Optimalisasi Desain Pabrik Minyak Kelapa Sawit

Berdasarkan data seluruh propinsi di Indonesiapada 2010, luas areal perkebunansawit mencapai 8.385.394 ha, yang naik 6,24% pada 2011menjadi 8.908.399 ha. Dari total areal kebun sawit tersebut terdiri dari Perkebunan Besar Negara (8,61%), Perkebunan BesarSwasta (49,90% dan Perkebunan Rakyat (41,43%).

Sedangkan, jumlah PKS padatahun 2010 berdasarkan data DirektoratJenderal Perkebunan sebesar 608 unit. Dengan asumsi tiap 8.000 ha kebun sawit terdapat 1 unit PKS, maka seharusnya pada tahun 2013 ini PKS sudah berjumlah 1.048 unit danpadatahun 2014 nanti kebutuhan PKS menjadi 1.113 unit PKS.

Melihat potensi jumlah PKS yang akan di bangun, maka sangat perlu diperhatikan proses DESAIN PABRIK KELAPA demi SAWIT optimalisasi produktivitas pabrik pengolahan kelapasawit. 

OPTIMALISASI KE-1, COST /BIAYA INVESTASI VS BIAYA OPERASI DAN PERAWATAN

Optimalisasi Desain dengan investasi yang murah dengan biaya operasional dan biaya pemeliharaan PKS yang rendah. Pola Project; full- turnkey project, semi – turnkey project, pola swakelola,konsultan manajemen konstruksi. Project dengan pola swakelola yang akan menghemat biaya project dan dengan kualitas pekerjaan yang lebih baik.

Pemilihan lokasi PKS; topografi, soil test, kualitas dan kuantitas sumber air, jarak dengan lokasi Despatch CPO & Kernel. Biaya project pabrik pada lokasi mineral dengan kontur yang sedikit berbukit akan jauh lebih murah disbanding lokasi PKS di daerah rendah atau gambut.

PKS yang dekat dengan sungai yang bisa untuk kapal tongkang berlabuh juga memungkinkan biaya project rendah transportasi material project lebih murah dan biaya operasional juga murah saat pengangkutan hasil produksi CPO dan Kernel.

OPTIMALISASI KE-2, TEKNOLOGI

Optimalisasi desain dengan mengakomodir teknologiter baru tanpa mengesampingkan aspek financial, kualitas hasil yang dicapai serta manfaat keselamatan dan kesehatan lingkungan.

Pemilihan Sterilizer

Karena keberhasilan pengolahan minyak kelapa sawit 60% ditentukan oleh kualitas perebusan, maka pemilihan jenis sterilizer harus mendapat perhatian khusus dan di kaji dengan benar.(Majalah Sawit Indonesia edisi Mei 2012 :PemilihanJenis PKS).

Horisontal Konvensional Sterilizer, Horisontal Indekser System, Vertikal Sterilizer, Continous Sterilizer, Bumper to bumper system, Compact Modular Continous, Tilting Sterilizer, Oblique Sterilizer, Spherical Sterilizer, dan yang terbaru Vertical Continous Sterilizer. Automation mesin – mesin PKS untuk kualitas optimal proses pengolahan dan menghindari human error. Technology Decanter dapat memudahkan operasional di stasiun klarifikasi Level indicator, temperatur indicator, pressure indicator, dll.

OPTIMALISASI KE-3, PRODUKTIVITAS 

Optimalisasi desain dengan memperhitungkan peningkatan kinerja/modifikasi/inovasi/continuous improvement mesin – mesin yang ada serta efisiensi proses pengolahan pabrik kelapa sawit sehingga diperoleh produktivitas yang tinggi.

  • Perebusan TBS Optimal di Sterilizer: Oil in Empty Bunch < 0,35% terhadap TBS, Fruit in EB < 0,05% terhadap  TBS, Empty Bunch Stalk < 2,00% terhadap sample.
  • Pemisahan berondolan dengan janjangan di thresher maksimal : Fruit in Empty Bunch< 0,05% terhadap  TBS, Empty Bunch Stalk < 2,00% terhadap sample.
  • Pencabikan daging buah di Digester dan Ekstraksi minyak di Presser : Oil in Fibre Press Cake < 0,60% terhadap  TBS.
  • Pemisahan minyak di Klarifikasi : Oil in Final Effluent < 0,50% terhadap  TBS.
  • Pemisahan Kernel di Kernel Plant : Kernel loss < 0,20% terhadap  TBS.

OPTIMALISASI KE-4, TENAGA KERJA

Optimalisasi Desain PKS dengan memperhitungkan jumlah tenaga kerja yang akan mengoperasikan PKS untuk mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja sehingga dapat mengoptimalkan biaya operasional dan biaya maintenance tanpa mengorbankan produktivitasPKS (%OER & %KER, kualitas CPO dan Kernel).

 

  • Teknologi yang baru, Horisontal Indekser System, Vertikal Sterilizer dan Continous Sterilizer dapatmengurangi tenaga kerja hingga 8 – 10 orang per shift.
  • Decanter juga dapat mengurangi jumlah tenaga kerja.
  • Otomatisasi mesin – mesin, Otomatisasi Tippler dapat mengurangi tenaga kerja dan menjaga konsistensi umpan digester

OPTIMALISASI KE-5, IMPLEMENTASI KESELAMATAN KESEHATAN DAN LNGKUNGAN

Optimalisasi Desain PKS harus memenuhi aspek keselamatan dan kesehatan pekerja dan lingkungan.

  • Keleluasaan di areal pabrik, kemiringan tangga, hand rail, pengaman mesin – mesin berputar, dll
  • Kemudahan house keeping, system  drainage, dll
  • Blowdown chamber, silencer, rockwollpipa, dll

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.