruk.

“Kami khawatir akan membahayakan masyarakat yang cenderung ingin murah tapi memilih baja yang belum teruji kualitas. Misalkan, produknya tidak sesuai dengan standar minimum spesifikasi, desain struktur yang tidak mengacu kepada standar baja ringan di dunia, dan desain sembarangan,” ujar Adi.
Oleh karena itu, kegiatan edukasi juga dilakukan BlueScope Lysaght kepada masyarakat umum untuk menggunakan baja ringan dengan standar tinggi. Dengan pertimbangan, perkembangan pasar baja ringan sedang tumbuh karena bermunculan produk baja ringan yang bisa dijangkau hingga di toko bangunan dengan harga murah.
“RANBUILD® tidak hanya ditujukan untuk industri sawit melainkan kebutuhan konstruksi lain seperti di sektor pertambangan, komersial, industri, dan arena olahraga, kata Martha.

PT NS BlueScope Lysaght Indonesia adalah produsen sekaligus distributor baja ringan yang berkomitmen dengan menjaga kualitas produknya. Alhasil, banyak perusahaan ternama di industri sawit yang menjadi penggunanya antara seperti Sinarmas, Wilmar, dan Barito Pacific sebagai pengguna sistem baja ringan NS BlueScope Lysaght ini.
Permintaan produk BlueScope Lysaght ditopang melalui luasnya jaringan pemasaran. Demi menjaga kualitas, BlueScope Lysaght memasarkan produknya di dealer resmi yang tersebar hampir di seluruh Indonesia, ditambah 22 outlet dan didukung oleh tujuh pabrik yang berada di Medan, Palembang, Pekanbaru, Cibitung, Semarang, Surabaya, dan Makasar.

“Untuk industri sawit, produk ini akan diserap pasar karena investor sawit mengharapkan bangunan lebih tahan lama dan proses instalasi yang cepat. Dan, kami yakin RANBUILD® mampu memenuhi ekspektasi tersebut,” pungkas Adi. (Anggar Septiadi)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.