Setop Peredaran Produk Anti Sawit

SALAM SAWIT INDONESIA, Memasuki awal tahun 2016, komunitas kelapa sawit di dalam negeri terkejut karena beredarnya makanan impor mereka Birrini berlabel palm oil free. Menjadi produsen terbesar CPO dunia, semestinya produk tersebut jangan dibiarkan bebas berjualan. Pemerintah harus mengawasi lebih ketat dari awal pendaftaran. Sejatinya, produk yang berlabel tanpa kandungan minyak sawit mudah ditemukan lewat di internet. Tercatat, 200 produk menempelkan stiker bebas minyak sawit di kemasannya. Di kawasan Uni Eropa, sebagian besar produk ini dijual di supermarket.

Untungnya, pemerintah segera menarik peredaran produk berstiker palm oil free. Di Italia, negara asalnya, stiker ini menjadi trademark Birrini yang berbentuk roti kering ini. Karena di dalam produk ini memang tidak mengandung minyak sawit melainkan minyak bunga matahari.

Rubrik Sajian Utama mengulas secara khusus beredarnya produk yang mencantumkan keterangan tidak mengandung minyak sawit. Berdasarkan reportase kami, CV Fermanto BevFoods tidak mendapatkan persetujuan pemasangan stiker tersebut dari BPOM. Di saat pendaftaran pemasukan barang, stiker ini tidak ada di kemasan. Baru setelah mendapatkan izin nomor edar, importir menambahkan stiker seperti di negara asal. Setelah mendapatkan informasi dari lapangan, BPOM meminta produk ini ditarik dari pasaran.

Dalam rubrik Hot Issue, edisi ini menawarkan solusi pengelolaan gambut dengan teknologi pemadatan. Teknologi ini sudah berhasil di Malaysia untuk mencegah kebakaran di lahan gambut. Keunggulan teknik ini mengutamakan mekanisasi dalam pembukaan kebun sawit di lahan gambut. Tanah gambut yang dipadatkan berfungsi menjaga kelembapan tanah dan memperkecil rongga sehingga dapat mencegah api yang merembet di bawah permukaan. Sayangnya, teknologi ini terganjal aturan pemerintah yang melarang subsiden (penurunan) tanah gambut untuk produksi kebun.

Pembaca, mulai edisi ini kami memiliki reporter baru bernama Ferrika Lukmana yang akan bertugas membantu kerja peliputan. Kami harapkan wartawan baru ini mampu memberikan warna baru di majalah. Tabik.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.