Semester Pertama, Pendapatan Bakrie Sumatera Merosot 26,6%

JAKARTA, SAWITINDONESIA – PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk mencetak pendapatan sebesar Rp. 1,08 triliun sepanjang enam bulan pertama tahun 2015. Performa ini ditopang dari kemampuan perusahaan dalam mempertahankan produktivitasnya.

Andi W. Setianto, Direktur Investor Relation PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk, menjelaskan bahwa kinerja perseroan akan terus membaik pada tahun ini. Optimisme ini didukung oleh upaya-upaya peningkatan produktivitas yang terus dilakukan perseroan melalui serangkaian program revitalisasi, seperti perawatan kebun dan penggunaan bibit unggul.

“Apalagi, berdasarkan siklus, produksi sawit biasanya mulai meningkat pada semester kedua dan mencapai puncaknya di kuartal terakhir setiap tahun. Tahun ini kami optimis tumbuh jika dibanding tahun 2014,” kata Andi dalam rilis yang diterima SAWIT INDONESIA.

 Kendati demikian, dibandingkan enam bulan pertama tahun kemarin pendapatan Bakrie Sumatera turun 26,6% dari sebelumnya Rp 1,36 Triliun. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, kontribusi pendapatan ditopang penjualan domestik berjumlah Rp 1,12 triliun. Sedangkan tahun ini, turun menjadi Rp 878,3 miliar.

Namun, menurut Andi Setianto, kinerja emiten berkode UNSP ini cukup berhasil yang dapat keluar dari trend penurunan harga komoditas sawit yang berlangsung sejak tahun 2011 hingga kuartal 2-2015. Pada tahun lalu, nilai penjualan UNSP masih tumbuh 27%. Jika dilihat, harga komoditas sawit utama yaitu CPO (Crude Palm Oil), di kuartal 2-2015 terus melemah ke level terendah USD 590 per ton FOB Malaysia.

Dengan kerja keras, kata Andi Perseroan masih mampu membukukan nilai penjualan sebesar Rp. 1,08 triliun dan laba kotor Rp. 257 miliar di semester 1-2015 seperti pada laporan keuangan 30 Juni 2015 yang dirilis Jumat 31 Juli.

“Kami bekerja keras mengatasi kondisi air di kebun akibat kemarau panjang tahun lalu dengan sebaik-baiknya. Hasilnya kami harapkan bisa terlihat di semester berikutnya. Optimalisasi produktivitas pabrik, juga dilakukan dengan pembelian sawit dan karet dari petani yang tidak memiliki pabrik sekaligus membantu kesejahteraan mereka,” paparnya.

 

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.