Mulai Hari ini, Musim Mas Salurkan Biodiesel ke Pertamina

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Musim Mas Grup, perusahaan biodiesel,  telah mengirimkan   biodiesel bersubsidi ke sejumlah depo Pertamina. Togar Sitanggang, Manager Senior Musim Mas Grup, mengatakan pengiriman biodiesel bersubsidi sudah berlangsung semenjak Rabu ini (26/8).

“Kami sudah kirimkan biodiesel ke depo Pertamina di Pematang Siantar dan Kisaran (red- wilayah Sumatera Utara). Setiap depo terima pengiriman dari dua truk. Masing-masing truk berisi 30 kiloliter,” ujar Togar kepada SAWIT INDONESIA melalui telepon.

Menurutnya kegiatan penyaluran ini menandakan pemerintah berkomitmen dalam pelaksanaan i program biodiesel campuran 15% atau B15. Permintaan resmi atau purchase order biodiesel dari Pertamina kepada Musim Mas Grup berjalan sampai  Oktober 2015. Total volume penyaluran sekitar 45 ribu kiloliters (KL). “Setiap bulan, kami kirim sekitar 15 ribu KL,” kata Togar.  

Dalam dua hari mendatang, pengiriman biodiesel Musim ke depo Pertamina ditujukan ke sejumlah wilayah di Sumatera antara lain Pematang Siantar, Kisaran, Sibolga,Lhokseumawe, Krueng Raya, dan Meulaboh.

“Kami harapkan program mandatori biodiesel yang sudah berjalan sekarang, dapat mencapai target,” ujarnya.

Penyaluran biodiesel bersubsidi  ini tindak lanjut dari Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama Tentang “Kerjasama Pengembangan Kepala Sawit Berkelanjutan” dan Launching Biodiesel 15% (B15) yang berlangsung pada Selasa  kemarin (18/8).

Dalam penandatanganan tersebut, Bayu Krisnamurthi, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sawit, menyebutkan program mandatori B15 dapat menjadi solusi  efektif untuk meningkatkan serapan minyak sawit di dalam negeri. Dengan harapan mampu berkontribusi terhadap naiknya harga CPO sehingga berimbas bagus bagi pendapatan petani. Selain itu, pendapatan negara akan naik melalui sektor pajak dan non pajak.

Nilai subsidi biodiesel yang dialokasikan pemerintah  sebesar Rp 2.600 per liter. Dengan perhitungan, harga indeks pasar (HIP) biodiesel Rp 8.000 per liter. Sedangkan, harga solar yang berlaku sekarang  Rp 6.900 per liter.

“Subsidi sekitar Rp 2.600 per liter untuk hari ini. Ini merupakan selisih dari harga yang dibayar dana sawit  supaya konsumen memakai B15,” jelas Bayu.

Pemerintah menggenjot penggunaan biodiesel sebanyak 15% untuk dijadikan campuran solar yang ditargetkan mencapai 1,5 juta KL hingga akhir tahun ini. ada lima perusahaan yang mengikat kerjasama dengan Pertamina antara lain Wilmar Bio Energi Indonesia dan Wilmar Nabati Indonesia (Wilmar Grup), PT Eterindo Wahanatama Tbk, Musim Mas, PT Pelita Agung Industri (Permata Hijau Grup), dan Darmex (Duta Palma).

Sementara itu, PT AKR Corporindo mengikat kontrak dengan Grup Wilmar (Wilmar Bio Energi Indonesia dan Wilmar Nabati.

Sumber foto: istimewa

 

 

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.