Dmsi Menjadi Garda Terdepan Advokasi Sawit

Bertempat di Pusat Bisnis Thamrin City Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) meresmikan kantor barunya pada Selasa, 11 Maret 2014, bertempat di Thamrin City Lantai 77. Kepindahan kantor ini dirasakan perlu pengurus harian DMSI untuk menunjang untuk berbagai kegiatan diskusi, ceramah, dan pertemuan. Hadir dalam peresmian Ketua Umum DMSI Derom Bangun, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, dan Direktur Jenderal Perkebunan Gamal Nasir.

“Kepemilikan kantor ini bukan milik DMSI melainkan PT Sarana Pendukung Sawit karena asosiasi tidak diperbolehkan memiliki aset dan mencari laba. Tapi, DMSI menyewa kepada perusahaan tersebut” ujar Ketua Umum DMSI Derom Bangun. PT Sarana Pendukung Sawit merupakan perusahaan yang baru dibentuk dimana salah satunya sebagai pemegang saham adalah Derom Bangun.

Dalam sambutannya, Bayu Krisnamurthi, Wakil Menteri Perdagangan, menjelaskan bahwa pangsa pasar CPO akan semakin terbuka setelah adanya kebutuhan biodiesel. “Sebagai orang Indonesia, saya punya mimpi bahwa industri berbasis pertanian itu ada yang dapat kita banggakan. Ke depan, justru bioenergi, bio diesel yang akan menjadi masa depan bukan lagi di minyak,” katanya.

Bayu menambahkan demi memajukan industri sawit nasional khususnya dalam bidang energi biodiesel Kementerian Perdagangan telah melakukan negosiasi dengan Brazil untuk perdagangan biodiesel. Brazil sendiri merupakan negara konsumsi biofuel terbesar di dunia yang berbasis minyak kedelai.

“Kebun kedelai itu menghasilkan bioetanol kalau di sini isinya Pertamax, dan Premium, nah kebutuhan solar itu yang coba kita negosiasikan. Mereka sudah lihat kedelai, tebu dan mereka mengakui bahwa sawit yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” jelas pria kelahiran Manado, 47 tahun silam.

Di dalam negeri juga penggunaan biodiesel sedang digalakan. Menurut Derom Bangun hal ini juga turut menaikan harga CPO dunia. “Peningkatan penggunaan biodiesel di dalam negeri yang ditandai dengan tender oleh Pertamina juga ikut memperkuat sentimen pasar sehingga harga diprediksi akan menguat dalam beberapa bulan mendatang,” pungkas Derom.

Hingga 7 maret harga CPO mengalami kenaikan hingga USD 990/ton di Rotterdam, RM 2890/ton, dan RP10801/kg di Jakarta. Derom menambahkan selain penggunaan biodiesel, kemungkinan terjadinya El-Nino juga turut menimbulkan kekhawatiran produksi dan turut memengaruhi harga pasar.

DMSI kini juga sedang serius menggarap soal advokasi industri sawit nasional baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Di dalam negeri DMSI sedang mengupayakan bahwa biaya bea keluar ekspor CPO mampu kembali dipergunakan bagi industri sawit nasional, walaupun dana tidak langsung berasal dari APBN. “Karena itu DMSI menyarankan peningkatan kegiatan yang terkait dengan industri sawit oleh beragam kementerian,” kata Derom.

Selain itu, DMSI juga aktif memberikan kampanye ke luar negeri dengan harapan produk sawit indonesia tidak mengalami hambatan untuk di pasar internasional. Belum lama ini DMSI juga telah mengirimkan keterangan bahwa minyak sawit tidak mengandung trans fat kepada Food and Drug Association (FDA) di Amerika terkait isu kandungan trans fat pada minyak nabati.

Menurut Derom, pihaknya sudah mengirim surat masukan kepada FDA yang isinya tidak begitu keberatan dengan peraturan itu,. Namun, disebutkan kelapa sawit sendiri selama ini tidak ada masalah dan mempunyai karakter yang baik untuk kesehatan. Dirinya bersama jajaran pengurus DMSI siap dan berkomitmen untukmengadvokasi kelapa sawit. Apabila, isu lain muncul maka tanggapan akan diberikan untuk memposisikan kelapa sawit secara benar dan positif. Sukses buat DMSI (Anggar Septiadi)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.