Mandatori Biodiesel Kunci Membaiknya Harga Cpo

Harga CPO pada 2014 akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya karena ketatnya permintaan global. Kebijakan mandatori biodiesel di sejumlah negara berpengaruh positif kepada suplai dan permintaan. Harga CPO diproyeksikan dapat mencapai RM 3.000 per ton.

Mandatori, mandatori, perkataan ini berulang kali diucapkan Dorab Mistry, Direktur Godrej International dalam presentasi outlook harga CPO untuk tahun depan. Di depan lebih 1.350 peserta Konferensi International Palm Oil Conference ( IPOC) yang bertempat di Bandung, Dorab memberikan analisisnya faktor pendorong kenaikan harga CPO pada 2014, salah satunya kebijakan mandatori yang diterapkan negara seperti Brazil dan Indonesia.

Di Brazil, mandatori biodiesel yang diterapkan negara ini berpotensi meningkatkan kebutuhan minyak kedelai.Tahun depan, pemerintah Brazil sudah memasang target untuk menambah bauran biodiesel dari 5% menjadi 7%. Pada 2012, negara penghasil biodiesel terbesar di dunia ini memiliki total produksi 713 juta galon. Apabila kebutuhan mandatori biodiesel ditingkatkan diperkirakan akan berimbas kepada peningkatan pasokan kedelai sebagai bahan baku utama biodiesel Brazil.

Tak hanya Brazil, pemerintah Indonesia akan meningkatkan jumlah campuran biodieselnya menjadi 10% dari 7,5% pada 2014. Kewajiban penggunaan biodiesel 10% ini ditujukan bagi sektor transportasi subsidi maupun non subsidi dan industri. Sehingga total pasokan biodiesel Indonesia mencapai 3 juta ton. Imbasnya, kebutuhan CPO domestik diperkirakan akan meningkat sampai 11,3 juta ton.

Menurut Derom Bangun, Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia, peningkatan kebutuhan domestik Indonesia berpotensi mengurangi suplai minyak sawitnya ke pasar global. Jumlah ekspor CPO di tahun depan diperkirakan 18 juta ton.

Dari total suplai minyak nabati dunia yang mencapai 183 juta ton, baik minyak kedelai dan minyak sawit berkontribusi sampai 51%. Dengan semakin tingginya penggunaan mandatori biodiesel, kalangan analis harga menilai pasokan minyak nabati semakin ketat. Akan terjadi, rebutan pasokan minyak nabati antara industri pangan, non pangan, dan energi.

“Belum lagi dampak dari topan haynan di Filipina yang berpengaruh terhadap suplai minyak kelapa,” ujar Dorab.

Kendati, produksi CPO di Indonesia dan Malaysia akan meningkat masing-masing 30,5 juta ton dan 19,5 juta ton pada 2014. Tetapi, peningkatan ini diperkirakan belum cukup memenuhi kebutuhan dunia. Apalagi,kebutuhan CPO dari India dan Cina diperkirakan akan terus tumbuh, sebagai contoh impor CPO oleh Cina diproyeksikan sebesar 6,6 juta ton. Sementara itu, kebutuhan CPO akan naik menjadi 8,7 juta ton.

Ketidakseimbangan antara suplai dan permintaan inilah yang memicu membaiknya harga CPO di tahun depan. Dorab Mistry memproyeksikan harga CPO akan berkisar di level RM 2.600-RM 2.900 per ton. Tetapi, harga masih berpotensi sampai di level RM 3.000 per ton asalkan mandatori biodiesel berjalan mulus di Brazil dan Indonesia.
James Fry, Analis LMC International, menilai positif mandatori biodiesel yang diterapkan Indonesia dan Malaysia karena dapat menekan stok CPO di tahun ini. Di Malaysia, stok CPO diperkirakan akan berkurang sampai 1,4 juta ton.

Dampaknya, kata Fry, harga CPO akan berada di level RM 2.840 (US$ 880) per ton. Sementara itu, harga jual minyak kedelai dari Eropa sebesar US$ 1.085 per ton. (Qayuum Amri)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.