Edisi 24 Oktober 2013

Masuk Usia 2 Tahun

Pada tahun depan dan berikutnya, industri sawit diramalkan semakin menghadapi tekanan berat yang berasal dari kampanye negatif dan persaingan dagang dengan minyak nabati lain. Fakta berbicara, di beberapa negara konsumen sawit seperti Australia dan Uni Eropa akan muncul pelabelan produk mengandung “minyak sawit”. Bahkan di Prancis pada tahun lalu, sebuah produk coklat mencantumkan label “tidak mengandung minyak sawit”. Diskriminasi ini memperlihatkan minyak sawit dan produk turunannya mendapatkan stigma buruk di mata konsumen.

Kegagalan CPO masuk daftar produk ramah lingkungan atau Enviromental Good List dalam Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) menjadi bukti nyata komoditi ini belum menempati posisi pentingn di mata dunia. Mesti pada kenyataannya, CPO berkontribusi terhadap 30%-40% untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati dunia. Toh, prestasi ini belum dinilai strategis dan penting bagi negara-negara di dunia.

Melihat kondisi sekarang ini, pelaku sawit di Indonesia yang tergabung dalam berbagai asosiasi seperti DMSI, GAPKI, GIMNI, APOLIN, dan MAKSI memiliki pekerjaan rumah dalam membangun imej positif kelapa sawit. Kampanye yang selama ini dilakukan harus terus diaktifkan dengan membangu jejaring di dalam dan luar negeri. Sangatlah disayangkan, kelapa sawit yang merupakan berkah dari Tuhan ini tiba-tiba saja menjadi kutukan yang dihindari banyak orang. Untuk itu, penting kiranya dibangun persatuan dan kesatuan antar pemangku kepentingan industri sawit mulai dari pengusaha, akademisi, pemerintah, sampai dengan petani yang selama ini hidup dari hasil buah sawit. Bahkan, perlu juga mengajak LSM yang berpikiran terbuka untuk membangun kesadaran.

Pada Oktober  2013, Majalah SAWIT INDONESIA memasuki usia ke-2  yang diibaratkan bayi sedang belajar tumbuh berjalan dan berbicara. Meski demikian, kami ingin menjadi bayi yang bisa cepat berjalan bahkan berlari yang dapat mengejar impiannya. Walaupun majalah ini masih baru dan memiliki banyak kekurangan tetapi Majalah SAWIT INDONESIA berupaya memperbaikinya. Itu sebabnya, dukungan pembaca sangat kami harapkan melalui saran dan kritikan kepada kami. 

Rubrik Sajian Utama edisi ini mengulas penggunaan pupuk organik di perkebunan sawit yang terus dikembangkan para planters. Selama ini limbah sawit seperti tandan kosong, pelepah dan limbah cair diaplikasikan menjadi pupuk organik yang bermanfaat memperbaiki kesuburan tanah dan meningkatkan mikroorganisme tanah. Meski demikian, sekarang sudah dikenal biofertilizer yang merupakan pupuk dengan kandungan mikroba tertentu dengan fungsi khusus misalkan membuat tanaman tahan penyakit tertentu dan memperkuat akar. 

Tak lupa, kami memberikan penghargaan tertinggi kepada pembaca sekalian yang telah berlangganan dan membeli majalah ini setiap bulannya. Tanpa kehadiran anda semua, sulit rasanya majalah ini dapat bertahan hingga di tahun ke-2. Terimakasih.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.