Edisi 25 November 2013

Masa Depan Minyak Sawit Lestari

Salam Sawit Indonesia, Pada penghujung tahun ini, Indonesia menjadi tuan rumah forum pemangku kepentingan sawit dunia yang tergabung dalam Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) yang berlokasi di Medan, Sumatera Utara. Dalam pertemuan ini, RSPO berupaya mensosialisasikan prinsip dan kriteria yang terbaru setelah dilakukan revisi dalam General Assembly di Malaysia. Isu perubahan iklim yang mensyaratkan penurunan emisi karbon berupaya diadaptasi lewat prinsip dan kriteria RSPO yang terbaru.

Kalangan pelaku sawit khususnya growers mengeluhkan prinsip dan kriteria ini yang kian membebani kegiatan budidaya sawit. Di satu sisi, menitikberatkan aspek lingkungan tetapi unsur sosial dari industri sawit dipinggirkan. Hal inilah yang membuat kalangan growers menjadi “gerah” dengan berbagai keputusan RSPO. Itu sebabnya, asosiasi pengusaha sawit seperti Malaysian Palm Oil Association (MPOA) berniat keluar dari keanggotaan RSPO semenjak setahun terakhir. Kendati ini baru wacana belum ada keputusan pasti.

Rubrik Sajian Utama edisi ini majalah SAWIT INDONESIA berupaya memberikan solusi kepada pelaku sawit yang membutuhkan excavator. Semakin tinggi kebutuhan pembukaan lahan dan perawatan kebun perlu ditopang excavator yang handal. Ada empat perusahaan agen tunggal yang kami sajikan dalam tulisan ini yaitu PT Hexindo Adiperkasa Tbk, PT

Daya Kobelco Construction Machinery Indonesia, PT Trakindo Utama, dan PT Tat Hong Heavyequipment Indonesia. Masing-masing produsen mempunyai merek excavator dengan spesifikasi berbeda yang disesuaikan kebutuhan konsumen. Beberapa excavator sekarang ini telah dilengkapi dengan teknologi mutakhir misalkan GPS yang membantu konsumen untuk mengawasi kegiatan alat berat. Bahkan dapat diketahui informasi mengenai perkembangan suku cadang excavatornya, apakah perlu penggantian atau terjadi kerusakan.

Untuk rubrik Hot Issue, dampak dari keluarnya Peraturan Menteri 98 Tahun 2013 cukup membawa pengaruh terhadap iklim investasi di sektor perkebunan khususnya sawit.

Kalangan investor Malaysia yang tergabung dalam Association of Plantation Investors of Malaysia in Indonesia (APIMI) bersuara keras dengan lahirnya aturan ini karena berpotensi membawa ketidakpastian dalam berinvestasi. Meski demikian, pemerintah kurang menanggapi serius nada sumbang ini karena investasi sumber daya alam kian dibatasi. Dengan kondisi saat ini, investasi didorong kepada sektor pengolahan dan hilir.

Pembaca, silakan untuk menikmati halaman demi halaman majalah edisi ini. Kami berupaya menyajikan informasi yang menarik dan dibutuhkan sehingga akan bermanfaat untuk pembaca sekalian. Terimakasih

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.