Supaya Harga CPO Tidak Melorot

Ada tiga faktor yang mempengaruhi pergerakan harga CPO, yaitu mandatori biodiesel, pengaruh El Nino terhadap suplai sawit, dan produksi minyak nabati lain. Harga diperkirakan bergerak antara  antara US$ 600—US$ 800 per ton sampai semester tahun depan.

 “Progam mandatori biodiesel di Indonesia menjadi kunci utama kenaikan harga CPO pada 2016. Dengan kenaikan serapan CPO untuk biodiesel jelas akan mengurangi suplai minyak sawit di pasar global,” kata Dorab Mistry, Analis Godrej International Ltd, pada Konferensi Kelapa Sawit Indonesia (IPOC) 2015, di Bali, 27 Nopember 2015.

Andi Setianto, Direktur PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk, merasa bersyukur kalau dikatakan harga CPO akan bergerak positif pada tahun depan. Berdasarkan pantauannya per 2 Desember 2015, harga Bursa Malaysia Derivatives (BMD) Futures dari Januari sampai Mei 2016 tertinggi mencapai MYR 2.400 per ton.

“Dari sudut pandang saya, harga futures MYR 2.400 yang dipengaruhi beberapa faktor El Nino, mengurangi suplai CPO, dan mandatori biodiesel. Untuk itu, harga tahun 2016 sebesar MYR 2.500-MYR 3.000,” ujarnya. 

Namun, kata Andi Setianto, bisa saja ada sejumlah faktor penghambat yang berasal dari panen kedelai di Brazil, Argentina, dan USA. Selain itu juga, pengaruh harga minyak bumi. “Faktor nilai tukar dolar juga berpotensi menekan harga komoditas,” jelasnya.

Dorab Mistry menyebutkan faktor pergerakan harga juga dipengaruhi stagnasi volume produksi. Faktor utama penghambatan pertumbuhan volume produksi tahun depan adalah adanya El Nino yang terus berlanjut.

“Kalau sebelumnya diperkirakan terjadi pertumbuhan volume produksi sebesar 2,5 juta ton, saya merevisi menjadi satu juta ton,” kata Dorab.

Secara keseluruhan, kata Dorab Mistry, akan terjadi ketidakseimbangan pertumbuhan suplai dan permintaan minyak nabati pada tahun depan. Berdasarkan datanya, diperkirakan pertumbuhan suplai minyak nabati 3,1 juta ton dan pertumbuhan permintaan 5 juta ton.

“Dengan kondisi seperti ini dapat menguntungkan minyak sawit dari aspek harga,” ujarnya.  

Dorab memproyeksikan harga CPO sekitar RM 2.600 untuk tahun depan. Perkiraan harga sebesar ini bisa terwujud apabila harga minyak mentah brent pada level US$ 60 per barel. 

(Selengkapnya baca Majalah SAWIT INDONESIA Edisi 15 Desember 2015-15 Januari 2016)

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.