Edisi 46 Agustus 2015

Menggantung Asa Menteri Baru

Salam Sawit Indonesia, Presiden Joko Widodo resmi melantik enam menteri dan Sekretaris Kabinet menjelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-70. Untuk tim menteri ekonomi, hadir tiga muka baru yaitu mantan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution ditetapkan menjadi Menko Perekonomian. Ekonom Rizal Ramli menjabat Menteri Koordinator Kemaritiman. Rizal menggantikan posisi Indroyono Soesilo. Berikutnya, Thomas Trikasih Lembong dilantik sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Rachmat Gobel.

Pasca penggantian menteri baru, respon pelaku pasar masih datar. Umumnya, mereka mengambil posisi diam dan menunggu untuk melihat gebrakan pembantu presiden yang baru dilantik tersebut. Menteri Perekonomian dan Menteri Perdagangan yang baru diharapkan membantu industri sawit yang sedang terpuruk di dalam dan luar negeri. Lemahnya harga komoditas dan permintaan di pasar dunia berakibat buruk kepada pengusaha dan petani. Di sentra perkebunan sawit, harga TBS turun Rp 600-Rp 700 per kilogram.
Harapan kepada Darmin Nasution, Menteri Perekonomian adalah akselerasi realisasi mandatori Biodiesel 15% yang digadang-gadang dari tahun lalu. Kewajiban penggunaan biodiesel membantu pengurangan stok CPO yang menumpuk di tanki. Di sisi lain, menggenjot pemakaian biodiesel akan menghemat devisa negara yang terkuras untuk impor BBM.

Thomas Trikasih Lembong selaku Menteri Perdagangan juga menjadi tumpuan perdagangan ekspor CPO Indonesia. Skema kerjasama perdagangan macam Preferential Trade Agreement (PTA) perlu diwujudkan dengan negara konsumen CPO di Turki dan Timur Tengah. Supaya produk sawit mendapatkan keringanan bea masuk di negara tujuan. Alhasil, ekspor minyak sawit Indonesia lebih kompetitif ketika berhadapan dengan Malaysia.
Rubrik Sajian Utama mengulas jatuhnya harga TBS di sejumlah daerah sentra kelapa sawit yang berakibat negatif kepada petani. Pada Agustus ini, harga TBS turun Rp 600-Rp 900 per kilogram yang hampir mendekati ongkos produksi petani. Apabila situasi ini tidak segera ditangani, turunnya penghasilan petani akan berimbas kepada biaya perawatan kebun. Umumnya, mereka akan mengurangi biaya pemupukan walhasil produksi petani akan turun pada tahun depan.
Pembaca, edisi Agustus ini kami harapkan memberikan pencerahan dan informasi terbaru dari aspek kebijakan, teknologi dan inovasi dalam tata kelola sawit. Selamat membaca…

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.