Setelah Perancis, Giliran Rusia Bebani Sawit Dengan Pajak Tambahan

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Mensiasati penurunan harga minyak bumi, Rusia berencana membebani pajak tambahan baru kepada  impor kelapa sawit dan gula. Bertujuan meningkatkan pendapatan dan memangkas inflasi di sektor makanan.

Rencana ini diusulkan dalam rapat yang dipimpin Dmitry Medvedev, Perdana Menteri Rusia untuk membahas kenaikak pendapatan dan menekan permintaan atas tingginya kebutuhan makanan.

Kepada Vedomosti,  harian bisnis terkemuka di Rusia, Presiden Rusia, Vladimir Putin mendukung usulan pajak tersebut. 

Pajak yang akan diberlakukan kepada produk sawit sebesar US$200 per ton atau setara 30% dari harga minyak sawit dunia sekitar US$600 per ton. Penerapan pajak ini akan berlaku 1 Juli.

Apabila pajak ini berjalan maka negara Beruang Merah akan menerima pendapatan tambahan sebesar US$160 juta. Ini berasal dari volume impor sawit yang berjumlah 800 ribu ton dalam satu tahun.

Joko Supriyono, Ketua Umum GAPKI, sudah mendengar informasi mengenai pajak impor sawit yang akan dijalankan Rusia. “Kami akan komunikasikan dengan pihak Rusia mengenai pajak tersebut,”ujarnya.

(Qayuum Amri)

Sumber foto: commons.wikimedia.org

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.