Edisi 49 November 2015

Mengapresiasi Kerja BPDP Sawit

Salam Sawit Indonesia,

Kendati seumur jagung, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit telah menunjukkan pencapaian cukup baik  sampai  akhir tahun ini. Keraguan sejumlah kalangan di awal pendirian badan layanan umum ini minimal telah terjawab untuk sementara waktu.

Di bawah komando Bayu Krisnamurthi, Mantan Wakil Menteri Perdagangan, BPDP sawit dapat bekerja efektif dan optimal. Tim kecil di dalam lembaga ini mampu berperan sebagai sebagai pengumpul, pengelola dan penyalur  dana pungutan. Resmi berjalan Agustus sampai Oktober kemarin, estimasi dana pungutan yang telah terkumpul  Rp 2 triliun lebih. Dana ini sebagian besar dikutip dari ekspor CPO dan produk turunannya.

Penyaluran dana pungutan masih fokus kepada subsidi biodiesel PSO. Subsidi ini digunakan untuk membayar selisih harga MOPS (solar) – referensi harga Pertamina dan FAME atau biodiesel.  Data BPDP menunjukkan, jumlah subsidi biodisel yang dibayarkan sebesar Rp 27,9 milliar untuk 12.532 kiloliter biodiesel. Pembayaran subsidi ini akan terus meningkat karena masih ada 120 ribu kiloliter dalam proses verifikasi. Diperkirakan dana subsidi yang dikucurkan tahun ini mencapai Rp 250 miliar.

Adanya kejelasan mekanisme biodiesel bersubsidi ini berdampak positif kepada konsumsi dalam negeri. Mulai Agustus  sampai Oktober, serapan biodiesel meningkat menjadi 750 ribu kiloliter. “Harga CPO menunjukkan tren positif setelah program biodiesel berjalan,” ujar seorang pengusaha sawit. Efek positifnya harga TBS petani merangkak naik setelah terjatuh di bawah Rp 500 per kilogram pada Juli kemarin.

Beberapa waktu lalu  di Milan Trade Expo, BPDP aktif  berkampanye tata kelola berkelanjutan produk sawit. Sikap keras dan rencana boikot produk sawit di sejumlah negara Eropa urung dilakukan. Melunaknya perusahaan pembeli CPO dan NGO setelah mendapatkan informasi mengenai  tata kelola sawit di Indonesia telah bertransformasi sesuai standar sustainability.

Untuk menjaga asa, BPDP harus menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelolanya.   Pasalnya, kinerja positif BPDP Sawit  ditopang dukungan stakeholder sawit di tanah air. Harapan mereka jangan dikecewakan. Masih banyak pekerjaan rumah yang belum diselesaikan BPDP misalkan program peremajaan. Dan BPDP sudah selayaknya mampu menjawab tantangan tersebut.

Pembaca, edisi November menjadi edisi khusus  konferensi tahunan sawit atau  IPOC yang digelar GAPKI. Khusus edisi ini, jumlah halaman kami lebih tebal dari biasanya. Mengingat, banyak sekali informasi dan perkembangan teknologi yang ingin kami sampaikan. Selamat menikmati.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.