Proses Perebusan Tbs Dengan Menggunakan Panas Dari Uap Yang Bertekanan, Secara Konveksi Dan Konduksi

Stasiun Sterliser dapat digambarkan sebagai berikut  :

Fungsi utama Rebusan untuk melepaskan berondolan dari janjangnya (bunch stalk)  dan beberapa manfaat lain yang diperoleh dalam proses rebusan yaitu :

a. Me-non-aktifkan enzym-enzym lipase yang dapat menyebabkan kenaikan FFA (Free Fatty Acid).

b. Melunakan berondolan untuk memudahkan pelepasan/pemisahan daging buah dari Nut di digester.

c. Memudahkan  proses  pemisahan  molekul-molekul minyak dari  daging buah (st.press) dan  mempercepat  proses pemurnian minyak (st.klarifikasi)

d. Mengurangi kadar air biji sawit (Nut) sampai < 20 % , sehingga meningkatkan efisiensi pemecahan biji sawit (Nut)

Mass Balance

Mass balance untuk stasiun ini sebagai berikut :

Siklus Rebusan

a) Keterangan :

•Siklus penguapan maksimum: A menit

•Throughput Pabrik terpasang: B ton/Jam

•Jumlah Rebusan terpasang : C unit

•Jumlah lori/unit Rebusan terpasang: D unit 

•Kapasitas 1 unit lori: E ton/lori

•Pintu terbuka sampai pintu tertutup: G menit

Item-item di atas penting untuk perencanaan kapasitas maksimum (SUPPLY  LORI /JAM ) dengan efisiensi steriliser maksimum dan juga untuk memastikan efisiensi penggunaan uap.

Pemeriksaan rutin dan perlakukan sebelum operasi pengolahan:

•Kandungan air dalam pipa kompressor harus dikuras setiap hari, periksa  kondisi  water trap. 

•Periksa kebocoran pada pipa udara, actuator.

•Pastikan type kertas grafik yang digunakan sesuai dengan name plate pada recorder terpasang.

•Kertas grafik yang baru, harus sudah terpasang & pastikan tinta penanya penuh.

•Pastikan pipa by pass kondensate dengan ukuran yang tepat untuk mengeluarkan kondensate, tidak tersumbat. Lakukan pembersihan by-pass bila ada indikasi tersumbat.

•Program harus beroperasi secara full otomatis apabila memungkinkan. Apabila tidak, maka “Semi Automatic” harus dipergunakan.

•“CUT OFF” pada safety switch pintu rebusan harus dalam kondisi yang baik & dapat berfungsi dengan benar.

•Pembersihan bagian dalam rebusan (terutama sekitar strainer) dan Exhaust harus dilakukan minimal seminggu sekali.

•Pastikan safety devices dalam kondisi yang baik. 

•Selama pelaksanaan proses pembukaan dan penutupan pintu rebusan, operator harus melaksanakan pengutipan berondolan & janjangan yang jatuh ke lantai. Kebersihan  areal stasiun  terjaga.

Pengawasan rutin operasi rebusan yang harus dilaksanakan :

Tolok ukur harian atas hasil yang dicapai :

A.Kontrol pengolahan dan kehilangan produksi, yaitu:

% USBMaksimum 5,00 %

% Oil Loss di EB Stalks      Maksimum 4,00 % O/DM

% Oil loss di EffluentMaksimum 17,00 % O/DM)*

% Fruit Loss di Fruit in EBMaksimum 0,60 % terhadap sampel

     *) Effluent termasuk condensate dari rebusan.

B.Pemeriksaan kebersihan  lingkungan stasiun, terjaga baik.

C.Pemeriksaan kebocoran-kebocoran uap dari rebusan atau pipa-pipa.

D.Pemeliharaan stasiun rebusan harus selalu dilaksanakan.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.